Investasi merupakan salah satu instrumen ekonomi yang selalu menarik untuk dibahas. Keuntungan menarik yang diberikan jadi faktor utama yang melatarbelakangi hal tersebut. Bicara investasi, ada beberapa jenis investasi paling populer di Indonesia. Apa saja itu? Berikut ulasan lengkapnya!

Saham

Investasi paling populer di Indonesia yang pertama adalah saham. Investasi jenis ini punya sifat high risk, high return. Harga saham bisa naik dan turun secara drastis dalam jangka waktu yang cepat.

Keuntungan yang diberikan investasi saham memang terbilang tinggi, namun bersifat fluktuatif. Ada dua keuntungan yang akan diperoleh investor saat membeli atau memiliki saham, yakni capital gain dan pembagian deviden. Capital gain adalah keuntungan yang didapat dari selisih harga beli dan harga jual saham, sedangkan pembagian deviden merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Deviden sendiri terbagi dalam dua macam, yaitu deviden tunai dalam bentuk uang tunai dan deviden saham berupa penambahan jumlah saham.

Dari segi risiko, ada beberapa hal yang mungkin muncul saat berinvestasi saham. Di antaranya capital loss yang merupakan kebalikan dari capital gain, serta tidak dibagikannya deviden karena perusahaan mengalami kerugian.

Selain itu, ada pula risiko suspend atau diberhentikannya perdagangan oleh otoritas bursa karena beberapa alasan, seperti saham mengalami penurunan harga luar biasa dalam waktu singkat atau perusahaan dipailitkan oleh kreditur. Dalam kondisi tersebut, pemodal tidak bisa menjual sahamnya hingga status suspend dicabut, bisa dalam waktu satu hari atau lebih.

Risiko selanjutnya adalah delisting saham atau dikeluarkan dari pencatatan bursa efek karena kinerja perusahaan yang sangat buruk. Terakhir, risiko bangkrut dan dilikuidasi. Ini risiko terberat bagi para pemegang saham. Jika perusahaan tidak memiliki sisa kekayaan setelah melunasi kewajiban pada kreditur, maka pemegang saham tidak memperoleh apa-apa.

Deposito

Deposito merupakan investasi paling populer di Indonesia selanjutnya. Karena risikonya yang rendah dan cukup aman, deposito digadang-gadang sangat cocok bagi investor pemula. Deposito adalah produk bank yang penyetoran dan penarikannya hanya bisa dilakukan pada jangka waktu tertentu, biasanya 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya.

Keunggulan deposito yang utama adalah dari segi keamanannya. Deposito akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) maksimal hingga 2 miliar rupiah dan bunga yang diberikan tiap tahun juga lebih besar dari tabungan. Sementara itu, ada beberapa kerugian yang akan dialami saat berinvestasi di deposito. Seperti, pemilik dana tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana. Bisa saja keuntungan yang didapat sangat besar, tapi karena pihak bank yang mengelola, Anda hanya akan menikmati bersihnya saja.

Meski bunga yang diberikan lebih besar dari tabungan, namun deposito sangat rentan tergerus inflasi. Sebagai informasi, rata-rata inflasi di Indonesia ada di angka 4% setiap tahunnya, sedangkan bunga yang diberikan deposito hanya berkisar 4% tiap tahun. Selain itu, deposito juga terdapat potongan pajak sebesar 20%.

Emas atau logam mulia

Emas merupakan investasi paling tua dalam sejarah umat manusia. Sudah sejak lama, emas telah dijadikan tolak ukur untuk menilai kekayaan seseorang. Dari berbagai jenis emas yang ada, logam mulia dan emas perhiasan adalah dua tipe yang paling populer digunakan untuk berinvestasi.

Ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berinvestasi emas, seperti harga yang cenderung naik dari tahun ke tahun, serta tahan terhadap inflasi dan krisis ekonomi suatu negara. Tidak seperti investasi pada umumnya, emas mudah dicairkan (ke dalam bentuk uang) dalam waktu relatif singkat. Karena harganya yang stabil bahkan cenderung naik, emas sangat cocok untuk diversifikasi investasi.

Sementara kelemahannya, emas butuh tempat penyimpanan yang sangat aman, terlebih jika dalam jumlah banyak. Biasanya, investor emas akan mengeluarkan uang untuk sewa safe deposit box di lembaga perbankan. Selain itu, risiko kehilangan emas juga cukup tinggi, apalagi jika dalam bentuk perhiasan dan digunakan saat beraktivitas sehari-hari. Terakhir, investasi emas tidak menghasilkan pendapatan pasif, seperti halnya saham atau deposito. Emas hanya akan memberikan keuntungan ketika Anda melakukan penjualan.

Properti

Investasi paling populer di Indonesia selanjutnya adalah properti. Investasi jenis ini punya risiko tergolong rendah. Keuntungan yang diberikan juga tergolong tinggi, sebab harga properti cenderung naik dari tahun ke tahun, bahkan mampu mengalahkan inflasi yang terjadi. Selain itu, properti juga bisa dilihat secara fisik dan bisa dijadikan agunan oleh si pemilik.

Sementara kelemahannya, modal untuk investasi properti terlampau besar ketimbang jenis investasi lain. Tak hanya itu, ada pula pajak yang harus dibayarkan, biaya perawatan yang cukup mahal, serta rawan jika terjadi bencana alam.

Reksa dana

Reksa dana merupakan wadah bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam istrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar. Dana yang telah terkumpul kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Reksa dana yang dikelola oleh MI wajib disimpan di bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan MI. Bank inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Keunggulan dari reksa dana meliputi, keuntungan yang tinggi di mana bisa mencapai 20%, risiko yang tergolong rendah sebab uang disebar ke berbagai instrumen, tidak sulit karena dikelola oleh MI, modal yang tidak terlalu besar, transparansi informasi, serta pengembalian dana yang fleksibel.

Sedangkan kelemahannya, terdapat biaya investasi yang berimbas pada return yang diterima, bunga yang fluktuatif, kehilangan kontrol dalam keputusan investasi, dan yang terparah adalah wanprestasi manajer investasi, di mana menyebabkan hilangnya nilai investasi Anda. Saran penting sebelum investasi reksa dana, carilah MI yang terpercaya.

Obligasi

Secara ringkas, obligasi dapat diartikan sebagai utang dalam bentuk sekuriti. Penerbit obligasi adalah pihak peminjam atau debitur (pemerintah atau perusahaan swasta), sementara pemegang obligasi adalah pemberi pinjaman atau kreditur.

Obligasi terdiri dari beberapa jenis, yaitu Obligasi Rekap (diterbitkan untuk tujuan khusus dalam rangka program rekapitalisasi perbankan), Surat Utang Negara/SUN (diterbitkan untuk biayai defisit APBN), Obligasi Ritel Indonesia/ORI (sama dengan SUN), dan Surat Berharga Syariah Negara (sama dengan SUN namun berdasarkan prinsip syariah).

Dalam investasi obligasi, Anda akan memperoleh pendapatan tetap berupa kupon selama waktu yang telah ditentukan. Bunga yang ditawarkan obligasi biasanya lebih tinggi dari deposito atau suku bunga Bank Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa mendapat keuntungan dari penjualan obligasi (capital gain).

Risikonya, jika perusahaan penerbit obligasi bangkrut, Anda akan mengalami kerugian karena tidak ada pihak yang menjamin. Berbeda dengan SUN dan ORI yang dijamin penuh oleh pemerintah. Risiko lain adalah kenaikan suku bunga. Ketika suku bunga dinaikan pemerintah, maka harga obligasi akan turun. Selain itu, laju inflasi yang terjadi juga akan membuat harga obligasi Anda ikut menyusut.

Peer to peer lending

Sebagai instrumen investasi, sektor Peer to Peer (P2P) Lending memang tergolong baru. Meski begitu, di era digital seperti saat ini, P2P Lending termasuk jenis investasi paling populer di Indonesia.

Secara garis besar, P2P Lending merupakan aktivitas pinjam-meminjam uang antarperseorangan. Perusahaan P2P Lending akan mempertemukan orang yang butuh pinjaman dengan orang yang memberi pinjaman dalam platform berbasis teknologi inovatif.

Saat ini, banyak platform P2P Lending yang sudah beroperasi dan bisa Anda pilih sesuai keinginan. Tapi, jika fokus Anda adalah berinvestasi alias mengembangkan uang, pilihlah platform yang memang benar-benar memfokuskan diri mencari lender atau pendana.

Selain itu, pilih pula yang beragunan agar investasi Anda terjamin dan terhindar dari risiko gagal bayar. Jangan mudah tergiur dengan imbal hasil yang tinggi, namun punya risiko yang tinggi pula. Sebagai investor yang bijak, ada baiknya untuk memilih platform yang memberikan imbal hasil menggiurkan sekaligus minim risiko.

Memang ada yang seperti itu? Anda bisa memilih platform Danain! Apa saja keunggulannya? Cek di sini: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!