Mengelola keuangan itu susah-susah gampang. Ada orang yang cerdas mengelolanya, ada pula yang sembarangan mengaturnya. Kedua hal itu tentu punya konsekuensinya masing-masing.

Jika pandai mengelolanya, kondisi keuangan akan tetap stabil dan bukan tak mungkin akan meraih kebebasan finansial di masa yang akan datang. Sebaliknya, jika asal-asalan, kehidupan akan selalu dihantui oleh kecemasan, sebab penghasilan yang didapat tak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Faktanya, setiap orang punya cara masing-masing dalam hal mengelola keuangan. Mereka akan mengeluarkan uang dan menjalani gaya hidup yang menurut mereka benar dan membuat nyaman, meskipun sebenarnya secara prinsip pengelolaan keuangan hal seperti itu tak dibenarkan. Sementara itu, menstabilkan finansial juga tak melulu bicara berhemat. Ada beberapa faktor lain yang sejatinya bisa jadi penunjang.

Lantas, langkah cerdas seperti apa yang harus diterapkan untuk stabilkan kondisi keuangan setiap bulan? Berikut ulasan lengkapnya, seperti dilansir Lifehack!

Hati-hati pada setiap pengeluaran

Untuk stabilkan kondisi keuangan bulanan, berhati-hatilah pada setiap pengeluaran. Tak hanya yang kecil, tapi juga pada pengeluaran-pengeluaran dengan nominal besar.

Setiap menerima gaji, cobalah buat daftar pengeluaran yang dikeluarkan rutin setiap bulannya, mulai dari belanja bulanan, biaya transportasi, hingga asuransi jika ada. Setelah punya daftar tersebut, mulailah memilah pos-pos mana saja yang pengeluarannya bisa ditekan. Misal: jika Anda terbiasa membawa mobil setiap kali beraktivitas, mulailah ganti dengan naik transportasi umum yang lebih hemat biaya.

Begitu pun dengan pengeluaran yang sifatnya kecil. Contoh: Anda kerap membeli air mineral saat beraktivitas, katakanlah Rp 5.000 hingga Rp 10.000 setiap harinya. Bayangkan, berapa uang yang Anda habiskan dalam sebulan untuk pengeluaran tersebut! Ketimbang membeli, ada baiknya mulai berhemat dengan membawa air sendiri dari rumah.

Baca juga: Hati-hati, ini 5 Tanda Kondisi Keuangan Anda Tidak Sehat, Segera Perbaiki!

Bersabar saat ingin sesuatu yang besar

Terkadang, ketika melihat sesuatu, seseorang biasanya punya keinginan untuk memilikinya saat itu juga. Itulah yang dinamakan impulsif dan merupakan suatu hal yang wajar bagi manusia. Tapi, jika bicara pengeluaran, hal seperti itu berpotensi besar mendatangkan masalah bagi kehidupan finansial.

Contoh kasus, di saat Anda menginginkan sepeda motor baru. Anda mungkin punya motor, namun karena sudah beberapa tahun, motor tersebut butuh pemeliharaan ekstra, sehingga Anda harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya perawatan.

Dalam kondisi tersebut, tangan Anda ‘gatal’ ingin membeli sepeda motor baru. Anda pun mulai mencari-cari info terkait kendaraan yang diinginkan. Anda mungkin berpikir bisa menjual motor lama, kemudian menjadikan uang hasil jual tersebut sebagai uang muka membeli motor baru.

Dalam situasi seperti itu, Anda dituntut bijak dalam mengambil keputusan. Sarannya, cobalah ambil waktu untuk berpikir apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Kenapa demikian? Sebab mungkin saja keinginan saat itu hanya obsesi sementara yang mengelabui pikiran Anda.

Sebelum ambil keputusan, tunggulah sampai dua hingga tiga bulan ke depan. Lihat, apakah obsesi tersebut masih bertahan atau tidak! Dalam banyak kasus, seringkali orang baru menyadari bahwa keinginan seperti itu sama sekali tidak dibutuhkan. Alhasil, pengeluaran impulsif pun bisa dihindari.

Hidup sederhana

Poin penting selanjutnya untuk stabilkan kondisi keuangan adalah dengan terapkan gaya hidup sederhana. Jangan pernah menjalani hidup “Besar pasak daripada tiang”.

Meskipun Anda mengalami kenaikan gaji di kantor, bukan berarti Anda bisa sesuka hati menggunakan uang yang diterima tanpa pengelolaan yang tepat. Sekalipun gaji Anda naik, cobalah untuk tetap hidup sederhana agar keuangan bulanan Anda tetap stabil dan terjaga.

Selalu ingat pepatah lama,”Hemat pangkal kaya”.

Belanja cermat

Makanan adalah salah satu pengeluaran terbesar setiap bulannya. Jika Anda tak berhati-hati terhadap pengeluaran tersebut, kantong berpotensi besar akan jebol sebelum akhir bulan. Solusinya, belanjalah dengan cermat. Caranya?

Buatlah daftar belanja untuk mempermudah pembelian ketika berada di supermarket. Jangan pernah membeli produk yang tidak masuk dalam daftar pembelanjaan untuk menghindari pemborosan. Yang tak kalah penting, jangan pernah belanja dengan perut kosong, sebab hal tersebut dapat memicu Anda membeli makanan siap saji yang terpajang di dalam toko.

Langkah terbaik, makanlah sebelum pergi ke supermarket agar pikiran Anda lebih jernih ketika berbelanja. Ingat, rasa lapar mungkin saja akan memengaruhi Anda saat mengambil sebuah keputusan.

Baca juga: Catat, 5 Resolusi Keuangan 2019 ini Bikin Kehidupan Finansial Anda Semakin Sehat!

Batalkan keanggotaan gym Anda

Apakah Anda punya rencana melakukan gym untuk menjaga kondisi fisik agar tetap bugar? Jika ya, coba pikir ulang keinginan Anda tersebut! Alih-alih mengeluarkan uang untuk membayar keanggotaan gym yang lumayan besar, akan lebih baik jika Anda memilih cara yang lebih hemat, seperti menyaksikan tayangan latihan di dunia maya atau memanfaatkan fasilitas yang ada taman kota untuk berolahraga. Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas keuangan Anda.

Ya, setidaknya, itulah 5 langkah cerdas untuk stabilkan kondisi keuangan bulanan Anda, meskipun sebenarnya masih banyak cara lain yang bisa Anda lakukan untuk melancarkan tujuan tersebut.

Di sisi lain, penting juga bagi Anda agar rutin menyisihkan penghasilan yang diterima tiap bulan untuk berinvestasi. Dengan berinvestasi, kebebasan finansial pun bisa Anda raih di masa depan. Ingin tahu jenis investasi yang tepat untuk Anda di era modern seperti sekarang? Baca: Investasi itu Banyak Macamnya, ini 7 Jenis Investasi Paling Populer di Indonesia!