Apakah Anda punya rencana untuk berinvestasi emas dalam waktu dekat ini? Atau mungkin saat ini Anda memang tengah menjalaninya? Apapun itu, penting bagi Anda untuk mengetahui secara gamblang tentang apa saja keuntungan dan kerugian berinvestasi di sektor tersebut.

Tak dipungkiri, emas merupakan salah satu jenis investasi paling tua dalam sejarah umat manusia. Sebelum orang mengenal obligasi, saham, atau reksa dana, emas sudah lebih dulu digunakan manusia untuk investasi. Logam mulia ini juga sejak lama telah dijadikan tolak ukur untuk menilai kekayaan seseorang. Dari berbagai jenis emas yang ada, logam mulia dan emas perhiasan adalah dua tipe yang paling populer digunakan untuk berinvestasi.

Lantas, apa saja keunggulan dan kelemahan berinvestasi emas? Berikut ulasannya!

Keunggulan

Harga cenderung naik dan tahan terhadap inflasi

Salah satu faktor yang membuat emas lebih disukai dan dipercaya untuk investasi adalah karena sifatnya yang mampu mempertahankan nilai dari waktu ke waktu. Seperti yang kita tahu, harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Selain itu, emas juga tahan terhadap inflasi dan krisis ekonomi yang terjadi di suatu negara.

Mudah dicairkan

Keunggulan investasi emas selanjutnya adalah karena sifatnya yang mudah dicairkan. Pada investasi emas, pemilik bisa dengan mudah menukarkannya ke dalam bentuk uang dengan waktu relatif singkat. Sifat ini tentu tidak dimiliki oleh instrumen investasi lain, seperti saham, reksa dana, atau deposito yang notabene baru bisa diambil dalam waktu tertentu.

Cocok untuk diversifikasi

Untuk meminimalisir risiko, seorang investor disarankan melakukan diversifikasi. Nah, dalam hal ini, emas bisa jadi pilihan tepat untuk menerapkan strategi tersebut. Alasannya sederhana, harga emas sangat stabil bahkan cenderung naik dari waktu ke waktu.

Kelemahan

Butuh tempat penyimpanan

Tempat penyimpanan jadi salah satu masalah yang akan dihadapi saat Anda berinvestasi emas, terlebih jika emas yang Anda miliki berbentuk logam mulia dan berjumlah banyak. Dalam hal ini, Anda tak bisa menyimpan aset tersebut di sembarang tempat. Untuk mencegah risiko pencurian, Anda butuh tempat aman yang sejatinya sulit untuk dijangkau.

Untuk mengatasi masalah tersebut, sebagian investor emas memilih mengeluarkan uang untuk menyewa safe deposit box di lembaga perbankan. Dengan begitu, mereka bisa tidur nyenyak tanpa harus takut kehilangan aset.

Risiko kehilangan tinggi

Investasi emas juga punya risiko kehilangan yang cukup tinggi, terutama bagi investor yang memiliki emas dalam bentuk perhiasan dan digunakan sehari-hari. Investasi emas dalam bentuk perhiasan dapat memicu tindak pencurian.

Tidak hasilkan pendapatan pasif

Biasanya, seseorang memutuskan berinvestasi di reksa dana, saham, atau deposito dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan pasif. Namun, hal seperti itu tidak berlaku dalam investasi emas. Emas hanya akan memberikan keuntungan ketika Anda melakukan penjualan.

Selain beberapa hal di atas, ada pula fakta lain yang perlu Anda tahu seputar investasi emas. Salah satunya, ada banyak orang yang menggelontorkan seluruh dananya untuk berinvestasi emas dengan harapan bisa dijual kembali saat ada keperluan mendadak.

Keputusan tersebut sebenarnya tidak tepat dalam perencanaan keuangan. Dana investasi pada dasarnya harus dibedakan dari dana darurat.

Perlu Anda tahu, meski harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun, namun harga emas juga bisa anjlok dalam hitungan hari ke hari. Bayangkan saja, jika Anda menjualnya saat sedang butuh uang, namun di saat bersamaan ternyata harga emas sedang turun, tentu saja Anda akan dirugikan.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak berinvestasi emas dengan cara berutang. Pasalnya, emas merupakan investasi jangka panjang, sehingga akan sulit buat Anda untuk membayar utang tersebut dalam waktu cepat.

Baca juga: Ini Dia, Keunggulan P2P Lending Ketimbang Reksa Dana dan Deposito

Ya, itulah keunggulan dan kelemahan yang akan ditemui jika Anda berinvestasi emas. Lain halnya jika Anda memutuskan untuk berinvestasi di sektor P2P Lending, yang sejatinya punya banyak keuntungan dan minim kelemahan.

Pada dasarnya, investasi di P2P Lending lebih menguntungkan dibanding investasi di sektor lain, seperti reksa dana atau deposito. Perlu Anda tahu, platform P2P Lending seperti Danain mampu memberikan imbal hasil menarik hingga 120% per tahun, minimal 8% per tahun. Jangka waktu investasi juga tergolong singkat, maksimal hanya empat bulan.

Mengagumkannya lagi, gagal bayar tidak jadi bagian dari risiko pendana. Jika peminjam ternyata gagal melunasi pinjamannya, PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan. Ingin tahu keunggulan lain yang dimiliki Danain? Lihat: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!

Bagaimana, tertarik untuk investasi di sektor P2P Lending?