Tanah jadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi oleh banyak orang. Nilai jualnya yang tinggi jadi salah satu alasan kenapa orang berinvestasi di sektor tersebut.

Bagi Anda yang punya rencana untuk berinvestasi tanah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembelian tanah. Salah satunya terkait legalitas yang meliputi sejumlah unsur, seperti free, clean, dan clear.

Free memiliki arti bebas sengketa, di mana nama pemilik harus sesuai dengan yang tertera di sertifikat tanah. Clean, tanah yang dimaksud tidak sedang digunakan untuk kegiatan ekonomi atau ditempati oleh orang lain. Sedangkan clear artinya ukuran tanah sesuai dengan yang tertera di sertifikat. Demikian dilansir Liputan6.com.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan yang dimiliki investasi tanah. Berikut ulasan lengkapnya!

KELEBIHAN INVESTASI TANAH

Capital gain

Harga tanah akan terus merangkak naik seiring berjalannya waktu. Angkanya bisa mencapai 20 – 25 persen setiap tahunnya, bahkan bisa mencapai dua kali lipat dalam lima tahun ke depan. Kenaikan tersebut juga akan makin meningkat jika tanah yang dimiliki terletak di lokasi yang strategis.

Untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan, sebaiknya jangan pernah menjual tanah dalam waktu singkat. Biasanya, kenaikan harga tanah akan sangat terasa setelah lima tahun.

Bisa dijadikan aset produktif

Tanah yang dimiliki juga bisa digunakan sebagai lahan bisnis. Sembari menunggu waktu lima tahun atau lebih untuk dijual, tanah bisa Anda manfaatkan untuk menambah penghasilan. Anda bisa membuka lahan parkir untuk disewakan atau dijadikan kebun yang menghasilkan.

Minim biaya perawatan

Kelebihan lain investasi tanah adalah tidak memerlukan biaya perawatan yang besar. Beda halnya dengan properti berupa bangunan, seperti rumah, ruko, atau kantor yang biaya pemeliharaannya cukup menguras kantong.

Baca juga: Jangan Tunda Lagi, ini 5 Alasan Harus Investasi Sejak Masih Muda!

Risiko rusak dan hilang sangat minim

Risiko kerusakan pada investasi tanah sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak ada. Hal itu tentu saja berbeda dengan properti berbentuk bangunan yang memiliki risiko rusak akibat bencana alam. Selain itu, risiko kehilangan juga bisa dikatakan tidak ada, selama Anda memiliki surat kepemilikan yang sah.

Permintaan makin meningkat

Permintaan akan tanah selalu meningkat dari tahun ke tahun. Penyebabnya, jumlah penduduk makin berkembang, sehingga membutuhkan tempat tinggal dan industri juga semakin maju.

Di sisi lain, ketersediaan tanah di muka bumi tidak mengalami penambahan. Makin banyak permintaan dengan persediaan tanah yang terbatas, harganya pun otomatis semakin tinggi. Hal ini tentu menguntungkan bagi para investor tanah.

KELEMAHAN INVESTASI TANAH

Butuh modal besar

Tidak semua orang bisa berinvestasi tanah. Alasan utamanya, investasi tanah butuh modal yang cukup besar, tak seperti jenis investasi lain, seperti emas atau saham yang relatif terjangkau.

Sebagai gambaran, jika harga tanah Rp 1 juta per meter persegi, maka Anda harus menggelontorkan uang sebesar Rp 100 juta untuk membeli sebidang tanah berukuran 100 meter persegi.

Tidak likuid

Kelemahan investasi tanah selanjutnya adalah sifatnya yang tidak likuid. Berbeda dengan emas yang mudah dikonversi menjadi uang tunai, tanah tak demikian.

Menjual tanah butuh waktu dan proses yang cukup panjang, sehingga tidak cocok bagi investor yang arus kasnya sering terhambat atau investor yang kerap membutuhkan uang dalam waktu cepat.

Tidak produktif

Tanah yang kosong umumnya tidak bisa menghasilkan pendapatan. Beda halnya jika Anda memanfaatkannya untuk hal-hal seperti yang disebutkan tadi, seperti dijadikan lahan parkir atau kebun yang menghasilkan. Jika Anda bisa memanfaatkan tanah yang dimiliki dengan cerdas, kekurangan ini pun bisa diatasi.

Baca juga: 10 Wejangan dari Orang-orang Sukses ini Bikin Semangat untuk Investasi, Simak Baik-baik!

Menguras pengeluaran

Hal ini berlaku jika tanah yang Anda miliki tidak digunakan secara produktif. Hasilnya, Anda hanya akan dibebankan dengan biaya pajak hingga penjagaan yang tidak sedikit.

Rentan disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab

Tanah yang dibiarkan begitu saja tanpa penjagaan yang ketat juga rentan disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Satu fenomena yang kerap terjadi, ada pihak yang mendirikan bangunan di atas tanah yang menjadi hak Anda.

Itulah sederet kelebihan dan kelemahan investasi tanah yang perlu Anda ketahui. Jika Anda tertarik berinvestasi di sektor tersebut, pastikan Anda sudah memikirkannya dengan sangat matang, tentunya setelah memiliki modal yang cukup.

Namun, jika Anda belum memiliki modal yang cukup, namun tetap ingin berinvestasi, menjatuhkan pilihan investasi pada sektor Peer to Peer (P2P) Lending bisa jadi pilihan terbaik.

Platform P2P Lending seperti Danain bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan bagi Anda. Imbal hasil yang ditawarkan minimal 8% per tahun, maksimal 120% per tahun. Ingin tahu keuntungan lain berinvestasi di Danain, baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!