Perkembangan teknologi membuat sejumah aspek kehidupan mulai beralih ke arah digital. Salah satu fenomena yang telah terjadi sebut saja terkait alat pembayaran. Jika dulu orang memakai uang tunai untuk melakukan pembayaraan, saat ini, sudah banyak orang memanfaatkan layanan digital untuk melakukan aktivitas tersebut.

Secara garis besar, pembayaraan secara digital memang punya sejumlah keuntungan dibanding pembayaran secara tunai. Beberapa di antaranya sebut saja karena praktis, nyaman, cepat, transaksi lebih aman, dan bisa digunakan untuk berbagai layanan.

Di Amerika Serikat sana, hampir sepertiga masyarakat menilai bahwa membayar dengan uang tunai sudah ketinggalan zaman. Sekitar 29% mengatakan, mereka tidak pernah melakukan pembelian dengan uang tunai. Angka tersebut naik 5% dari tahun 2015.

Menurut PEW Research Center, jumlah orang Amerika yang melakukan pembayaran secara tunai turun dari 24% pada 2015 menjadi 18% pada 2018 lalu. Demikian dilansir CNBC.

Baca juga: Awas, 5 Hal Sepele ini Tanpa Disadari Bikin Uang Cepat Habis!

Di sisi lain, makin menjamurnya penyedia aplikasi pembayaran non tunai juga membuat posisi uang tunai saat ini kian tergeser. Padahal, melakukan pembayaran secara tunai punya sederet manfaat yang sangat tak terduga, seperti:

Turunkan berat badan

Jika ingin turunkan berat badan dengan cara mudah, cobalah untuk biasakan diri melakukan pembayaran dengan uang tunai. Kok bisa?

Diungkapkan ilmuwan sekaligus penulis buku “Slim By Design” Dr. Brian Wansink, membiasakan diri membayar dengan uang tunai benar-benar mampu menurunkan berat badan. Kata dia, orang-orang yang bertahan dengan uang tunai umumnya membeli lebih sedikit soda dan makanan penutup di tempat kerja. Sementara orang yang membayar secara digital atau dengan cara menggesek cenderung mudah tergoda untuk membeli makanan yang tidak sehat.

Karena itu, Wansink menyarankan agar Anda berkomitmen untuk tidak melakukan pembayaran secara digital ketika berada di tempat makan. Dengan begitu, konsumsi kalori Anda bisa ditekan.

Pertajam keterampilan negosiasi

Ingin pertajam keterampilan negosiasi? Jika ya, cobalah biasakan diri untuk membayar dengan uang tunai!

Miliarder Mark Cuban menuturkan, melakukan pembayaran secara tunai merupakan cara ampuh untuk mengasah kemampuan negosiasi. Misal, jika ingin membeli sesuatu, bawalah uang tunai. Jadi, bila penjual memberikan harga tinggi, Anda bisa menawar dengan harga yang lebih rendah. Skema seperti ini tentu saja tak bisa dilakukan apabila Anda melakukan pembayaran secara digital.

“Bernegosiasi dengan uang tunai adalah cara yang baik untuk mendapatkan pengembalian investasi Anda,” jelas Cuban.

Baca juga: Mumpung Masih Awal Bulan, ini 5 Langkah Cerdas untuk Stabilkan Kondisi Keuangan!

Bantu berhemat

Para ahli menjelaskan, melakukan transaksi secara tunai bisa membantu Anda untuk menghemat pengeluaran. Diungkapkan mereka, secara psikologis, menyerahkan uang tunai ketika membayar sesuatu akan lebih terasa ketimbang melakukan pembayaran secara digital atau dengan cara menggesek.

Sebaliknya, membayar secara digital atau menggunakan kartu kredit atau debit terasa kurang nyata, sebab Anda tidak merasa ‘kehilangan’ uang dan hanya akan melihat tagihannya. Alhasil, Anda dapat dengan mudah memakai aplikasi pembayaran atau kartu yang ada tanpa pikir panjang dan bahkan terkadang bisa lupa kalau Anda telah membeli sesuatu.

Solusi terbaik, tariklah sejumlah uang untuk keperluan selama seminggu atau sebulan dan berkomitmenlah untuk hanya menghabiskan uang tersebut. Langkah ini bisa menghindarkan Anda dari pengeluaran-pengeluaran yang sejatinya tidak diperlukan.

 

Fakta pembayaran digital di Indonesia

Beberapa waktu lalu, Morgan Stanley melakukan riset terkait pembayaran digital di Indonesia. Fakta yang ditemukan, terjadi kenaikan pengguna dan transaksi pembayaran digital di Tanah Air. Lembaga tersebut juga memprediksi bahwa jumlah transaksi pada tahun 2027 mendatang akan mencapai 50 miliar dolar AS.

Sepanjang 2018, nilai transaksi uang elektronik telah menyentuh angka Rp 47,19 triliun, menurut data Bank Indonesia (BI). Sebagaimana dilansir Bisnis.com, angka itu meningkat empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 12,37 triliun.

Riset yang dilakukan juga mengungkap, dari 1.582 responden yang terlibat, 20% di antaranya lebih memilih menggunakan pembayaran digital dari perusahaan financial technology (fintech) ketimbang milik bank, e-commerce, atau perusahaan telekomunikasi. Peningkatan jumlah transaksi tersebut disebabkan karena beberapa hal, seperti banyaknya diskon yang ditawarkan oleh penyedia jasa pembayaran elektronik, pertumbuhan kerjasama toko dengan pembayaran digital, hingga munculnya tempat parkir yang hanya menerima pembayaran secara non tunai.

Baca juga: Dukung Program Inklusi Keuangan, Danain Ajak Masyarakat Menabung di P2P Lending!

Sementara itu, penggunaan dompet digital milik perusahaan fintech patut mendapatkan perhatian lebih, sebab 90% responden mengaku menggunakan layanan tersebut. Menurut data, dompet digital digunakan oleh masyarakat untuk beberapa kali transaksi dalam satu bulan.

Bagaimana dengan Anda, masih menggunakan uang tunai untuk melakukan pembayaran atau sudah beralih ke pembayaran digital?