Generasi milenial akan memegang kendali atas perekonomian dunia (termasuk di Indonesia) pada masa yang akan datang. Bahkan, diperkirakan, generasi milenial akan mengisi sekitar 75 persen angkatan kerja pada tahun 2025 mendatang. Demikian dilansir entrepreneur.com.

Fakta tersebut sedikit membuat khawatir para pemimpin bisnis di berbagai bidang usaha, sebab generasi milenial kerap dianggap malas, banyak menuntut, sering mengeluh, sulit diatur, bahkan terlalu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Stereotipe negatif seperti ini tentu sangat tidak adil dan merugikan generasi milenial. Kenapa demikian? Sebab generasi milenial pada dasarnya punya potensi besar untuk jadi pemimpin hebat di masa yang akan datang. Alasannya, bisa dilihat pada artikel berikut ini: Kerap Dicap Negatif, Mampukah Generasi Milenial jadi Pemimpin yang Berkualitas?

Nah, bicara generasi milenial, ada fakta menarik yang belum lama ini terungkap ke permukaan. Menurut riset, generasi milenial ternyata berpotensi besar jadi generasi terkaya pada tahun 2030 mendatang.

Riset yang dilakukan oleh Coldwell Banker tersebut menyebutkan, generasi milenial akan memiliki kekayaan lima kali lebih banyak daripada yang mereka miliki saat ini.

Dari mana sumbernya?

Selain dari harta pribadi, generasi milenial juga akan mewarisi harta orang tua mereka yang merupakan generasi terkaya sepanjang sejarah, yakni baby boomer.

Dijelaskan perusahaan riset dan konsultasi Cerulli Associates, hampir 45 juta keluarga di Amerika Serikat akan mewarisi sekitar 68,4 triliun dolar AS selama sepuluh tahun ke depan. Fenomena ini dikenal dengan istilah “The great wealth transfer” dan akan jadi salah satu transfer kekayaan terbesar di zaman ini.

Saat ini, baby boomer merupakan generasi terkaya di Amerika dan mengantongi sekitar 70 persen pendapatan yang bisa dibelanjakan. Sementara itu, total miliarder di Negeri Paman Sam saat ini diperkirakan mencapai 618.000 orang.

Warisan yang akan diterima milenial diklaim akan lebih besar daripada yang diterima orang tua mereka dari generasi sebelumnya. Karena jumlah generasi milenial juga lebih sedikit dari baby boomer, maka banyak pihak percaya bahwa milenial akan jadi generasi terkaya yang pernah ada.

Baca juga: Pakar Keuangan: P2P Lending bisa jadi Sarana untuk Mengembangkan Dana bagi Milenial!

“Warisan punya potensi besar menjadikan milenial sebagai generasi paling kaya, meski awalnya mungkin secara finansial generasi milenial lebih buruk daripada baby boomer. Sementara itu, karena baby boomer adalah kelompok yang lebih besar dibandingkan milenial, maka tak heran jika kekayaan tersebut akan lebih terkonsentrasi pada segmen populasi yang lebih kecil,” terang Ameriprise Financial Advisor Kim Orth kepada FOX Business.

Perubahan aset yang belum pernah terjadi sebelumnya ini bisa memberikan efek besar terhadap perekonomian. Tak seperti para pendahulunya, kaum milenial memiliki prioritas dan pengalaman ekonomi yang berbeda, di mana akan memengaruhi cara mereka dalam berinvestasi.

Orth juga mengungkapkan bahwa kaum milenial cenderung menggunakan warisan yang dimiliki untuk membayar utang serta berinvestasi lebih banyak pada diri sendiri dan bisnis pribadi mereka.

Baca juga: Milenial, 5 hal ini Harus Kamu Lakukan jika Mau Kaya dalam 5 Tahun!

“Mungkin akan ada kecenderungan untuk mengandalkan warisan yang mereka dapat untuk memenuhi kebutuhan pensiun, mendorong mereka untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk bersenang-senang, dan menabung lebih sedikit untuk masa depan. Meski begitu, saya juga berharap agar mereka mengambil risiko lebih untuk mencapai tujuan keuangan mereka,” pungkas Orth.

Di sisi lain, vice president and senior wealth strategist di PNC Wealth Management  Mary Ellen Hancock menuturkan bahwa milenial sangat berorientasi pada masyarakat. Kata dia, ”Mungkin akan ada peningkatan jumlah yang disumbangkan ke lembaga amal sebagai dampak dari transfer kekayaan yang terjadi.”

Hmm, apakah fenomena tersebut juga akan dialami oleh generasi milenial di Indonesia?