Blog

Tips Mengatur Keuangan saat Wabah Covid-19, Berhenti Menabung!

tips_mengatur_keuangan_saat_wabah_covid_19

Virus corona atau Covid-19 telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Masing-masing negara telah menerapkan sejumlah kebijakan, mulai dari pembatasan jalur penerbangan, pembatasan interaksi di masyarakat (menutup sekolah, restoran, dan membatalkan perhelatan olahraga), hingga yang paling ekstrem sebut saja lockdown.

Tujuan dari kebijakan itu sangat jelas, yakni untuk mencegah penyebaran virus corona yang makin tinggi. Meski begitu, langkah tersebut juga punya dampak yang signifikan terhadap perekonomian.

Di Tanah Air, misalnya. Dampak Covid-19 bisa terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang tertekan, investor asing di pasar uang dan pasar modal yang terus menarik dananya dari Indonesia, menurunnya sektor pariwisata, hingga industri manufaktur yang terganggu karena menipisnya bahan baku. Bahkan, sejumlah laporan menyebutkan bahwa sudah ada beberapa orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini. 

Baca juga: Di Rumah Selama 2 Minggu Akibat Virus Corona? Lakukan ini agar tetap Produktif!

Bicara Covid-19 kaitannya dengan ekonomi, kurang lengkap rasanya jika tak mengulas dampak keuangan bagi masing-masing individu. Maklum, akibat aktivitas yang berlangsung tidak normal seperti saat ini, perencanaan keuangan otomatis akan ikut terganggu. Karenanya, dibutuhkan penyesuaian yang tepat dalam hal pengelolaan finansial.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Penasihat keuangan biasanya menyarankan untuk menyisihkan 10-15 persen penghasilan untuk simpanan masa depan atau dana pensiun. Tapi, dalam situasi seperti saat ini, mungkin waktunya untuk mengurangi atau menghentikan sementara kontribusi ke tabungan dana pensiun, terlebih jika kamu tak memiliki cadangan dana darurat.

“Jika dalam 3-6 bulan terakhir kamu tak memiliki dana darurat, sebaiknya hentikan sementara kontribusi ke rekening pensiun,” ujar perencana keuangan bersertifikat di Betterment, Nick Holeman.

Alokasikanlah uang yang biasanya disimpan untuk dana pensiun, kemudian masukkan ke dalam rekening untuk dana darurat. Demikian dijelaskan Holeman, sebagaimana dilansir CNBC.

Baca juga: Apakah Platform Danain Terdampak Wabah Virus Corona?

Dalam hal ini, Holeman tetap mengingatkan bahwa menyetop kontribusi dana pensiun bukanlah hal yang ideal. Meski begitu, lanjut dia, keadaan ini hanya bersifat sementara dan jangka pendek.

“Kamu bisa berkomitmen untuk menyisihkan dana pensiun kembali setelah situasi membaik,” ungkapnya.

Sangat penting untuk memiliki dana darurat yang cukup di kondisi seperti saat ini. Terlebih jika kamu memiliki penghasilan yang tidak tetap, seperti pekerja lepas.

Di sisi lain, tambah Holeman, memiliki dana darurat juga bisa memberikan ketenangan pikiran bagi seseorang. Hal itu sangat dibutuhkan di tengah siklus berita yang sangat menakutkan belakangan ini.

“Ketika kamu selalu khawatir tentang bagaimana akan membayar pengeluaran tak terduga, seperti untuk obat atau perbaikan kendaraan, pikiran kamu bisa terus menerus dalam keadaan stres,” pungkas Holeman.

Baca juga: Kakeibo, Cara Mantap Mengatur Uang ala Orang Jepang, Bisa Ditiru!

Selain memindahkan tabungan pensiun ke dana darurat, penting juga bagi kamu untuk memangkas sejumlah pengeluaran yang tidak begitu penting dalam kondisi seperti sekarang, seperti langganan majalah atau keanggotaan gym.

Buatlah daftar biaya yang selama ini kamu keluarkan. Pangkas beberapa di antaranya, kemudian masukkan ke dalam dana darurat. Ingat, pemotongan ini hanya bersifat sementara, kamu bisa gunakan lagi saat situasi kembali normal.

Di sisi lain, tagihan makan di luar atau hiburan kamu mungkin akan turun secara drastis, mengingat sejumlah negara telah memberlakukan pembatasan sosial. Gunakan ‘keuntungan’ itu memenuhi kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Bagaimana, siap menerapkan protokol keuangan yang telah dijelaskan di atas?

Leave a Reply