Ini sebuah paradoks: Menyimpan uang ketika kamu memilikinya itu sulit. Akan tetapi, tidak memiliki uang saat kamu membutuhkannya itu akan sangat memprihatinkan.

Sekalipun kamu secara alami tidak pandai menyimpan uang, tapi ada beberapa kebiasaan yang bisa dipelajari untuk menjadi penabung yang sukses.

Pertama, lakukan penilaian terhadap kebiasaan finansial diri sendiri. Jika ada kesenjangan dalam literasi keuangan, tantang diri kamu untuk belajar lebih banyak lagi. Kemudian, perhatikan hidup kamu secara lebih umum.

“Kamu adalah rata-rata dari tiga orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama kamu,” ujar Nick Holeman, perencana keuangan bersertifikat di perusahaan robo-advisor Betterment.

Apakah itu secara objektif benar atau tidak, Holeman menunjukkan bahwa orang yang sukses memiliki teman sebaya atau kolega dengan pola pikir yang sama. “Demikian pula, orang-orang yang disiplin dengan uangnya memiliki teman yang juga menghargai tabungan dan investasi, serta hidup di bawah kemampuan,” tambahnya.

Patut dipertimbangkan, apakah teman-teman kamu kerap mengunggah kisah di Instagram yang membuatmu merasa seperti kehilangan kesempatan?

Jika demikian, kata Holeman, cobalah untuk menemukan komunitas yang menginspirasi dan mengatakan bahwa membelanjakan uang bukanlah satu-satunya cara untuk menemukan kebahagiaan.

Baca juga: Dukung Program Inklusi Keuangan, Danain Ajak Masyarakat Menabung di P2P Lending!

Apa yang terjadi ketika kamu tidak memiliki dana darurat mungkin adalah argumen paling meyakinkan untuk mendukung penghematan. “Pengeluaran tidak terduga bisa membuat seseorang jatuh miskin dan statistiknya mengejutkan,” terang pendiri dan CEO aplikasi keuangan pribadi Greenlight, Tim Sheehan.

Sementara itu, Holeman menuturkan bahwa menunda kepuasan bisa jadi hal yang sulit. Akan tetapi, itu adalah bagian penting dari menabung. Saat kamu melihat grafik yang menunjukkan keajaiban bunga majemuk, orang cenderung lebih memerhatikan tahap kedua, di mana grafik itu sudah melonjak ke langit.

“Pada babak awal, ini akan sangat membosankan. Penabung yang baik tahu betul jika kebiasaan mereka membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” lanjut Holeman, sebagaimana dilansir CNBC.

Berikut kami beberkan 5 langkah sederhana untuk jadi penabung yang sukses:

Cari alasan

Langkah pertama, kamu harus punya alasan konkret untuk menyimpan uang. Ini jadi pertimbangan awal untuk meningkatkan minat menabung.

Sebagai orang tua, Sheehan belajar cara mengubah pemboros jadi penghemat. Suatu ketika, ia setuju untuk memberi anak-anaknya uang saku, tapi mereka harus belajar mengatur uang sendiri.

Kata Sheehan, ini memacu mereka untuk mempertimbangkan keputusan pengeluaran sendiri. Contoh: ‘Saya tidak akan membeli ini, karena saya ingin pergi ke bioskop akhir pekan nanti bersama teman-teman’. 

Baca juga: Langkah Cerdas Stabilkan Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

Jadikan hal pribadi

Makin tepat sasaran, maka makin mudah buat kamu untuk menabung.

Diungkapkan Holeman, menyimpan uang mungkin terasa sulit. Tapi, bergantung pada kemauan sendiri untuk terus maju mungkin juga bukan strategi terbaik buat kamu. Jika kamu harus terus-menerus mengerahkan energi itu, kamu mungkin akan kehabisan kemauan.

Dalam hal ini, jika menyisihkan dana darurat menurutmu tidak terasa menyenangkan layaknya saat menabung untuk perjalanan ke luar negeri, cobalah pikirkan sesuatu yang kamu impikan. Anggap saja pemikiran itu sebagai tiket menuju kebebasan dan fleksibilitas.

Tak ada jumlah yang terlalu kecil

Jangan pernah berpikir menyimpan uang harus dalam nilai besar. Sekecil apapun jumlah yang kamu sisihkan, itu tetap berarti. Kuncinya adalah konsistensi.

Lebih baik menyimpan uang sedikit secara teratur, daripada harus menunggu sampai mampu menyisihkan uang dalam jumlah besar. Dalam beberapa bulan, saldo akun kamu akan meningkat secara perlahan.

Baca juga: Simak, Formula Sederhana ini Bisa Bikin Kamu Nabung Uang Lebih Banyak!

Lambat dan stabil

Kebiasaan menabung membawa kamu ke tempat yang diinginkan.

“Jika kamu menjadikan menabung sebuah kebiasaan untuk menyelamatkan kehidupan, maka kamu berada 80% untuk menuju ke sana. Seiring waktu, saat kamu menghasilkan lebih banyak uang, kamu akan melakukan penghematan lebih banyak lagi,” pungkas Sheehan.

Semakin banyak kamu menabung, makin besar pula hasilnya. Itu meningkatkan motivasi.

Sheehan kerap membandingkan menabung dengan bola salju. Kata dia, “Tidak ada yang bisa membut bola salju langsung besar. Kamu harus mengambil beberapa serpihan salju, lalu menyatukannya. Setelah itu, gulunglah dan saksikan ia semakin besar.”

 Waktu istirahat

Holeman menambahkan, seseorang harus menerima gagasan penghargaan berbasis tujuan.

“Kapanpun kamu mencapai tonggak utama, pertimbangkan untuk mengambil rehat beberapa saat. Ambil uang yang biasa kamu simpan dan belanjakan sesuai keinginan,” ujarnya.

Misal: Jika kamu telah mencapai target dana darurat sebesar Rp 50 juta atau selesai membayar utang kartu kredit dalam jangka waktu tertentu, maka berhentilah menabung selama beberapa minggu atau sebulan. Intinya, manjakan diri kamu sebelum nanti kembali ke rutinitas meyimpan uang.

Bagaimana, siap menerapkan sederet langkah di atas dengan konsisten?