Grant, pendiri situs Millennial Money punya kisah menarik yang inspiratif. Ia mengaku sempat menjadi pengangguran setelah lulus dari Universitas Chicago. Layaknya generasi milenial pada umumnya, ia pun menumpang di rumah orang tua dengan saldo rekening saat itu yang hanya sebesar 2,26 dolar AS.

“Itu tamparan keras bagi saya. Saya benar-benar tak mau lagi merasakan hidup seperti itu. Saya memfoto saldo rekening saat itu untuk memotivasi diri. Saya punya tujuan ingin memiliki aset hingga 1 juta dolar AS dalam waktu lima tahun,” ujar Grant.

Grant mengungkapkan bahwa pekerjaan pertamannya ketika itu adalah menjadi Digital Marketing dengan bayaran 50 ribu dolar AS setiap tahun. Tapi, Grant dengan cepat menyadari jika nominal tersebut masih jauh untuk mengejar target yang ingin dicapai.

Untuk menyiasatinya, Grant mulai membuat situs seharga 300 dolar AS untuk sebuah firma hukum. Puas dengan kinerja Grant, firma tersebut akhirnya merekomendasikan Grant ke firma hukum lainnya. Beruntung, dalam waktu enam bulan, Grant berhasil mengumpulkan uang sebesar 50 ribu dolar AS.

Baca juga: Hati-hati, 3 Pengeluaran ‘Bodoh’ ini Bikin Generasi Milenial Sulit Kaya!

Grant berhasil mengerjakan proyek senilai 100 ribu dolar AS dalam waktu satu tahun. Ia pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan penuh waktunya dan fokus pada bisnis yang digeluti. Benar saja, setelah lima tahun fokus berbisnis, saldo rekening Grant telah mencapai 1 juta dolar AS.

Dalam sebuah unggahan di blog miliknya, Grant menuturkan bahwa setidaknya ada 5 hal yang perlu dilakukan generasi milenial untuk bisa jadi kaya dalam waktu lima tahun. “Saya tak bisa menjamin kalau hasilnya akan sama. Tapi, jika kamu mengikuti beberapa langkah yang saya sampaikan berikut ini, setidaknya kondisi finansial kamu akan lebih baik di masa depan,” terangnya.

Berikut 5 poin yang perlu kamu lakukan agar bisa kaya dalam waktu lima tahun:

Dapatkan gaji sesuai kemampuan

Gaji yang kamu dapatkan saat ini punya peran penting dalam menentukan tingkat keberhasilan untuk mencapai kekayaan. Tapi, sayangnya, masih banyak generasi milenial yang tak menerima upah sesuai kemampuan yang dimiliki.

Untuk mengatasi hal tersebut, Grant menyarankan agar kaum milenial meningkatkan penghasilannya dengan cara meminta kenaikan gaji di tempat kerja. Grant menyarankan agar milenial mencari referensi gaji yang pantas untuk posisi yang ditempati di industri lain yang sejenis.

Setelah mendapatkan data yang vaild, lanjut Grant, temuilah atasan di kantor dan perlihatkan data tersebut. Sampaikan permintaan kamu dengan sopan dan utarakan pula apa saja yang telah kamu lakukan untuk perusahaan.

“Ingat, tak ada ruginya bertanya pada atasan. Banyak orang yang malu dan takut untuk mengutarakan hal tersebut. Padahal, dengan tidak berbuat apa-apa, kamu sebenarnya telah meremehkan diri sendiri dan pekerjaan,” ungkap Grant.

Baca juga: Media Sosial Bikin Kaum Milenial Makin Boros, Benarkah? Cek Faktanya di Sini!

Jangan cuma nabung, tapi investasi

Untuk membangun kekayaan, kamu harus menghasilkan uang sebanyak mungkin, tak cukup hanya mengandalkan gaji. Dalam hal ini, kamu disarankan untuk berinvestasi guna membuat uang yang dimiliki terus berkembang.

Grant menjelaskan, selama lima tahun perjalanannya menuju kaya, ia selalu menghemat 50% pendapatannya. Ia juga menyisihkan 20% untuk berinvestasi. Meski sudah meraih kekayaan, Grant masih mempertahakan perilaku hematnya tersebut hingga saat ini. Ia hidup sederhana dan selalu menyisihkan 40-50% penghasilannya.

Perbanyak sumber penghasilan

Setelah memaksimalkan potensi penghasilan di poin pertama dan kedua, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah memperbanyak sumber penghasilan. Kamu bisa mencari pekerjaan sampingan atau membangun sebuah bisnis.

“Untuk meraih kekayaan, kamu perlu punya sumber penghasilan lain, selain dari gaji yang diterima dari pekerjaan tetap. Kamu bisa jadi penulis lepas, guru pribadi, membuat web, atau apapun itu,” terang Grant.

Langkah selanjutnya, alokasikan 100% uang yang diperoleh dari pekerjaan sampingan tersebut untuk investasi. Jangan pernah tergoda untuk menggunakan uang tersebut untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Baca juga: Hati-hati, 5 Masalah Finansial ini Kerap Menghantui Generasi Milenial!

Berinvestasi di tempat yang kamu ketahui

Grant menyisihkan 20% penghasilannya untuk berinvestasi di perusahaan yang terpercaya, seperti Apple, Amazon, dan Google. Terkait hal itu, Grant menyarankan agar milenial menginvestasikan uangnya di perusahaan publik yang familiar.

“Lihat produk yang sering kamu gunakan atau konsumsi sehari-hari. Kemudian, teliti perusahaan tersebut dan pelajari potensi investasi mereka,” jelasnya.

Strategi seperti ini telah digunakan oleh legenda investasi Warren Buffett sejak lama. Miliarder tersebut hanya akan berinvestasi di perusahaan yang memang terpercaya dan teruji.

Monitor kekayaan kamu

“Saya mengecek kekayaan bersih saya setiap hari, ketika saya minum kopi di pagi hari. Melihat angkanya yang terus bertambah, saya termotivasi untuk terus meningkatkan jumlahnya,” ungkap Grant seperti dilansir CNBC.

Grant memantau kekayaannya tersebut menggunakan aplikasi finansial yang terhubung dengan berbagai akun keuangan miliknya. Ia juga selalu mencatat setiap pengeluaran dan melakukan evaluasi setiap akhir tahun. Dengan begitu, Grant bisa melakukan perbaikan pengelolaan finansial di tahun berikutnya.

“Jika kamu punya kebiasaan buruk terkait keuangan, jangan terlalu khawatir. Hal tersebut wajar dalam kehidupan. Berusahalah untuk memperbaikinya secara perlahan. Saya pun pernah melakukan kesalahan. Tahun 2012 lalu, saya sadar bahwa saya telah menghabiskan 3.000 dolar AS untuk makanan cepat saji dalam setahun,” pungkas dia.

Bagaimana, tertarik untuk menerapkan sederet tips dari Grant tadi?