Orang tua kita mungkin menyarankan agar rajin menabung untuk menghadapi masa depan. Di satu sisi, saran tersebut memang benar. Siapa pun orang tua tentu saja tidak ingin melihat anaknya larut dalam kehidupan yang konsumtif.

Namun, sebagai generasi milenial, kita dituntut untuk lebih kreatif dalam hal mengelola keuangan. Satu hal yang perlu kita pahami, menabung saja tidak cukup untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa akan datang.

Kamu mungkin bertanya-tanya, apa yang kurang dari perilaku menabung? Jawabannya singkat, uang yang kamu tabung di bank sangat rentan tergerus inflasi.

Inflasi bisa diartikan proses kenaikan harga secara umum dan terus menerus berkaitan dengan mekanisme pasar. Contoh sederhananya begini: tahun 90an lalu, kita bisa membeli beberapa jenis makanan ringan dengan uang 500 rupiah. Bandingkan dengan saat ini. Uang 500 rupiah tentu saja tidak bisa digunakan untuk membeli produk tersebut. Seperti itulah inflasi.

Menurut data, tingkat inflasi di negara kita berkisar di angka 4% per tahunnya. Sementara bunga tabungan yang diberikan oleh bank hanya berkisar 0-1,7% setiap tahunnya. Dari angka itu, kita tentu bisa melihat jika bunga yang diberikan bank masih terbilang kecil ketimbang inflasi yang terjadi.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar kebutuhan di masa depan bisa tercukupi tanpa pengaruh dari inflasi? Mulailah berinvestasi!

Ada banyak jenis investasi yang bisa kamu pilih. Sebut saja saham, obligasi, reksa dana, emas, bahkan properti. Namun, dari sekian banyak investasi yang tersedia, ada satu jenis investasi yang sangat cocok bagi generasi seperti kita.

Yap, apalagi kalau bukan P2P Lending!

Baca juga: Ini Dia, Keunggulan P2P Lending Ketimbang Reksa Dana dan Deposito

Investasi P2P Lending sangat relevan bagi kita generasi milenial yang notabene melek digital. Hanya dengan gadget yang kita miliki, kita bisa berinvestasi kapan pun dan di mana pun kita mau. Menariknya lagi, sebagian besar platform P2P Lending yang ada saat ini sangat ​user friendly, sesuai dengan karakter generasi kita yang tak mau ribet.

Oh ya, dengan berinvestasi P2P Lending, kamu juga akan dimudahkan dalam hal analisis investasi. Saat ini, sudah banyak informasi tentang P2P Lending di internet yang bisa dijadikan acuan untuk memilih platform investasi.

Keunggulan lainnya, P2P Lending menawarkan imbal hasil yang lebih besar ketimbang reksa dana atau deposito. Bahkan, ada platform P2P Lending yang mampu berikan keuntungan hingga 120% per tahun, minimal 8% per tahun, seperti Danain.

Perlu kamu ketahui, Danain adalah P2P Lending pertama di Indonesia yang gunakan agunan perhiasan emas atau logam mulia. Aset yang diagunkan pihak peminjam punya nilai lebih besar ketimbang jumlah pinjaman yang diajukan.

Dari segi waktu, investasi di Danain bisa dibilang tergolong singkat. Maksimal hanya empat bulan. Menariknya, modal dan keuntungan sudah bisa kamu nikmati hanya dalam hitungan hari. Itu bisa terjadi jika pihak peminjam sudah melunasi pinjamannya.

Gimana kalau peminjam ternyata tidak bisa melunasi pinjamannya?

Danain bermitra dengan PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) yang merupakan salah satu perusahaan pergadaian swasta terbesar di Indonesia. Kalau peminjam tak melakukan pelunasan dalam tempo maksimal empat bulan, PT MAS akan tetap melakukan pengembalian pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.

Kredibilitas Danain di kancah P2P Lending dalam negeri juga tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, Danain sudah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan surat tanda bukti terdaftar bernomor S-280/NB.213/2018.

Nah, setelah membaca artikel ini, tak ada lagi alasan untuk tak mulai berinvestasi. Ingat, biaya nikah akan makin mahal ke depannya, terlebih untuk biaya sekolah anak. Jadi, jika ingin tetap ‘bergaya’ tanpa harus kesulitan finansial, segeralah berinvestasi!