Ibu rumah tangga kerap diibaratkan menteri keuangan dalam keluarga. Tak hanya dituntut untuk cekatan dalam mengurus rumah tangga, mereka juga dituntut untuk cerdas dalam mengelola keuangan.

Selama ini, sebagai ibu rumah tangga, kamu mungkin masih mengandalkan tabungan untuk mengamankan dana yang ada. Di satu sisi, perilaku tersebut memang dibenarkan, karena kamu bisa mengambil uang tabungan kapan pun, terlebih jika ada keperluan yang mendadak.

Tapi, yang perlu dipahami, jika uang yang kamu tabung jumlahnya cukup besar, hal itu justru sangat disayangkan. Pasalnya, uang yang mengendap di bank hanya akan menghasilkan bunga rendah dan itu akan membuat uangmu rentan tergerus inflasi.

Seperti ini penjelasan sederhananya. Bunga tabungan yang diberikan bank hanya berkisar di angka 0-1,7% tiap tahunnya. Sedangkan tingkat inflasi di Indonesia berkisar di angka 4% tiap tahun. Angka itu jelas menunjukkan bahwa bunga dari bank masih terbilang kecil ketimbang inflasi yang terjadi.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Bagi kamu yang memiliki jumlah tabungan cukup besar, cobalah untuk berinvestasi dengan menyisihkan sebagian uangmu. Bagi yang jumlah tabungannya normal, mulailah berinvestasi.

Ada banyak jenis investasi yang bisa kamu lakukan, mulai dari investasi saham, obligasi, emas, reksa dana, atau properti. Namun, dari beberapa jenis tersebut, investasi P2P Lending yang paling cocok dan menguntungkan buat kamu.

Keuntungan investasi P2P Lending

Konsep investasi P2P Lending sangat sederhana. Kamu sebagai pendana akan dipertemukan dengan peminjam melalui platform yang tersedia. Setelah memilih siapa yang akan didanai, pihak peminjam akan mengembalikan pokok beserta bunga yang telah disepakati sesuai jangka waktu pinjaman.

Alasan lain kenapa investasi P2P Lending cocok buat kamu adalah karena kemudahannya. Kamu bisa berinvestasi kapan pun dan di mana pun  hanya dengan gadget yang kamu punya. Artinya, kamu bisa melakukannya di rumah, di sela-sela mengurus rumah tangga.

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Fintech P2P Lending dengan Payday Loan

Ada beberapa keuntungan yang ditawarkan investasi P2P Lending. Salah satunya imbal hasil tinggi, di mana bisa mencapai 120% per tahun, minimal 8% per tahun. Jumlah itu jelas lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa jenis investasi yang disebutkan di atas tadi. Selain itu, kamu juga bisa menyebarkan dana yang dimiliki ke berbagai pinjaman dengan tenor pendek maksimal empat bulan, bahkan bisa harian.

Satu hal yang tak kalah penting, investasi kamu terjamin keamanannya, karena pihak peminjam menyerahkan agunan berupa emas atau logam mulia yang harganya cenderung naik. Jika terjadi gagal bayar dari si peminjam, pokok dan bunga kamu akan tetap dikembalikan. Ya, itu sederet keuntungan jika kamu berinvestasi di Danain.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berinvestasi:

Izin suami

Sebelum berinvestasi, ada baiknya untuk meminta izin terlebih dahulu kepada suami. Sampaikan keinginan kamu tersebut secara sopan. Komunikasi yang baik dengan suami bisa mencegah hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.

Pastikan kondisi keuangan sehat

Memastikan kondisi keuangan dalam keadaan sehat (minimal tidak ada utang) juga penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Selain itu, ada baiknya juga jika kamu sudah memiliki dana cadangan yang besarnya minimal tiga kali dari jumlah pengeluaran tiap bulan. Di sini, peran tabungan tetap diperlukan untuk keperluan mendesak.

Tentukan tujuan investasi

Tentukanlah tujuan kamu dalam berinvestasi. Apakah untuk jangka panjang atau jangka pendek. Biasanya, ibu rumah tangga akan memprioritaskan investasinya untuk kepentingan keluarga, seperti untuk biaya melahirkan atau pendidikan anak.

Sekadar informasi, kenaikan biaya pendidikan anak bisa mencapai 10%-15% per tahun. Lagi-lagi, investasi bisa jadi jalan keluar untuk mengejar inflasi yang terjadi.

Tak perlu minta dana tambahan

Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah perlu minta uang tambahan pada suami untuk berinvestasi? Jawabannya, tidak perlu. Kamu bisa manfaatkan sisa uang belanja, sisa anggaran bulanan secara keseluruhan, atau uang yang diberikan secara khusus oleh suami. Kumpulkan sisa-sisa uang tersebut hingga dirasa cukup untuk modal berinvestasi.

Siap untuk berinvestasi?