“Yang terpenting bagi karier Anda bukanlah gaji awal, melainkan perkembangan dan kebahagiaan. Uang akan menyusul kemudian.”

Ya, itulah sepenggal kalimat yang dilontarkan oleh miliarder Michael Bloomberg beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut ia ucapkan ketika menjadi pembicara dalam sebuah acara yang berlangsung di Harvard Business School.

Pada kesempatan tersebut, Bloomberg menyarankan agar generasi muda melupakan gaji ketika memikirkan pekerjaan pertama. Ia mengimbau agar para lulusan baru lebih mengejar kebahagiaan dan kesempatan untuk berkembang ketimbang uang semata.

“Saat Anda menimbang pilihan pekerjaan, bahkan jika di masa depan ketika Anda ingin mengubah karier, cobalah untuk kesampingkan gaji dari pertimbangan. Akan lebih baik jika Anda membuat keputusan berdasarkan kualitas peluang dan kesempatan untuk berkembang,” ujar Bloomberg.

Pria 77 tahun tersebut juga membagikan pengalaman hidup yang ia dapatkan ketika melakoni pekerjaan pertamanya bersama Salomon Brothers. Bloomberg menekankan pentingnya etika dalam hal itu.

Baca juga: Punya 10 Tanda ini, Anda Ditakdirkan jadi Miliarder di Masa Depan!

Sebagai seorang anak berusia 24 tahun saat itu, Bloomberg belajar banyak tentang etika di lingkungan kerja. Ia pun memberikan beberapa nasihat kepada para mahasiswa agar bisa sukses di dunia kerja. Di antaranya agar selalu bersikap jujur, berbagi dengan sesama, hindari sifat serakah, dan jangan pernah meremehkan karyawan jika sedang berada di atas.

Sementara itu, Bloomberg juga menekankan bahwa ada hal lain yang lebih penting dari sekadar memikirkan uang. Kata dia, masyarakat lebih menaruh hormat pada orang-orang yang bisa membuat perubahan ketimbang yang hanya memiliki uang.

“Saya beritahu, berdasarkan pengalaman lebih dari 50 tahun di dunia bisnis dan pemerintahan, saya merasakan bahwa orang-orang memiliki respek jauh lebih besar kepada mereka yang menciptakan perbedaan di masyarakat ketimbang yang cuma menghasilkan uang,” jelasnya seperti dilansir The Ladders.

Di sisi lain, Bloomberg mengingatkan kepada para calon pemimpin bisnis agar selalu menghargai karyawan yang menjadi rekan kerja. Menurut dia, banyak perusahaan yang memberikan gaji kecil kepada karyawan, sedangkan gaji CEO terlampau besar. Bloomberg menilai hal tersebut tidak baik.

“Di Bloomberg, kami memberikan gaji kepada para pegawai dengan sangat baik. Kami berinvestasi pada pelatihan dan pendidikan mereka. Kami juga menawarkan benefit terbaik kepada seluruh karyawan. Sebagai imbalannya, para pegawai akan ‘membayar’ kami sepuluh kali lipat dengan dedikasi dan loyalitas mereka,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Bloomberg merupakan salah satu orang terkaya di Amerika Serikat dengan total kekayaan mencapai 56,5 miliar dolar AS. Selain berbisnis, ia juga pernah menjabat sebagai walikota di New York periode 2002-2013.

Belum lama ini, Bloomberg dikabarkan akan ikut maju dalam pemilihan presiden AS yang akan digelar 2020 mendatang. Menurut majalah mingguan Kanada Maclean’s, motivasi Bloomberg ambil bagian dalam perhelatan tersebut adalah untuk mengembalikan kepercayaan dunia pada Negeri Paman Sam.

Baca juga: Ini Dia, Sederet Tips Hemat ala Miliarder Dunia yang Bisa Anda Contoh!

Disebutkan pula bahwa ada beberapa hal yang menjadi prioritas Bloomberg dalam mencalonkan diri sebagai presiden. Beberapa di antaranya meliputi kesehatan masyarakat, perubahan iklim, dan pendidikan. Demikian dilansir Okezone.com.

Itulah sederet petuah dan fakta tentang Bloomberg yang perlu diketahui. Lantas, bisakah generasi muda jadi orang sukses seperti dirinya?

Tentu saja bisa! Caranya?

Jadilah pengusaha, investor, atau keduanya seperti yang diungkapkan oleh Robert Kiyosaki. Dengan begitu, kamu bisa meraih kebebasan finansial.

Jika ingin jadi pengusaha, ada banyak bisnis yang bisa kamu jalankan, mulai dari kuliner, fashion, hingga laundry. Sementara jika ingin jadi investor, kamu bisa berinvestasi platform Danain yang merupakan Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan emas di Indonesia. Selain minim risiko, investasi di Danain juga memberikan imbal hasil yang menjanjikan, minimal 8% maksimal 120% per tahun. Lebih lengkapnya, baca: Jadi Kaya Raya melalui P2P Lending, Memang Bisa? Cek Jawabannya di Sini!