Apakah gaji Anda di kantor tak kunjung naik meski sudah bekerja keras selama bertahun-tahun? Atau mungkin sudah pernah mengajukan kenaikan gaji tapi perusahaan menolaknya? Jika ya, Anda tak sendiri. Banyak orang di luar sana yang juga mengalami hal serupa dengan diri Anda. Jangan sedih!

Berada dalam kondisi tersebut memang menyebalkan. Ketika pengeluaran makin banyak dan kebutuhan sehari-hari kian mahal, gaji yang diterima ternyata tidak mampu untuk menunjang semua itu. Padahal, setiap karyawan tentu berharap bisa mendapat kehidupan yang sejahtera dari pekerjaan yang dilakoni.

Secara garis besar, ada beberapa hal yang menyebabkan gaji seseorang tak kunjung naik di tempat kerja. Di antaranya sebut saja (mungkin) karena karyawan tersebut kurang profesional, kurang kompeten, kerap melanggar aturan kerja, kurang inovatif, atau memang karena kondisi finansial perusahaan yang kurang baik. Tapi, apapun alasannya, setiap orang tentu akan mengeluh jika berada di posisi itu. Wajar.

Dalam kondisi seperti itu, seseorang biasanya akan dihadapkan pada dua pilihan. Resign dan mencari pekerjaan baru, atau tetap bertahan dengan alasan sudah nyaman. Kedua pilihan tersebut tentu punya konsekuensi masing-masing. Jika memutuskan untuk pindah kerja, gaji mungkin akan naik. Namun, pekerjaan bisa saja akan lebih berat, belum lagi perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru pula. Sementara jika bertahan, konsekuensinya adalah gaji akan tetap segitu-segitu saja.

Gaji setiap orang tentulah berbeda satu sama lain, tergantung pada jabatan dan tugas yang diembannya. Apakah gaji yang diterima cukup atau tidak untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan? Itu relatif, tergantung dari pribadinya masing-masing, mengingat kebutuhan setiap orang berbeda-beda.

Di sisi lain, gaji yang diperoleh setiap bulan tentu saja akan memengaruhi gaya hidup seseorang. Jika gaji yang diterima besar, seorang karyawan mungkin saja bisa memenuhi semua kebutuhannya tanpa harus berutang. Sebaliknya, jika gaji yang diterima kecil, bahkan untuk makan hingga akhir bulan saja tidak cukup, seseorang mau tak mau akan berutang untuk mengatasi masalah tersebut.

Fenomena sosial-ekonomi seperti itu tentu sering kita jumpai di lingkungan sekitar. Ketika melihat orang berpenghasilan tinggi, kita tentu beranggapan hidup orang tersebut begitu indah. Berbanding terbalik jika kita melihat orang yang sudah kerja keras namun penghasilan jauh dari kata cukup. Tak jarang, orang yang berpenghasilan rendah nekat melakukan tindakan kriminal dengan dalih mencukupi kebutuhan hidup.

Seperti yang dilakukan oleh dua karyawan sebuah perusahaan di Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Dua pria yang berprofesi sebagai sopir dan kernet tersebut nekat membobol brankas di tempat kerjanya lantaran penghasilan yang diterima tidak memadai. Uang sebesar 407 juta rupiah berhasil mereka gondol. Namun sayang, ‘kebahagiaan’ mereka hanya berlangsung sebentar, sebab polisi berhasil membekuk mereka selang berapa hari setelah kejadian.

Sumber: jpnn.com

Hal serupa juga terjadi di Surabaya tahun lalu. Seorang ibu muda harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran ketahuan mencuri sebuah ponsel di sebuah pusat perbelanjaan. Alih-alih butuh biaya untuk menyekolahkan anaknya, wanita tersebut justru nekat melakukan perbuatan dilarang hukum karena gaji yang diterima tak mencukupi.

Mengerikan sekaligus miris memang jika menyaksikan kisah-kisah seperti itu di sekeliling kita. Tapi, apa boleh buat, itulah dampak gaji bagi kehidupan seseorang.

Dalam kesempatan ini, kami tak akan mengulas lebih dalam tentang kasus-kasus kriminal yang terjadi karena masalah ekonomi. Kami justru ingin memberikan solusi bagi para karyawan yang kerap menganggap gajinya kurang atau tak kunjung naik untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara yang cerdas. Bahkan tanpa harus bekerja keras.

Bagaimana caranya? Mulailah untuk berinvestasi!

Sebagian dari Anda mungkin malas berinvestasi karena sejumlah alasan. Ada yang menganggap investasi sulit, butuh modal besar, bahkan berisiko tinggi. Jika Anda beranggapan demikian, ada baiknya baca artikel berikut: Hati-hati, 5 Mitos ini Bikin Anda Enggan untuk Investasi, Jangan Percaya!

Perlu diketahui, investasi di era digital seperti sekarang pada dasarnya sangat mudah untuk dilakukan. Cukup dengan gadget yang dimiliki, Anda sudah bisa menjadi seorang investor kapan pun dan di mana pun.

Penasaran dengan instrumen investasi yang kami maksud? Adalah Peer to Peer (P2P) Lending, penyelenggara layanan keuangan yang mempertemukan pendana dan peminjam dalam sebuah platform berbasis teknologi. Di sini, Anda akan bertindak sebagai pihak pendana.

Dari sejumlah platform P2P Lending yang ada saat ini, Anda bisa mencoba Danain yang memang memfokuskan diri mencari pendana dalam skema bisnisnya. Berinvestasi di Danain sangat minim risiko, sebab pihak peminjam dana diharuskan menyerahkan agunan berupa emas atau logam mulia kepada mitra yang merupakan perusahaan pergadaian swasta. Jika pada prosesnya ternyata peminjam tak mampu mengembalikan pinjamannya dalam waktu 4 bulan (tenor maksimal), mitra Danain akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.

Keuntungan lain berinvestasi di Danain adalah imbal hasil yang menggiurkan, bahkan lebih besar dari reksa dana atau deposito. Imbal hasil yang bisa Anda dapat minimal 8% up to 120% per tahun.

Lantas, butuh waktu berapa lama untuk bisa merasakan imbal hasil dari investasi di platform Danain?

Danain memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam jangka panjang atau jangka pendek. Perlu Anda tahu, tenor maksimal pendanaan di Danain adalah 4 bulan (sesuai aturan perusahaan pergadaian). Namun, pihak peminjam diperkenankan untuk mengembalikan pinjamannya dalam jangka waktu mingguan bahkan hari. Artinya, pihak pendana sangat dimungkinkan untuk merasakan keuntungan dalam waktu hitungan hari pula.

Baca juga: Jadi Kaya Raya melalui P2P Lending, Memang Bisa? Cek Jawabannya di Sini!

Sementara bagi Anda yang ingin melakukan pendanaan dalam jangka panjang, Danain memiliki fitur auto lending yang bisa dimanfaatkan. Fitur ini memungkinkan dana yang Anda miliki ‘bekerja’ secara otomatis. Anda hanya tinggal menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif Danain, setelah peminjam melunasi pinjamannya.

Apakah butuh modal besar? Semua kalangan bisa menjadi investor di Danain. Pasalnya, nominal pendanaan di platform ini sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta. Anda bisa melakukan pendanaan setiap hari (Senin-Sabtu), sebab ada puluhan bahkan ratusan emas yang selalu siap untuk didanai.

Ayo, tunggu apalagi. Daripada terus menerus mengeluh karena gaji tak kunjung naik malah bikin stres, lebih baik mulai jadi investor di Danain untuk dapatkan penghasilan tambahan!