Menjalani hidup sebagai sebuah keluarga tak semudah yang dibayangkan. Dalam perjalanannya, ada saja masalah yang kerap menghampiri dan berpotensi besar merusak hubungan harmonis yang telah terjalin. Satu problem yang sering terjadi sebut saja perihal finansial.

Faktanya, urusan satu ini memang terbilang sensitif dalam keluarga. Maklum, tiap pasangan tentu memiliki pandangan, tujuan, dan tantangan yang berbeda satu sama lain terkait hal itu. Karenanya, penting bagi Anda dan pasangan memiliki pemahaman yang baik tentang kondisi keuangan masing-masing sebelum memutuskan untuk membina bahtera rumah tangga. Hal tersebut berguna untuk mencegah terjadinya konflik di kemudian hari.

Berikut 6 masalah finansial yang harus dibicarakan dengan pasangan sebelum menikah:

Ketahui kebiasaan finansial pasangan Anda

Setiap individu punya cara tersendiri dalam mengelola keuangan, terutama dalam hal tabungan dan pengeluaran bulanan. Selama menjalin hubungan, Anda mungkin bisa mengukur kebiasaan pasangan dengan melihat gaya hidupnya. Namun, perlu dipahami, sikap mereka terhadap uang bisa saja berbeda dengan hal itu. Kebiasaan orang tua pasangan dalam mengelola keuangan mungkin saja akan memengaruhi cara pasangan Anda mengatur finansialnya.

Oleh sebab itu, sebelum menikah, cobalah untuk memahami kebiasaan finansial pasangan Anda, mulai dari kebiasaannya dalam berbelanja, sikapnya terhadap tabungan dan investasi, serta ketakutan finansial apa yang mungkin ia sembunyikan. Dengan saling memahami nilai uang dan kebiasaan masing-masing, Anda dan pasangan akan lebih mudah menetapkan tujuan keuangan bersama dengan lebih baik.

Tentukan tujuan individu dan bersama

Saat membicarakan masalah finansial dengan pasangan, Anda bisa memulainya dengan menentukan tujuan bersama yang ingin dicapai. Langkah tersebut perlu diambil sebelum Anda menggabungkan aset dan masa depan keuangan.

Misal, Anda ingin memiliki rumah suatu hari nanti, berpergian ke suatu tempat, atau ingin tujuan pensiun tertentu. Dengan begitu, Anda bisa memutuskan bagaimana cara menggabungkan aset. Apakah lebih baik memisahkan akun tertentu untuk mencapai tujuan individu atau tidak.

Baca juga: Ingin Keluarga Sukses secara Finansial? Ini 7 Langkah Cerdas yang Harus Dilakukan!

Implikasi pajak

Pernikahan bisa membuat pajak yang akan dibayarkan jadi lebih tinggi, terutama jika Anda dan pasangan sama-sama berpenghasilan tinggi. Perlu Anda tahu, penghasilan gabungan bisa membawa Anda ke golongan pajak yang lebih tinggi.

Di sisi lain, pernikahan juga mungkin menghasilkan pajak yang lebih rendah, karena Anda dapat menggabungkan potongan pajak dan keuntungan pajak lainnya. Jika Anda berdua bukan ahli perpajakan, ada baiknya menggandeng penasihat pajak untuk menghindari pembayaran pajak yang lebih tinggi. Demikian dilansir Forbes.

Terkait utang

Membicarakan masalah utang dengan pasangan memang tidak nyaman. Namun, hal tersebut penting untuk didiskusikan sebelum menikah. Anda dan pasangan harus jujur terkait utang yang dimiliki sebelum menggabungkan finansial, termasuk kebiasaan apa yang menyebabkan utang itu ada. Memahami utang, nilai kredit, atau riwayat kredit satu sama lain merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli barang-barang di kemudian hari.

Identifikasi properti

Selain utang, penting juga bagi Anda untuk mengidentifikasi properti atau aset yang Anda berdua peroleh sebelum menikah. Hitunglah aset yang sudah Anda beli bersama pasangan selama menjalin hubungan, kemudian diskusikan pula apa yang akan Anda berdua lakukan terhadap aset-aset tersebut jika terjadi perceraian. Langkah itu penting dilakukan meski pada dasarnya siapapun tak ingin terjadi perpisahan dalam rumah tangganya. Dalam kasus tertentu, perjanjian pranikah bisa membantu pasangan untuk menentukan pembagian aset jika terjadi perceraian.

Baca juga: Jangan Menabung, Ini Cara Paling Ampuh untuk Persiapkan Biaya Nikah yang Makin Mahal!

Gabungkan aset

Usai membahas secara menyeluruh riwayat keuangan serta kebiasaan finansial satu sama lain, Anda berdua bisa melanjutkan keputusan ke tahap yang lebih serius, yakni menggabungkan aset. Perlu dicatat, tak perlu buru-buru menggabungkan aset setelah melangsungkan pernikahan.

Anda bisa memulainya dari hal-hal yang sederhana, seperti membuka rekening giro bersama yang notabene bisa jadi pembelajaran untuk mengelola keuangan keluarga. Setelahnya, barulah susun anggaran dan mulai menabung untuk mencapai tujuan finansial bersama.

Secara keseluruhan, mengelola finansial bersama pasangan adalah hal yang mengasyikkan, selama dilandasi dengan kejujuran, kepercayaan, dan kesadaran. Satu hal yang perlu diingat, tak ada satu pun pendekatan yang ideal terkait mengelola keuangan setelah menikah, sebab setiap pasangan berbeda karakter satu sama lain. Kuncinya cuma satu, jalinlah komunikasi yang baik dengan pasangan ketika keadaan dan tujuan keuangan Anda mulai berkembang.

Selain itu, tak ada salahnya juga untuk mulai membicarakan investasi dengan pasangan sebagai langkah menuju kebebasan finansial. Jika ingin berinvestasi dengan aman, mudah, sekaligus menguntungkan, Anda bisa memilih Peer to Peer (P2P) Lending sebagai instrumen investasi. Selengkapnya, baca: Jadi Kaya Raya melalui P2P Lending, Memang Bisa? Cek Jawabannya di Sini!