Pandemi Covid-19 punya dampak buruk terhadap perekonomian. Di tengah penyebarannya yang makin masif, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK pun turut bermunculan. Kondisi ini tak hanya terjadi di Tanah Air, tapi juga negara-negara lain yang ikut terdampak.

Fenomena ini tentu sangat memprihatikan, mengingat tekanan hidup selama pandemi serta hilangnya pekerjaan membuat seseorang sangat rentan mengalami stres.

“Bahkan, dalam keadaan normal, kehilangan pekerjaan adalah peristiwa yang paling menegangkan dalam skala peristiwa hidup yang penuh tekanan. Dengan jutaan orang kehilangan pekerjaan, ditambah waktu pemulihan ekonomi yang juga belum jelas, mereka yang terdampak harus menerima kenyataan bahwa butuh waktu berbulan-bulan hingga akhirnya mereka bisa mencari pekerjaan lagi,” ujar pelatif eksekutif sekaligus profesor manajemen, Monique Valcour.

Seorang terapis yang berbasis di Austin, Melody Li, mengatakan, ia mulai mendengar dari beberapa klien pada pertengahan Maret tentang bagaimana pandemi ini memengaruhi kehidupan pribadi mereka. Benar saja, sebulan setelahnya, beberapa dari mereka mengalami kehilangan pekerjaan.

Bagi banyak orang, kehilangan pekerjaan adalah masalah yang sangat pribadi. Bahkan, jika itu adalah pengalaman yang dialami jutaan orang pada saat yang sama.

“Kita hidup dalam masyarakat dan budaya di mana banyak identitas dan harga diri ditentukan oleh pekerjaan yang dilakukan. Ketika kehilangan pekerjaan, itu jauh lebih daripada kehilangan penghasilan. Itu juga berarti kehilangan rutinitas, rasa keteraturan, hingga hubungan yang telah dibangun dan rasakan. ‘Jika saya tidak kerja dan memenuhi kebutuhan keluarga, lalu apa tujuan saya?’,” terang Li, sebagaimana dilansir CNBC.

Baca juga: Mendadak di PHK karena Wabah Corona, ini yang Harus Dilakukan!

Li menambahkan, karena hubungan antara harga diri dan pekerjaan ini, banyak orang yang akhirnya menyalahkan diri sendiri dan bertanya-tanya tentang apa kesalahan yang dilakukan hingga akhirnya menjadi pengangguran. Di samping itu, mereka mungkin juga malu karena tak mampu memberikan stabilitas keuangan dan perlindungan kepada orang-orang yang mereka sayangi, terutama selama masa krisis kesehatan.

“Apa yang terjadi sekarang di luar kendali kita. Itu bukan cerminan dari ketangguhan, kekuatan, atau keterampilan yang kita miliki,” tambahnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Para ahli sepakat, hal pertama yang harus diingat setelah kehilangan pekerjaan adalah menjaga diri, baik secara fisik maupun mental. Poin pentingnya, dapatkan tidur yang cukup, pertahankan rutinitas makan seperti biasa, tetap aktif secara fisik, dan lindungi kesehatan mental dengan menyaring segala informasi yang beredar terkait pandemi.

Selain itu, perhatikan juga bagaimana Anda merespons kehilangan pekerjaan. Li menuturkan, seseorang biasanya akan bereaksi dalam satu dari tiga cara: fight (bekerja terlalu keras untuk mencari pekerjaan baru), flight (mencari pengalih perhatian), atau freeze (merasa putus asa dan lumpuh).

Mengidentifikasi tipe respons tadi bisa membantu Anda untuk mengendalikan dan mengatasi situasi. Misal: jika Anda melihat betapa sulitnya orang tua menangani kehilangan pekerjaan sendiri (di masa lalu) dan mendapati diri Anda melakukan hal yang sama, pola-pola tersebut dapat membantu Anda untuk membuat keputusan yang lebih jelas, lebih berdaya untuk diri sendiri. Ingat, jika mereka mampu mengatasi situasi sulit, Anda juga bisa.

Fokus pada yang bisa Anda kontrol

Valcour juga mengungkapkan, akan sangat bermanfaat untuk mengingatkan diri sendiri tentang apa yang bisa dikontrol setelah Anda kehilangan pekerjaan. Meski Anda tak lagi punya kendali atas penghasilan Anda, setidaknya Anda punya kendali atas anggaran yang telah direncanakan.

Cari tahu apa yang perlu dilakukan dalam jangka pendek untuk memastikan Anda dapat memenuhi kebutuhan rumah, makan, tagihan, kesehatan, dan kebutuhan penting lain untuk saat ini. Ketahui pula siapa yang harus dihubungi untuk meringankan tekanan finansial.

“Apa yang ada dalam kendali Anda adalah pembingkaian mental Anda. Ambil apapun yang tidak bisa diubah,” jelas Valcour.

Baca juga: Tambah Income di Tengah Pandemi Covid-19, ini Sederet Caranya!

Salah satu praktik yang direkomendasikan Li kepada klien adalah menyisihkan waktu setiap hari untuk memikirkan tiga gagasan: apa yang membuat Anda khawatir, apa yang Anda syukuri, dan masalah apa yang dapat diselesaikan secara aktif. Beri diri Anda batas waktu, ucapkan 5 menit untuk setiap ide, untuk memikirkannya, menuliskan pikiran, atau membicarakan dengan teman. Setelahnya, Anda bisa mulai memecahkan masalah yang bisa diselesaikan.

Pikirkan juga bagaimana Anda bisa mengendalikan kehidupan pribadi, seperti memprioritaskan hubungan dan menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang dicintai. Dengan berfokus pada apa yang bisa dikendalikan, Anda dapat menurunkan kecemasan dan memanfaatkan kemampuan Anda untuk menjadi banyak akal.

Jangkau orang yang tepat

Mengatasi kehilangan pekerjaan seorang diri bisa membuat stres semakin buruk. Karenanya, jangan ragu untuk menghubungi kerabat untuk sekadar tukar pikiran.

Kamu bisa menghubungi teman selama 15 menit untuk membicarakan perasaan yang dirasa setelah diberhentikan dari perusahaan. “Jika Anda berada dalam hubungan kolaboratif dan mereka menawarkan dukungan yang baik, masalah yang dialami tidak terasa seperti beban,” pungkas Li.

Baca juga: Pandemi Covid-19 adalah Waktu Terbaik untuk Memulai Bisnis, ini Alasannya!

Valcour melanjutkan, dalam kasus apapun, ketika Anda terbuka tentang kehilangan pekerjaan, orang cenderung akan merespons dengan saran atau prospek yang potensial. Dengan begitu, Anda bisa mengambil tindakan sendiri dengan cara yang positif.

Lihat ke depan

Kata Valcour, mungkin akan ada titik waktu untuk memikirkan jangka panjang. Gunakan kesempatan ini untuk berpikir lebih banyak tentang apa yang ingin Anda lakukan di fase kehidupan selanjutnya.

Manfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan keterampilan. Setelah itu, tunjukkan kontribusi apa yang bisa Anda perbuat untuk memajukan perusahaan.

 

Ya, itulah cara untuk mengatasi stres saat di PHK akibat pandemi Covid-19. Terapkan sesegera mungkin agar hidup Anda tak jatuh terpuruk secara berlarut-larut.