Pernah dengar istilah compounding effect? Jika belum, berikut kami beberkan penjelasannya.

Secara garis besar, compounding effect merupakan dampak positif dalam sebuah investasi, di mana keuntungan yang diperoleh saat investasi akan menghasilkan keuntungan lagi secara terus menerus. Compounding effect juga kerap diartikan sebagai ‘bunga berbunga’ atau ‘bunga bergulung’. Sederhananya, bunga yang diperoleh dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga bunga yang dihasilkan akan menghasilkan bunga lagi. Begitu seterusnya hingga dana berkembang secara maksimal.

Ketika mendengar kata ‘bunga-berbunga’, respon tiap orang tentulah akan berbeda satu sama lain. Bagi orang yang punya utang, mereka tentu saja akan langsung panas-dingin, sebab pikiran mereka pasti akan tertuju pada nilai utang yang bakal makin membengkak saat pengembalian.

Beda halnya dengan orang yang melakukan investasi. Istilah ‘bunga berbunga’ justru akan menjadi berkah bagi diri mereka. Saking menguntungkannya efek tersebut, seorang Albert Einstein bahkan pernah berujar bahwa compounding effect termasuk ‘keajaiban dunia kedelapan’, sebab bisa membuat orang jadi kaya dengan skema seperti itu.

Pada dasarnya, jenis investasi atau produk keuangan akan memengaruhi besar-kecilnya porsi keuntungan compounding effect. Sebagai gambaran, keuntungan yang diberikan oleh deposito berkisar di angka 4—5% per tahun, sementara tabungan bank hanya memberikan bunga rendah sekitar 0-1,7% tiap tahun, belum termasuk biaya admin.

Beda halnya jika Anda berinvestasi di industri P2P Lending. Umumnya, platform P2P Lending akan memberikan keuntungan sebesar 8-20% bagi para pendananya. Bahkan, ada P2P Lending yang dapat memberikan imbal hasil mencapai 120% per tahun, minimal 8% per tahun, seperti Danain. Dari angka tersebut, Anda tentu bisa menilai sektor apa yang paling menguntungkan untuk melakukan  pengembangan dana.

Nah, berhubung Danain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dibanding beberapa instrumen keuangan lainnya, tak ada salahnya untuk langsung mengetahui berapa besar keuntungan yang bisa didapat dengan compounding effect saat berinvestasi di platform ini.

Sebelum melakukan simulasi, ada baiknya untuk tahu lebih dulu tentang beberapa istilah yang terdapat di bawah ini:

A = Total investasi

B =  Keuntungan bunga investasi

FV = Future value / jumlah investasi di masa depan ditambah keuntungan

P = Investasi awal

PMT = Tambahan investasi bulanan

r = suku bunga per tahun (dalam desimal)

t = Jangka waktu (tahun)

Misal, Anda melakukan pendanaan di awal sebesar Rp 1.000.000 dan menabungkan uang sebagai tambahan pokok investasi sebesar Rp 500.000 tiap bulan secara rutin selama 5 tahun.

Jika dikategorikan:

P = Rp 1.000.000

PMT = Rp 500.000

r = 8% —>  8:100 = 0,08

t = 5 tahun

Untuk menghitung jumlah investasi sekaligus compounding effect selama 5 tahun, Anda bisa menggunakan rumus: FV = A + B.

Anda bisa menggunakan kalkulator compounding effect di bawah ini untuk melakukan penghitungan

Setelah melakukan penghitungan, Anda akan mendapatkan jumlah sebagai berikut:

  • Total investasi selama 5 tahun : Rp 19.000.000
  • Keuntungan bunga investasi : Rp 4.679.856
  • Pengembalian Investasi / ROI : 63 %
  • Future value (termasuk compounding effect) : Rp 23.679.856

Jadi, dalam 5 tahun, total investasi Anda ditambah dengan compounding effect menjadi: Rp 19.000.000 + Rp 4.679.856 = Rp 23.679.856

Sebagai informasi, ROI adalah Return of Investment. Untuk menghitung ROI, Anda bisa menggunakan rumus, ROI = B : A x 100 atau jika diartikan 4.679.856 : 19.000.000 x 100 = 24.63%.

Jumlah tersebut tentu saja bisa bertambah, tergantung seberapa cepat perputaran investasi Anda. Misal, jika dalam prosesnya ternyata pihak peminjam melakukan pelunasan dalam hitungan minggu bahkan hari, itu artinya imbal hasil yang didapat bisa dengan cepat pula diinvestasikan kembali. Alhasil, bunga per tahun yang Anda peroleh pun otomatis akan semakin besar.

Contoh: Jika kita menggunakan angka imbal hasil terbesar di Danain yaitu 120% per tahun, dengan nominal investasi dan jangka waktu yang sama, hasil yang didapat sebagai berikut:

  • Total investasi selama 5 tahun : Rp 19.000.000
  • Keuntungan bunga investasi : Rp 1.286.971.050
  • Pengembalian Investasi / ROI : 53 %
  • Future value (termasuk compounding effect) : Rp 1.305.971.050

Oh ya, karena jangka waktu pendanaan di Danain maksimal hanya empat bulan, Anda disarankan untuk memanfaatkan fitur autobid yang tersedia. Fitur tersebut memungkinkan Anda untuk melakukan pendanaan dalam jangka panjang, sesuai karakteristik compounding effect yang sifatnya tahunan.

Compounding effect pada dasarnya tak melulu mengutamakan nominal dana yang diinvestasikan, melainkan menitikberatkan pada waktu berinvestasi. Intinya, semakin dini Anda berinvestasi, maka semakin besar pula peluang Anda untuk menikmati hasil compounding effect.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak memutus rantai compounding effect di tengah jalan. Pasalnya, langkah tersebut akan mengurangi hasil investasi Anda secara keseluruhan.

Ada banyak investor yang gagal mempertahankan rantai compounding karena berbagai hal. Salah satunya sebut saja karena faktor bosan, di mana investasi dirasa berjalan lambat, sehingga mereka memutuskan untuk mencairkan dananya di tengah jalan.

Baca juga: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!

Secara keseluruhan, compounding effect akan sangat membantu Anda dalam meningkatkan keuntungan berinvestasi. Tak hanya itu, compounding effect juga bisa dijadikan ‘senjata’ untuk melawan inflasi yang terus menggerus nilai mata uang.

Bagaimana, sudah paham tentang compounding effect? Jika sudah, tak ada lagi alasan untuk menunda berinvestasi. Mulailah sisihkan penghasilan Anda tiap bulan dengan porsi: 70% untuk kebutuhan sehari-hari, 10% ditabung untuk dana darurat, dan 20% untuk investasi.