Menjadi kaya raya tentu saja jadi impian setiap manusia. Dengan kekayaan yang dimiliki, orang bisa membeli apa saja sesuai keinginan, bahkan berlibur ke mana pun tanpa harus pusing memikirkan cara mencari uang.

Di dunia ini, ada dua tipikal orang kaya. Ada yang kaya dari lahir (karena orang tuanya sudah kaya), ada pula yang kaya dari hasil kerja keras. Apapun itu, tak perlu iri dengan kekayaan yang dimiliki oleh orang lain. Sebab, mereka mendapatkan semua itu pasti dengan usaha yang tidak mudah. Termasuk bagi anak yang sudah terlahir dari keluarga kaya. Bagaimanapun, orang tua mereka tentu berusaha keras untuk memperoleh kekayaan tersebut.

Bicara kekayaan, kurang lengkap rasanya jika tak membahas sosok miliarder yang populer di dunia ini. Salah satunya sebut saja Warren Buffett. Pria 88 tahun ini tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia, dengan total kekayaan mencapai puluhan miliar US dollar.

Kekayaan yang dimiliki Buffett tidak datang begitu saja. Pada usia 11 tahun, pria kelahiran Omaha tersebut sudah mulai bermain di pasar saham. Saat itu, ia membeli tiga lembar saham Perusahaan Utilitas Cities Service. Sejak itu, Buffett terus memutarkan uangnya untuk berinvestasi hingga saat ini. Atas konsistensinya tersebut, ia pun dijuluki sebagai raja investasi.

Kegigihan Buffett dalam berinvestasi tak ayal menginspriasi banyak orang di berbagai penjuru dunia. Satu di antaranya Andika Sutoro Putra, anak mudah asal Kalimantan Barat. Suatu ketika, Putra, sapaan akrabnya, iseng berselancar di dunia maya. Ia penasaran dengan sosok-sosok orang kaya di dunia ini. Sederet nama pun muncul di layar ponselnya. Mulai dari Bill Gates, Carlos Slim, hingga Warren Buffett.

Dikutip dari Detik X, Putra menemukan satu kesamaan dari orang-orang superkaya tersebut dalam hal melipatgandakan kekayaan. Poin penting yang didapat, ternyata mereka mengeruk banyak uang melalui investasi di bursa saham. Atas dasar itu, Putra yang kala itu masih berusia belasan tahun akhirnya mengikuti jejak mereka menjadi seorang investor.

Dengan modal yang dimiliki dari hasil bisnis online, Putra meminjam nama ayahnya untuk membuka akun di perusahaan sekuritas. Modal awalnya ketika itu 10 juta rupiah. Kini, di usianya yang menginjak 24 tahun, jumlah portofolio saham yang dimilikinya telah berada di angka jutaan US dollar.

Kisah hampir sama juga dialami oleh Lo Kheng Hong, yang mendapat julukan ‘Warren Buffett Indonesia’.  Ia pernah tinggal bersama keluarga di rumah selebar empat meter yang atap dan temboknya terbuat dari papan. Saat dewasa, ia bekerja sebagai pegawai tata usaha di sebuah bank. Sebelas tahun bekerja, gaji dan jabatan Lo Kheng Hong tak kunjung naik. Tahun 1989, ia pun berkenalan dengan dunia saham dengan modal investasi sangat terbatas. Demikian dilansir Detik X.

Puluhan tahun bermain di saham, Lo Kheng Hong tetap setia dengan metode analisis fundamental ala Buffett. Agak sulit menaksir total persis kekayaan pria 59 tahun ini. Tapi, diprediksi nilainya mencapai triliunan rupiah. Kini, setiap malam Lo Kheng Hong bisa tidur nyenyak tanpa harus memikirkan cara mencari uang lagi.

Dari cerita di atas, ada satu hal yang bisa dipetik. Sosok-sosok yang disebutkan berhasil meraih kekayaan dengan cara kerja cerdas, bukan kerja keras. Mereka melipatgandakan uang yang dimiliki dengan cara berinvestasi, sehingga memperoleh pendapatan pasif.

Ingin tahu cara dapatkan pendapatan pasif? Baca: Ingin Bebas Finansial? Ketahui Dulu Perbedaan Mendasar Pendapatan Aktif dan Pendapatan Pasif!

 

Kaya dengan investasi di P2P Lending?

Anda mungkin bertanya-tanya, apakah harus berinvestasi di pasar saham untuk meraih kekayaan seperti orang-orang di atas tadi? Jawabannya, tidak juga. Masih banyak jenis investasi yang bisa mengantarkan Anda pada kekayaan. Seperti halnya Peer to Peer (P2P) Lending, instrumen investasi modern yang mengedepankan teknologi dengan imbal hasil yang besar.

P2P Lending merupakan penyelenggara layanan keuangan yang mempertemukan pendana dan peminjam dalam platform berbasis teknologi. Dari sekian banyak platform P2P Lending yang tersedia saat ini, hanya Danain yang memfokuskan diri dalam mencari lender alias pendana dalam skema bisnisnya. Selain itu, Danain juga merupakan P2P Lending pertama di Indonesia yang menggunakan emas atau logam mulia sebagai agunan.

Selengkapnya tentang keunggulan Danain, baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!

Lantas, faktor apa yang membuat Danain berpotensi besar mengantarkan seseorang pada kekayaan?

Perlu diketahui, Danain memberikan imbal hasil yang menjanjikan, minimal 8% up to 120% per tahun. Angka tersebut jelas lebih besar dibanding reksa dana atau deposito. Tak hanya itu, Danain juga memiliki compounding effect alias ‘bunga berbunga’ atau ‘bunga bergulung’. Hal tersebut tentu sangat membantu Anda dalam melipatgandakan keuntungan.

Misal: Anda menginvestasikan uang Rp 10.000.000 di awal, dengan tambahan investasi bulanan Rp 1.000.000 selama 3 tahun. Dengan imbal hasil terkecil yakni 8% per tahun, hasil yang akan Anda dapat di akhir periode adalah:

  • Total investasi selama 3 tahun : Rp 46.000.000
  • Keuntungan bunga investasi : Rp 7.508.165
  • Pengembalian investasi / ROI : 16,32 %
  • Future value (termasuk compounding effect) : Rp 53.508.165

Jumlah tersebut tentu bisa bertambah, tergantung seberapa cepat perputaran investasi Anda. Misal, jika dalam prosesnya ternyata pihak peminjam melakukan pelunasan dalam hitungan minggu bahkan hari, itu artinya imbal hasil yang didapat bisa dengan cepat pula diinvestasikan kembali. Alhasil, bunga per tahun yang Anda peroleh pun otomatis akan semakin besar.

Contoh: Jika menggunakan angka imbal hasil terbesar di Danain yaitu 120% per tahun, dengan nominal investasi dan jangka waktu yang sama, hasil yang didapat sebagai berikut:

  • Total investasi selama 3 tahun : Rp 46.000.000
  • Keuntungan bunga investasi : Rp 592.166.291
  • Pengembalian investasi / ROI : 1287,32 %
  • Future value (termasuk compounding effect) : Rp 638.166.291

Ingin tahu lebih jelas tentang compounding effect dan mencoba langsung kalkulator simulasi, buka: Compounding Effect, ‘Keajaiban Dunia Kedelapan’ yang bisa Bikin Orang jadi Kaya Raya!

 

Tips sederhana dari miliarder dunia untuk bisa kaya

Mantan CEO Google Eric Schmidt mengatakan, salah satu faktor yang bisa mengantarkan orang pada kekayaan adalah kemampuan untuk melihat peluang dan memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Kata dia,”Jika Anda mampu manfaatkan peluang di depan mata, maka besar kemungkinan Anda bisa sukses dan kaya di masa depan.”

Sementara menurut Warren Buffett, cobalah untuk tak mengikuti arus dan buat keputusan sendiri. Perlu Anda tahu, Buffet bukan termasuk orang yang senang mengikuti tren. Ia cenderung lebih suka berinvestasi pada perusahaan yang diabaikan oleh investor lain. Tak hanya itu, Buffett juga menyarankan agar selalu berhemat dan jangan mudah tergoda untuk menghabiskan keuntungan yang diperoleh dari investasi. Saran dia, investasikan kembali keuntungan yang didapat dari hasil investasi sebelumnya.

Jika berkaca pada tips para miliarder tadi, Anda mungkin bisa mengaplikasikannya dengan berinvestasi di sektor P2P Lending. Kenapa? P2P Lending merupakan instrumen investasi baru yang sangat menarik untuk di-explore. Ini peluang besar bagi Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti saran Buffett untuk tidak mengikuti arus. Misal: Jika orang sekeliling Anda banyak yang berinvestasi di sektor properti, reksa dana, atau saham, Anda mungkin bisa mencoba instrumen lain seperti P2P Lending yang juga menawarkan keuntungan menarik.

Pesan Buffett yang juga tak kalah penting: “Berinvestasilah sejak masih muda”.

Bagaimana, siap menjadi kaya dengan P2P Lending?