Menjadi single mother atau orang tua tunggal bukan perkara mudah. Kondisi ini bisa jadi sangat sulit dan melelahkan dalam banyak hal. Tantangan terbesar yang mungkin saja dihadapi oleh seorang single mother sebut saja perihal keuangan.

Terkait hal itu, para ahli menyarankan agar para single mother membuat rencana yang tepat, sehingga masalah keuangan bisa dikelola dengan mudah. Dari membuat anggaran hingga mengambil keuntungan dari asuransi, ada banyak cara yang bisa dilakukan single mother untuk memaksimalkan dana yang dimiliki.

Berikut sederet langkah yang bisa dilakukan seorang single mother untuk bisa mandiri secara finansial:

Buat anggaran

Seorang single mother harus punya gagasan yang jelas tentang semua arus kas, baik itu pemasukan atau pengeluaran. Diungkapkan co-founder dan chief operating officer Groww, Harsh Jain, arus pemasukan meliputi gaji, jumlah bantuan yang diterima, pendapatan sewa properti, tunjangan jika ada, dan lain sebagainya.

“Sementara arus keluar meliputi semua biaya pinjaman, utang, hipotek, atau biaya gaya hidup,” jelasnya.

Baca juga: Wanita, ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau ingin Mandiri secara Finansial!

Membuat anggaran akan membantu para single mother untuk menguasai keuangan mereka, serta membuat mereka memiliki gagasan yang jelas tentang berapa banyak uang yang bisa dibelanjakan. 

Bangun jaring pengaman untuk anak-anak

Penting bagi para single mother untuk membangun jaring pengaman bagi anak-anak mereka. Seseorang bisa mengalokasikan sejumlah uang tertentu untuk polis asuransi berjangka.

“Ini merupakan bentuk dukungan besar bagi kesejahteraan anak di masa depan. Begitu sumber pendapatan telah diidentifikasi, penting untuk mengalokasikan anggaran dan menciptakan jaring pengaman. Mereka harus punya asuransi jiwa dan kesehatan yang memadai untuk memastikan keamanan finansial maksimum,” terang pendiri dan CEO ClearTax, Archit Gupta.

Siapkan dana darurat

Dana darurat bisa sangat membantu dalam memenuhi tujuan jangka pendek. Selain itu, dana ini juga sangat diperlukan jika tiba-tiba kamu kehilangan pekerjaan atau butuh dana mendadak untuk keperluan medis.

“Idealnya, dana darurat bernilai setara biaya hidup sekitar 6 bulan. Simpan dana ini di tempat yang mudah untuk diakses,” terang Jain, sebagaimana dilansir CNBC TV. 

Baca juga: Ingin Kehidupan Finansial lebih Sehat di 2020? Terapkan 5 Langkah ini!

Masa depan yang aman

Penting bagi orang tua tunggal untuk berinvestasi dengan stabil dalam jangka panjang. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pribadi, seperti dana pensiun, pendidikan anak, membeli rumah, dan lain sebagainya. Para ahli menyarankan untuk memulainya dari nominal yang kecil, lalu meningkatkannya secara perlahan.

Investasikan dengan bijak

Kepala Produk Tata Asset Management Shaily Gang menyarankan, pilihlah produk investasi yang sesuai dengan profil risiko, persyaratan arus kas, cakrawala investasi, dan biaya yang rendah. 

Baca juga: Ibu Rumah Tangga, Ini Jenis Investasi yang Cocok dan Menguntungkan buat Kamu!

Alokasi yang tepat harus dibuat untuk tujuan pribadi, kesehatan anak, dan kebutuhan finansial untuk mengendalikan keuangan. Pastikan juga untuk memperhitungkan tingkat inflasi.

“Mungkin sulit untuk mempertahankan rencana keuangan yang sehat di saat volatilitas. Tapi, penting untuk tetap menyisihkan 20 persen penghasilan untuk investasi secara cerdas dan aman,” pungkas Kepala Edelweiss Personal Wealth Advisory, Rahul Jain.