Dalam dunia kerja, sering kita mendengar istilah workaholic. Secara garis besar, workaholic bisa diartikan sebagai kondisi seseorang yang mementingkan pekerjaan secara berlebihan, sehingga kerap mengabaikan aspek kehidupan yang lainnya.

Bicara workaholic, ada fakta menarik yang perlu kamu tahu. Ternyata, seseorang yang workaholic tak melulu adalah pekerja yang andal alias berkinerja tinggi. Kok bisa?

Contoh kasus: jika kamu atau teman kantormu adalah orang pertama yang tiba di kantor paling pagi dan pulang paling terakhir setiap hari, itu tak melulu adalah seorang pekerja yang berkinerja baik. Bahkan, itu juga tak berarti bahwa orang tersebut bekerja dengan baik.

Bekerja ‘gila-gilaan’ dalam waktu yang panjang dan mengerahkan 110 persen tenaga setiap hari tentu akan menyebabkan kelelahan. Seorang pembicara bernama Julien Gordon mengungkapkan, terdapat perbedaan besar antara seorang workaholic dan pekerja andal.

Baca juga: Penting, ini 7 Tips Cerdas Mengatur Keuangan bagi Para Pekerja Lepas!

Dalam unggahannya di LinkedIn pada 2014 lalu, Gordon mengatakan bahwa workaholic beda tipis dengan pekerja andal. Akan tetapi, keduanya punya perbedaan mencolok dari segi hasil.

Berikut 5 perbedaan mendasar antara workaholic dan pekerja andal, sebagaimana dilansir Business Insider:

Prioritas pekerjaan

Seorang workaholic punya kesulitan untuk membedakan pekerjaan yang harus diprioritaskan, sementara pekerja andal paham betul kapan dan bagaimana harus mengerahkan energi dengan cara yang lebih berkelanjutan.

“Pekerja andal bekerja keras dengan cara yang sehat dan selalu merasa bahagia. Sedangkan workaholic bekerja keras dengan cara tidak berkelanjutan, sehingga merasa tidak bahagia bahkan kehabisan tenaga,” ujar Gordon.

Baca juga: Akhir Pekan Tiba, Atasi Stres di Tempat Kerja dengan 3 Hal ini!

Pengakuan

Seorang yang workaholic umumnya terus berusaha mendapatkan validasi atau pengakuan dari atasan atau koleganya. Sementara itu, pekerja andal tahu batasan dan melakukan evaluasi diri secara berkala untuk terus memperbaiki diri mereka.

Kesibukan

Perbedaan juga bisa dilihat sisi kesibukan. Orang yang workaholic akan mengisi setiap waktu dengan pekerjaan karena mereka merasa tak nyaman ketika tidak melakukan apa-apa. Waktu luang mereka sangat sedikit. Alih-alih proaktif dengan pekerjaan, orang yang workaholic justru reaktif terhadap apapun yang muncul sepanjang hari.

Bagaimana dengan pekerja andal?

Mereka berfokus pada hasil lewat upaya yang sangat matang. Mereka disiplin dengan pekerjaan dan waktu, serta pandai memilah tugas mana yang paling penting.

Makna kesuksesan

Pekerja andal punya definisi yang jelas tentang kesuksesan dan cara untuk mencapainya. Di sisi lain, orang yang workaholic selalu fokus pada pekerjaan, sehingga kesuksesan tak dapat didefinisikan.

“Seorang yang workaholic tak mengerti apa itu cukup. Mereka selalu fokus berlebihan dan berusaha memaksimalkan segalanya, sebab mereka tak benar-benar tahu apa arti kesuksesan,” ungkap Gordon.

Baca juga: Gaji di Kantor Tak Kunjung Naik? Tenang, ini Cara Cerdas Dapatkan Penghasilan Tambahan tanpa Harus Kerja Keras!

Kepedulian pada diri

Perbedaan terakhir bisa dilihat dari segi kepedulian pada diri. Dalam hal ini, pekerja andal mengutamakan diri sendiri, sebab mereka paham bahwa dengan melakukan itu mereka bisa melayani orang lain dengan lebih baik.

Mungkin terdengar egois, namun perlu dipahami bahwa hal itu mereka lakukan karena ingin memberikan pelayanan terbaik dan tanpa pamrih kepada siapapun yang sedang bekerjasama.

Sedangkan orang yang workaholic kerap kali mengutamakan kebutuhan orang lain dan tak mempedulikan diri sendiri. Meskipun niat mereka baik, tapi hal tersebut akan sangat melelahkan. Dan tentu saja, kelelahan tidak baik bagi siapapun.

Bagaimana dengan kamu, masuk dalam kategori workaholic atau pekerja andal?