Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bermunculan di tengah wabah virus corona yang penyebarannya makin masif. Hal ini tentu jadi momok menakutkan bagi banyak karyawan yang bekerja di berbagai sektor usaha. Jika terkena dampaknya, penghasilan mereka otomatis akan berhenti dan masalah ekonomi pun akan muncul setelahnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh mereka yang terkena PHK akibat pandemi global ini?

Seorang pengusaha sukses bernama Tiffany Aliche berbagi pengalaman kepada para pekerja yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19 agar bisa bangkit dari krisis ini. Sekadar informasi, Aliche pernah mengalami hal serupa pada September 2009 silam, ketika negaranya mengalami krisis ekonomi.

Diungkapkan Aliche, tiga hari sebelum sekolah dimulai, ia diberhentikan dari pekerjaannya sebagai seorang guru. “Jujur, pada awal resesi, saya tidak terlalu khawatir dengan keadaan itu. Saya pikir itu hanya sementara, ternyata tidak,” ujarnya.

Baca juga: Tips Hemat di Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

Ketika di PHK, lanjut Aliche, arah hidupnya jadi berubah. Setelah berhasil melewati krisis itu, ia pun menjalankan sebuah perusahaan yang berfokus pada bidang pendidikan keuangan.

Aliche menambahkan, penyebab ketidakpastian ekonomi saat ini mungkin berbeda dengan yang terjadi saat resesi 2008. Tapi, ada pelajaran berharga yang bisa membantu mereka yang terkena PHK akibat pandemi ini.

Berikut sejumlah tips dari Aliche, sebagaimana dilansir CNBC:

Buat rencana kontingensi skenario terburuk

Ini satu hal yang membantu Aliche ketika dirinya kena PHK. Sebagai informasi, kontingensi adalah keadaan yang masih diliputi ketidakpastian.

Kata Aliche, ”Bayangkan seberapa jauh keuangan kamu bisa jatuh karena pandemi ini? Petakanlah! Apa skenario terburuk? Kehilangan pekerjaan? Atau Menghabiskan tabungan kamu?”

Tanyakan pula pada dirimu: Apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kembali ke rumah dan tinggal bersama orang tua, jika kamu selama ini menyewa rumah. Atau meminta pinjaman kepada teman atau keluarga jika suatu saat kehabisan uang.

Menyiapkan rencana akan membuatmu lebih percaya diri jika keadaan tersebut benar-benar terjadi. “Kamu tak ingin terjadi kebakaran, tapi kamu harus punya rencana untuk selamat dari kebakaran,” tegasnya.

Baca juga: Langkah Cerdas Stabilkan Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

 Uang tunai adalah ‘ratu’

Pada masa krisis, uang adalah ‘ratu’. Mempertahankan modal harus jadi prioritas. Jika kamu punya utang, cobalah untuk membayarnya dengan nominal yang minimum. Sebab, kamu tak akan tahu dengan apa yang akan terjadi besok, minggu depan, atau enam bulan kemudian.

“Jika keadaan menjadi sulit, saya akan membayar minimum pada sebagian besar utang saya. Selebihnya akan saya letakkan di dalam tabungan. Dalam kondisi ini, kamu mungkin memerlukan uang tunai untuk membayar barang-barang, seperti bahan makanan atau biaya medis,” ungkap Aliche.

Sementara itu, jika tabungan kamu telah berangsur kuat dan mampu bertahan hingga enam bulan ke depan, barulah kamu bisa kembali ke pembayaran angsuran secara normal. Satu hal yang perlu diingat, masa krisis seperti ini bukan waktu yang tepat untuk melihat seberapa cepat kamu bisa melunasi utang, kecuali kamu punya saldo yang besar di dalam rekening tabungan. 

Pangkas pengeluaran

Di masa krisis, jangan menunggu terlalu lama untuk menyesuaikan gaya hidup. Segera pangkas pengeluaran yang bukan prioritas, seperti layanan TV kabel, paket internet, atau langganan yang kurang penting lainnya.

Jika kamu tak punya dana darurat, terapkanlah gaya hidup sederhana. Alokasikan uang yang kamu punya hanya untuk kebutuhan dasar, seperti makan hingga biaya sewa tempat tinggal.

 Baca juga: Berapa Jumlah Dana Darurat yang Perlu Dimiliki saat Pandemi Covid-19?

Namun, jika tabungan kamu cukup untuk biaya hidup selama enam bulan ke depan, posisi kamu bisa dibilang masih cukup aman. “Ini tentang menjalani hidup sehari-hari. Kamu akan melakukan beberapa hal yang benar, tapi juga mungkin beberapa hal yang salah. Itu bukan masalah,” pungkas Aliche.

 

Di sisi lain, ada pula beberapa hal yang perlu dilakukan jika kamu mendadak di PHK karena wabah corona. Pertama, kamu harus menghitung aset yang kamu miliki, mulai dari gaji terakhir yang diterima, dana darurat, atau pesangon yang didapat.

Kedua, hitung cicilan atau tagihan yang kamu miliki. Setelahnya, buat skala prioritas untuk pengeluaran bulanan. Ketiga, hitung berapa lama kamu bisa bertahan. Dari total aset yang dimiliki dan pengeluaran tiap bulannya, cobalah hitung berapa lama kamu bisa bertahan secara finansial.

Keempat, mulai cari penghasilan. Sebelum uang untuk bertahan habis, segera putuskan untuk cari penghasilan baru, bisa dengan buka usaha atau mencari pekerjaan baru. Kelima, jangan ragu gadaikan aset. Jika belum bisa menemukan pekerjaan baru atau buka usaha sendiri, jangan ragu untuk gadaikan aset dalam kondisi darurat. Demikian dilansir detik.com.