“Saya mencoba Kakeibo, seni menghemat uang ala orang Jepang. Itu benar-benar mengubah cara saya dalam menghabiskan uang,” ujar penulis buku “Kaizen: The Japanese Secret to Lasting Change”, Sarah Harvey.

Pada 2017, Harvey memutuskan berhenti dari pekerjaannya di London dan pindah ke Jepang. Ia mengaku menikmati pekerjaan barunya dan punya kehidupan sosial yang sangat hebat. Meski begitu, ia tetap menginginkan sesuatu yang baru dan berbeda di tempat barunya itu.

Setelah tinggal di Tokyo selama enam bulan, Harvey sangat terpesona dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di sana. Ia pun tergerak untuk memperbaiki gaya hidup, khususnya terkait kebiasaan belanja yang sembrono dan impulsif.

“Jadi, ketika saya mendengar tentang metode penganggaran Jepang yang bernama Kakeibo, saya tertarik dan langsung mencobanya,” jelas dia.

Apa itu Kakeibo?

Kakeibo, diucapkan “kah-keh-boh,” diterjemahkan sebagai “Buku besar keuangan rumah tangga.” Diciptakan pada tahun 1904 oleh seorang wanita bernama Hani Motoko, yang terkenal sebagai jurnalis wanita pertama di negara tersebut.

Menurut pengakuan Harvey, dirinya punya kebiasaan belanja ketika ia merasa bosan, stres, atau sedang tidak bahagia. Ia juga kerap belanja saat merasa bahagia atau dalam perayaan tertentu, dengan kecenderungan di atas kemampuannya.

Diakuinya, mengubah kebiasaan finansial yang buruk bukanlah hal yang mudah. Butuh niat yang kuat untuk bisa melepaskannya. Untungnya, selama 116 tahun terakhir, Kakeibo dinilai efektif dalam membantu orang mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas.

Tak butuh teknologi, hanya catatan dan pena

Sama halnya dengan sistem penganggaran pada umumnya, ide di balik Kakeibo adalah untuk membantu seseorang memahami hubungan dirinya dan uang, dengan cara membuat buku besar yang berisi pemasukan dan pengeluaran.

Menariknya, Kakeibo tak melibatkan perangkat lunak, aplikasi, atau lembar Excel. Kakeibo lebih menekankan pentingnya menulis secara fisik – sebagai cara meditatif untuk memroses dan mengamati kebiasaan berbelanja. 

Baca juga: Penting, ini 7 Tips Cerdas Mengatur Keuangan bagi Para Pekerja Lepas!

Penelitian telah membuktikan bahwa menulis dengan tangan punya manfaat yang sangat baik. Di antaranya bisa membantu kamu melakukan perubahan positif dengan mendorong diri untuk lebih hadir dan peduli, sambil mengakui bahwa ada sejumlah kebiasaan buruk yang telah dilakukan selama ini.

Menurut metode Kakeibo, kamu harus bertanya pada diri sendiri sebelum memutuskan membeli barang. Kenapa demikian? Sebab mungkin saja dorongan belanja itu muncul karena keinginan, bukan kebutuhan.

Berikut beberapa pertanyaan tersebut:

  • Bisakah aku hidup tanpa barang itu?
  • Berdasar kondisi keuangan saat ini, mampukah aku membelinya?
  • Apakah aku benar-benar menggunakan barang itu?
  • Apa aku punya tempat untuk menyimpan barang itu?
  • Di mana pertama kali aku melihat dan menginginkan barang itu? (Lewat iklan di majalah atau saat melewati toko suvenir?)
  • Seperti apa kondisi emosiku hari ini? (Tenang atau tertekan?)
  • Bagaimana perasaanku jika nanti membelinya? (Akan senang? Berapa lama perasaan tersebut akan bertahan?)

 

Harvey menuturkan, Kakeibo sangat efektif membantunya tetap bijak dalam mengambil keputusan finansial, sementara metode lain yang pernah ia coba sebelumnya tak demikian. Kakeibo membuatnya berpikir dua kali saat ingin membeli sesuatu. Di saat bersamaan, ia pun mencari alasan yang masuk akal untuk melakukan pembelian.

Baca juga: Agar Terhindar dari Masalah, ini 5 Tips Cerdas Atur Keuangan Bersama Pasangan!

“Dengan metode ini, saya akhirnya bisa menaklukkan rasa takut untuk benar-benar jujur tentang kebutuhan dan keinginan,” terangnya.

Meski begitu, Harvey mengatakan bahwa Kakeibo tidak dirancang untuk menghilangkan semua kebahagiaan dalam hidup seseorang. Poinnya, jika kamu merasa sedih tentang sesuatu dan merasa ada barang dengan harga wajar yang bisa dibeli untuk perbaiki suasana hati, maka belilah. Kamu tak perlu mengubah kebiasaan finansialmu secara drastis, melainkan secara bertahap.

 

Tips belanja dengan bijak

Untuk mendapat hasil yang signifikan dalam menabung, penting bagi kamu untuk selalu berkomitmen dalam mengajukan pertanyaan yang tepat sebelum melakukan pembelian.

Berikut sejumlah strategi Kakeibo yang bisa kamu terapkan untuk memastikan pembelanjaan bijak:

Tinggalkan barang 24 jam

Setelah kamu melihat dan ingin membeli suatu barang, tinggalkanlah selama 24 jam. Waktu tersebut cukup untuk memastikan apakah barang tersebut keinginan atau kebutuhan. Jika kamu masih memikirkannya keesokan hari dan kamu mampu membelinya, maka lakukanlah pembelian. Kamu akan merasa puas dengan keputusan itu.

Jangan tergoda diskon

Banyak orang yang membeli barang karena alasan diskon. Padahal, barang tersebut belum tentu juga dipergunakan. Pemborosan pun terjadi. Untuk menyiasatinya, tanyakanlah pada diri sendiri apakah barang tesebut dibutuhkan atau tidak. Pertanyaan lain: apakah kamu akan tetap membelinya dengan harga normal?

Periksa rekening secara rutin

Kebiasaan ini akan membantu kamu merasa lebih memegang kendali atas keuangan secara keseluruhan. Itu karena kamu akan fokus pada berapa banyak uang yang dikeluarkan. Awalnya memang tak mudah, tapi hal ini bisa mengurangi kekhawatiran kamu di kemudian hari.

Pakai uang tunai

Belanja pakai uang tunai akan membuatmu lebih sadar dengan apa yang dibeli dan mempermudah pencatatan. Cobalah mengambil sejumlah uang tunai untuk digunakan selama seminggu dan disiplinlah menggunakan uang tersebut.

Baca juga: Mumpung Masih Awal Bulan, ini 5 Langkah Cerdas untuk Stabilkan Kondisi Keuangan!

Buat sebuah pengingat

“Teman saya datang dengan ide brilian. Ia menempelkan stiker di kartu debit dan kreditnya yang bertuliskan ‘Apa kamu BENAR-BENAR membutuhkannya?’, ungkap Harvey.

Dengan adanya pengingat tersebut, lanjut Harvey, kamu akan lebih cerdas dalam mengambil keputusan.

Ubah lingkungan penyebab kebiasaan belanja

Jika kamu sering belanja gara-gara melihat iklan yang kerap dikirim lewat email atau akun Instagram tertentu, segeralah berhenti berlangganan dan berhenti mengikuti. Atau jika kamu sering belanja lantaran ingin membunuh waktu, coba gunakan waktu itu dengan melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan di taman atau membaca.

 

Konsep Kakeibo adalah tentang menggunakan kesadaran untuk mengurangi pembelian yang mungkin hanya memberikan kebahagiaan sementara untuk dirimu. Diungkapkan Harvey, tindakan pembelanjaan dan tabungan saling terkait satu sama lain. Perubahan kecil yang ia buat punya efek kumulatif pada rekeningnya.

“Dengan Kakeibo, tabungan saya tumbuh sangat cepat ketimbang yang dibayangkan. Yang lebih penting lagi, saya merasa lebih bijak dalam mengambil keputusan, terutama dalam menginvestasikan uang saya untuk hal-hal yang lebih penting,” pungkasnya seperti dilansir CNBC.

Bagaimana, tertarik menerapkan metode Kakeibo dalam kehidupan sehari-hari?