Ketidakpastian dan kurangnya kontrol atas kinerja pasar menyebabkan banyak orang takut berinvestasi. Selain itu, ada pula faktor kepercayaan yang melatarbelakangi hal tersebut. Demikian kata ahli perilaku finansial, Jacquette Timmons.

Meski demikian, penting juga untuk diingat bahwa pasar saham akan naik dan turun dalam beberapa kesempatan. Diungkapkan investor sekaligus penulis “Invested” Danielle Town, dirinya dulu selalu takut ketika akan mendengar berita tentang datangnya resesi.

“Tapi, untuk menanganinya saat ini, saya cukup mengabaikannya. Saya menemukan perusahaan yang luar biasa dengan manajemen yang hebat dan keunggulan kompetitif yang sangat kuat,” ujar Town.

Lantas, adakah cara tepat untuk mengatasi ketakutan berinvestasi dan apa saja langkah yang perlu diambil agar investasi berjalan lancar?

Berikut ulasan lengkapnya!

Punya aturan dan sistem

Naik-turunnya saham bukanlah hal baru. Jadi, Anda tak perlu terlalu khawatir akan ketidakpastian atau kurangnya kontrol atas hal tersebut. Timmons menjelaskan, Anda perlu menghadapi ketakutan dengan mencari tahu apa yang sebenarnya ditakuti. Kemudian, sadarilah bahwa ada cara untuk mendapatkan komando dari strategi investasi.

Baca juga: Masih Takut Investasi? 5 Hal Berikut bisa jadi Solusi!

“Yang memberi Anda kepastian dan kendali adalah memiliki sistem untuk berinvestasi, memiliki beberapa aturan untuk berinvestasi. Aturan-aturan itu bisa mengenai saham yang ingin dibeli, bagaimana mengevaluasi kinerjanya dan alasan kenapa Anda ingin menjualnya – berdasarkan kinerja perusahaan, bukan kinerja pasar. Sistemnya adalah ketika Anda benar-benar mengevaluasi aturan itu, baik itu triwulan, tahunan, atau kerangka waktu lainnya,” terang Timmons.

 Memikirkan jangka panjang dan tunggu

Town menyarankan untuk melupakan perdagangan jangka pendek. Ia mengikuti praktik investasi yang dijalankan CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, yang berarti membeli saham dan kemudian menahannya untuk jangka panjang.

“Buffett mengatakan, rahasia untuk sukses berinvestasi adalah menunggu. Maksudnya, tunggu hal yang benar datang: perusahaan tepat dengan harga yang tepat,” tambah Town.

Baca juga: Simak Baik-baik, ini 5 Alasan Anak Muda Usia 20-an Wajib Investasi!

Jadikan investasi sebagai praktik

Town juga sering berpikir investasi sebagai praktik, mirip dengan pergi ke yoga atau menjalankan beberapa hari dalam seminggu.

“Anggap saja lebih sebagai pengalaman pribadi Anda sendiri daripada tentang apa yang terjadi di luar kita, di pasar, sebab kita tidak mengendalikan apa yang terjadi di pasar,” ungkapnya.

Dengan cara ini, ia dapat duduk santai dan menemukan perusahaan yang ia minati.

Sisihkan penghasilan

Sisihkanlah penghasilan untuk ditabung, termasuk untuk keadaan darurat dan dana pensiun. “Idealnya, Anda harus menghemat 5% atau 10% dari penghasilan setiap tahun. Agar lebih maksimal, sisihkan 15% jika Anda bisa,” pungkas CEO Francis Financial, Stacy Francis.

Baca juga: Catat, ini 7 Karakter yang Harus Dimiliki jika ingin Sukses Berinvestasi!

Investasikan nilai Anda

Saat menilai perusahaan yang ingin dibeli, pikirkan nilai-nilai Anda. Pilihlah perusahaan yang memang melakukan hal luar biasa untuk dunia dan benar-benar ingin Anda dukung dengan uang Anda.

“Berinvestasilah di perusahaan-perusahaan itu dengan harga yang bagus. Perusahaan yang punya tujuan kuat (lebih dari sekadar menghasilkan uang) cenderung melakukan hal yang lebih baik dalam jangka panjang,” tutup Town seperti dilansir CNBC.