Media sosial cenderung menggoda seseorang untuk menghabiskan banyak uang. Penyebabnya adalah faktor lapar mata ketika melihat sesuatu di media sosial. Demikian menurut survei terbaru yang dilakukan oleh ahli.

Berdasarkan riset yang dilakukan Schwab’s 2019 Modern Wealth, 49 persen generasi milenial dan 44 persen genarasi Z mengaku bahwa media sosial memengaruhi mereka dalam menghabiskan uang demi sebuah pengalaman, baik itu saat makan di luar atau pergi liburan bersama.

Sementara itu, sebanyak 48 persen generasi milenial dan 41 persen generasi Z mengklaim bahwa pengeluaran mereka melebihi kemampuan sebenarnya. Mereka cenderung boros ketika sedang bersenang-senang dengan teman.

“Media sosial punya dampak besar terhadap cara kita dalam mengeluarkan uang. Kita menghabiskan begitu banyak waktu di media sosial. Kita cenderung melakukan pemborosan karena melihat berbagai macam gaya hidup di Instagram maupun Facebook,” ujar penulis keuangan pribadi, Farnoosh Torabi.

Baca juga: Hati-hati, 5 Masalah Finansial ini Kerap Menghantui Generasi Milenial!

Sebenarnya, ini bukan kali pertama survei menyebutkan media sosial berkaitan erat dengan pengeluaran seseorang. Tahun lalu, 57 persen generasi milenial melaporkan bahwa mereka melakukan pembelian yang tidak direncanakan karena pengaruh media sosial. Fakta tersebut berhasil terungkap melalui survei yang dilakukan oleh Allianz Life Insurance.

Wakil presiden eksekutif Schwab’s Terri Kallsen menuturkan, generasi milenial merasakan banyak tekanan dan salah satu penyebabnya adalah pengaruh dari media sosial. Menurut dia, itu disebabkan karena mayoritas milenial lebih memerhatikan pengeluaran teman-teman mereka ketimbang menabung untuk diri sendiri.

“Berapa banyak teman Anda yang mengunggah besaran saldo di rekening tabungan ketimbang yang mengunggah foto liburan terbaru atau tentang makan malam mewah mereka?” tanya Kallsen.

Terkait hal itu, pakar keuangan menyarankan agar generasi milenial tidak mudah tergoda untuk boros hanya karena dorongan sosial saja. Jika memang tak punya uang, lebih baik tidak memaksakan kehendak.

“Pengeluaran bukanlah musuh. Akan tetapi, jika kita membiarkan tekanan sosial atau dorongan lain memancing kita untuk mengeluarkan uang di luar kemampuan, itu bisa berdampak buruk bagi stabilitas keuangan dan bukan tak mungkin akan jadi sebuah masalah yang lebih besar,” terang Kallsen, sebagaimana dilansir CNBC.

Di sisi lain, jajak pendapat terbaru yang dilakukan Stash Financial menemukan, dua pertiga generasi milenial (usia 23-34 tahun) mengatakan bahwa uang adalah sumber utama dari stres.

Tips menghindari godaan media sosial

Torabi menjelaskan, kunci utama untuk menghindari godaan akibat media sosial adalah dengan memiliki perspektif yang nyata. Diungkapkannya, gaya hidup orang di media sosial belum tentu sama dengan yang terjadi di dunia nyata.

“Ada orang yang menunjukkan gaya hidup tertentu di media sosial, tapi kamu tak pernah tahu bagaimana isi rekening bank mereka yang sebenarnya,” ungkap Torabi .

Baca juga: Keren, ini 5 Destinasi Wisata Eksotis di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Generasi Milenial!

Trik lainnya dengan mengontrol konsumsi media sosial. Kata Torabi, jika Anda kerap tergoda dengan sesuatu di media sosial, sebaiknya mute akun-akun yang menjadi pemicu. Sebaliknya, ikutilah akun-akun penasihat keuangan yang bisa memberikan efek positif bagi kehidupan finansial.

“Dengan mengikuti akun perencanaan keuangan, isi timeline Anda akan dipenuhi dengan hal-hal yang akan menggerakkan Anda untuk membuat keputusan yang menyehatkan finansial,” pungkas Torabi.

Gunakan smartphone untuk hal yang bermanfaat

Ketimbang berselancar di media sosial dan menyebabkan pengeluaran jadi  membengkak, cobalah untuk memanfaatkan smartphone kamu untuk melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti halnya berinvestasi.

Berinvestasi punya banyak manfaat bagi kehidupan kamu, salah satunya sebut saja bisa mengantarkan kamu pada kebebasan finansial. Jika ingin berinvestasi dengan mudah, aman, dan menguntungkan, kamu bisa berinvestasi di platform Danain yang merupakan Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan emas di Indonesia. Imbal hasil yang ditawarkan sangat menjanjikan, yakni minimal 8% maksimal 120% per tahun. Selengkapnya, baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!