Pernikahan adalah momen sakral yang diharapkan hanya terjadi sekali seumur hidup. Karenanya, banyak orang yang ingin acara tersebut dibuat sangat berkesan, sehingga jadi sebuah kenangan yang indah di masa yang akan datang.

Di Indonesia, standar pernikahan idaman bisa dinilai dari beberapa aspek. Sebut saja pengantin yang memakai baju adat atau gaun supermegah, make up yang bikin pangling, serta fasilitas yang oke punya, seperti gedung, dekorasi, makanan, jasa dokumentasi, hingga hiburan musik yang disuguhkan. Jika resepsi pernikahan kamu sudah memenuhi beberapa aspek tadi, bisa dipastikan acara kamu akan berkesan dan bukan tak mungkin akan dibicarakan (positif) oleh para tamu yang hadir hingga berhari-hari, bahkan berminggu-minggu kemudian. Sebagai empunya pesta, kamu pun akan dibuat bangga dengan hal itu.

Pernikahan idaman

Berkhayal mengadakan pesta pernikahan seperti itu memang sungguh nikmat. Tapi, yang jadi masalah, biaya untuk merealisasikan acara tersebut tidaklah murah. Kamu harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk hal itu.

Pertanyaannya, kapan kamu berencana untuk menikah dengan sang pujaan hati? Apakah tahun depan, dua tahun, atau mungkin tiga tahun lagi? Perlu kamu ketahui, faktor waktu pada dasarnya bukanlah masalah utama. Yang terpenting sebenarnya adalah seberapa matang kamu telah mempersiapkan perencanaan pernikahan tersebut dengan pasangan.

Biaya pesta pernikahan yang harus dikeluarkan oleh mempelai tentu saja berbeda satu sama lain. Tergantung seberapa besar resepsi akan digelar dan jumlah tamu yang akan diundang. Makin mewah pesta pernikahan, maka makin besar pula dana yang harus digelontorkan.

Sebagai gambaran, biaya nikah rata-rata di kota besar seperti Jakarta untuk kelas standar-menengah dengan resepsi ala nasional berada di angka 150-200 juta rupiah. Asumsi tamu yang bisa kamu undang mencapai 1000 orang. Biaya akan sedikit lebih mahal untuk resepsi yang menggunakan adat, selisihnya bisa mencapai 10 juta rupiah.

Angka yang muncul memang tergolong besar, apalagi ditambah pengaruh inflasi Indonesia yang berkisar di angka 4% setiap tahun. Harga-harga seperti sewa gedung, dekorasi, katering, gaun pengantin, dan lain-lain tentu saja akan makin meningkat dalam 2 atau 3 tahun mendatang. Mengerikan memang kalau membayangkan angka tersebut. Tapi, apa boleh buat, memang seperti itulah kenyataannya.

Di Indonesia, masih banyak orang yang mengandalkan tabungan atau deposito untuk mempersiapkan biaya pernikahan. Jika kamu termasuk salah satunya, ada baiknya untuk tinggalkan cara tersebut mulai saat ini. Kenapa? Kedua instrumen keuangan tersebut sangat rentan tergerus inflasi.

Perlu kamu tahu, tabungan hanya memberikanmu bunga sebesar 0-1,7% per tahun, belum termasuk biaya admin. Sedangkan deposito mampu memberikan keuntungan hingga 4-5% per tahun, tapi terdapat biaya admin dan potongan pajak sebesar 20%. Kalau dihitung-hitung, nilai uang yang kamu punya sebenarnya tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Jika bukan tabungan dan deposito, lantas cara apa yang paling ideal untuk mempersiapkan biaya pernikahan? Kamu bisa coba mengembangkan dana di sektor Peer to Peer (P2P) Lending.

P2P Lending merupakan aktivitas pinjam-meminjam uang antarperseorangan. Perusahaan P2P Lending akan mempertemukan orang yang butuh pinjaman dengan orang yang memberi pinjaman dalam platform berbasis teknologi inovatif. Di sini, kamu akan berperan sebagai pendana atau investor. Kamu bisa manfaatkan platform Danain untuk mempersiapkan biaya pernikahan.

Danain adalah satu-satunya P2P Lending yang memfokuskan diri mencari lender alias pendana dalam skema bisnisnya. Berinvestasi di Danain juga terbilang aman, sebab pihak peminjam diharuskan menyerahkan agunan berupa emas atau logam mulia kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra. Kalau peminjam tak bisa melunasi pinjaman dalam waktu empat bulan (tenor maksimal), PT MAS tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.

Persiapkan biaya nikah dengan Danain

Imbal hasil yang ditawarkan Danain juga menggiurkan, di mana bisa mencapai 120% per tahun, minimal 8% per tahun. Angka tersebut jelas lebih besar dari keuntungan yang diberikan oleh tabungan atau deposito. Karena fokus kamu adalah mempersiapkan dana pernikahan yang notabene tergolong jangka panjang, kamu disarankan untuk manfaatkan fitur autobid yang tersedia. Fitur tersebut memungkinkan dana yang kamu punya untuk ‘bekerja’ secara otomatis. Tugas kamu di sini hanya tinggal menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif, setelah pinjaman dilunasi.

Alasan lain kenapa Danain tepat untuk mempersiapkan biaya pernikahan adalah karena adanya compounding effect, yang artinya ‘bunga-berbunga’ atau ‘bunga bergulung’. Bunga yang diperoleh dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga bunga yang dihasilkan akan menghasilkan bunga lagi. Begitu seterusnya hingga dana berkembang secara maksimal.

Untuk memaksimalkan proses persiapan biaya pernikahan, ada strategi sederhana yang bisa kamu terapkan bersama pasangan. Cobalah berkomitmen utuk menyisihkan gaji sebesar 20-40 persen setiap bulan kemudian kembangkan di Danain.

Misal:

Gaji pasangan   : Rp 8.500.000 x 30% = Rp  2.550.000

Gaji kamu           : Rp 5.000.000 x 30% = Rp 1.500.000

Total per bulan : Rp 4.050.000

 

Jika kamu dan pasangan menabungkan uang Rp 4.050.000 selama tiga tahun dengan bunga sebesar 1,7% per tahun, total tabunganmu akan mencapai Rp 153.946.852 (belum termasuk biaya admin).

Di Danain, keuntungan yang kamu dapatkan bisa lebih besar daripada itu. Dengan nominal dan jangka waktu yang sama, Danain bisa memberikan imbal hasil sekitar 10-15% setiap tahunnya.

Anggaplah pakai angka imbal hasil yang terkecil, yakni 10%. Dalam tiga tahun kemudian, total investasi kamu akan meningkat jadi Rp 149.850.000, dengan keuntungan bunga investasi sebesar Rp 26.236.648. Jika ditotal, jumlah dana keseluruhan yang kamu miliki adalah Rp 176.086.648. Lumayan kan selisihnya, sebesar Rp 22.139.796.

Jika dipikir-pikir, menyisihkan dana sebesar itu tiap bulan selama tiga tahun memang terbilang berat. Namun, yang perlu kamu pahami, melangsungkan pernikahan idaman memang butuh perjuangan ekstra. Karena itu, mulailah berkomitmen dengan pasangan untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting setiap bulannya. Fokuslah mengembangkan dana di Danain hingga biaya pernikahan tercukupi. Yang terpenting, pastikan dana yang telah disisihkan tiap bulan tidak digunakan untuk keperluan lain hingga jangka waktu yang telah ditentukan.

Ajak-Pasangan-Siapkan-Biaya-nikah.jpg

Untuk mempermudah proses pengumpulan dana, kamu bisa mulai dengan terlebih dulu mengubah pola pikir. Fakta menyebutkan, sebagian besar kaum hawa lebih tertarik mengumpulkan uang lewat arisan ketimbang menabung. Tahukah kamu kenapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya karena faktor psikologi. Banyak wanita yang melakukan hal itu karena ‘dipaksakan’. Dalam hal ini, kamu juga perlu punya persepsi ‘dipaksakan’ untuk bisa mengumpulkan biaya nikah melalui platform Danain. Untuk meringankan beban, ajak pasangan kamu bersama-sama melalui proses tersebut .

Ayo, jangan tunda lagi, sebelum biaya nikah makin meroket!