Seperti yang kita tahu, P2P Lending merupakan penyelenggara layanan keuangan yang mempertemukan pendana dan peminjam dalam sebuah platform berbasis teknologi. Meski demikian, masing-masing platform P2P Lending punya metode berbeda satu sama lain dalam skema bisnisnya.

Dalam aktivitasnya, sebagian besar platform P2P Lending akan melibatkan dua pihak, yakni peminjam dana dan pendana selaku investor. Pihak peminjam di sini biasanya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pribadi yang memerlukan modal usaha namun belum tersentuh layanan keuangan, seperti perbankan.

Umumnya, perusahaan P2P Lending menggunakan metode crowdfunding atau urun dana dalam mengumpulkan pendanaan dari investor. Setelah dana terkumpul (sesuai jumlah yang diajukan peminjam), barulah dana tersebut akan disalurkan kepada pihak peminjam.

Sistem ini bisa dikatakan mirip dengan pola yang diterapkan oleh bus kota. Jika kursi sudah terisi penuh oleh penumpang, bus baru akan jalan. Sama halnya dengan platform P2P Lending kebanyakan, di mana penyaluran dana baru bisa dilakukan apabila pendanaan sudah memenuhi kuota.

Skema seperti itu sebenarnya merugikan pihak pendana dari segi waktu, sebab pendana tak punya kepastian tentang kapan dananya akan mulai bekerja. Parahnya, jika sampai batas waktu yang ditentukan kuota belum juga terisi penuh, investasi bisa terancam batal dan dana Anda akan dikembalikan seperti semula tanpa adanya keuntungan. Sia-sia, bukan?

Metode seperti di atas tidak berlaku pada platform Danain. Perlu diketahui, Danain merupakan satu-satunya platform P2P Lending yang memfokuskan diri mencari lender alias pendana dalam skema bisnisnya. Melakukan pendanaan di Danain tak ubahnya seperti menabung di bank konvensional. Namun tentu saja dengan imbal hasil yang lebih besar. Persamaan kedua layanan keuangan ini terletak pada proses dan waktu penyetoran dana yang bisa dilakukan setiap saat, tak seperti P2P Lending umumnya yang baru akan berjalan setelah kuota terpenuhi.

Di Danain, Anda bisa melakukan pendanaan setiap hari, dari Senin hingga Sabtu. Ada puluhan bahkan ratusan emas atau logam mulia yang selalu siap untuk di danai. Nominalnya pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta. Di sini, dana Anda benar-benar akan langsung bekerja, tidak lagi harus menunggu kuota penuh atau belum.

Kami masih punya segudang alasan kenapa Anda harus melakukan pendanaan atau menabung di platform Danain, seperti:

Ada agunan

Sebagian besar platform P2P Lending tidak memberikan syarat agunan pada pihak peminjam. Ini sungguh mengerikan, sebab risiko Anda sebagai pendana akan semakin besar. Jikalau ada P2P Lending yang menggunakan agunan, bisa dipastikan aset yang diagunkan tidak liquid.

Di Danain tak demikian. Danain mengharuskan pihak peminjam menyerahkan agunan berupa emas atau logam mulia kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra. Di sini, agunan yang diserahkan punya harga cenderung naik dari waktu ke waktu. Singkat kata, pendanaan Anda akan sangat aman.

Imbal hasil tinggi

Secara garis besar, melakukan pendanaan di P2P Lending memang lebih menguntungkan ketimbang berinvestasi di reksa dana atau deposito. Umumnya, perusahaan P2P Lending memberikan imbal hasil sebesar 8-20% per tahun bagi para pendananya. Tapi, lagi-lagi Danain lebih unggul dibanding platform P2P Lending yang ada saat ini. Danain mampu memberikan imbal hasil hingga 120% per tahun, minimal 8% per tahun.

Tenor pendek

Kebanyakan platform P2P Lending memang memberlakukan tenor pendanaan yang tergolong singkat. Di Danain sendiri, jangka waktu pendanaan maksimal hanya empat bulan. Meski begitu, ada satu hal yang bisa dipastikan tidak dimiliki oleh platform P2P Lending lain. Apa itu? Modal dan keuntungan sudah bisa dinikmati pendana hanya dalam hitungan hari.

Gagal bayar tidak jadi risiko pendana

Di P2P Lending pada umumnya, risiko gagal bayar akan ditanggung pihak pendana sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski demikian, ada beberapa cara yang dilakukan penyedia layanan untuk meminimalisir risiko tersebut.

Ada yang menerapkan sistem tanggung renteng, di mana pihak peminjam membentuk kelompok antara 10 sampai 15 orang. Jadi, jika suatu saat ada satu peminjam yang gagal bayar, maka anggota lainnya akan menanggung risiko tersebut. Ada pula yang bekerjasama dengan pihak asuransi. Dalam hal ini, asuransi akan menanggung sekitar 70% nilai pokok yang diinvestasikan oleh pendana. Tentu saja, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk mengklaim asuransi tersebut.

Baca juga: Ini Dia, Keunggulan P2P Lending Ketimbang Reksa Dana dan Deposito

Kedua cara mitigasi risiko tersebut pada dasarnya belum bisa menjamin keamanan pendana secara maksimal. Untuk itu, Danain punya cara yang lebih ampuh untuk mengatasi masalah tersebut. Perlu Anda tahu, gagal bayar tidak jadi bagian dari risiko pendana di Danain.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Danain bekerjasama dengan salah satu perusahaan pergadaian swasta terbesar dalam negeri, PT MAS. Di sini, PT MAS akan melakukan verifikasi dan analisa terhadap agunan yang diserahkan. Jika terjadi gagal bayar, PT MAS akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan. Ya, Anda tentu bisa tidur nyenyak tanpa harus takut kehilangan dana.

Fitur autobid

Danain juga menyediakan fitur autobid yang dapat memudahkan dan membantu pendana untuk meningkatkan keuntungan. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, pendana hanya perlu menambahkan jumlah pendanaan atau menabung di akun Danain miliknya secara rutin.

Sistem autobid Danain akan secara otomatis melakukan pendanaan ke dalam daftar yang tersedia, tentunya dengan nominal yang telah disesuaikan. Di sini, Anda hanya perlu menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif Danain Anda, tentu saja setelah peminjam melunasi pinjamannya.

Dana yang Anda miliki juga akan makin berkembang dengan adanya compounding effect atau bunga berbunga. Penjelasan sederhanannya seperti ini. Anda mendapatkan bunga dari investasi yang telah dilakukan. Bunga tersebut kemudian diinvestasikan kembali, sehingga menghasilkan bunga baru. Begitu seterusnya.

Bagaimana, siap dapatkan imbal hasil tinggi dengan nabung di Danain?