Tak dipungkiri, liburan Idul Fitri sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Dengan waktu libur yang cukup panjang, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, mulai dari berkumpul dengan sanak saudara, mudik, bahkan berwisata dengan orang terdekat ke berbagai tempat.

Meski demikian, momen menyenangkan tersebut bukan berati tak lepas dari permasalahan. Selama liburan, kondisi keuangan Anda umumnya akan berubah drastis. Pengeluaran biasanya akan membengkak, terlebih bagi mereka yang tak mempersiapkan dana liburan jauh-jauh hari atau kerap melakukan pembelanjaan secara impulsif.

Lantas, bagaimana cara tepat untuk mengatasi kondisi keuangan yang berantakan pasca libur Lebaran? Berikut sederet tipsnya!

Tunda pengeluaran yang tak diperlukan

Memulihkan anggaran usai Lebaran memang susah-susah gampang, apalagi bagi orang yang hanya mengandalkan gaji setiap bulannya, dalam hal ini karyawan. Untuk mengatasinya, Anda bisa menunda pengeluaran yang tidak terlalu penting semaksimal mungkin.

Dalam situasi ini, menahan diri dari godaan belanja sangat disarankan. Cobalah untuk bersabar hingga kondisi keuangan kembali normal.

Intinya, fokuslah mempertahankan uang yang tersisa, paling tidak sampai Anda kembali menerima gaji. Pergunakan uang tersebut sebijak mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang memang jadi prioritas.

Baca juga: Jurus Jitu Amankan Keuangan saat Bulan Puasa, Agar Kantong tak Jebol!

Lakukan penghematan

Agar kantong tak makin jebol setelah Lebaran, lakukanlah penghematan di beberapa pos pengeluaran. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan, seperti membawa bekal saat ke kantor agar tak perlu membeli makan siang, menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi, hingga mengurangi intensitas nongkrong di luar yang notabene menguras dompet. Ingat, berhemat merupakan langkah cerdas untuk mengantisipasi membengkaknya pengeluaran usai Lebaran.

Tetapkan pengeluaran harian

Untuk menekan pengeluaran pasca Lebaran, tetapkanlah biaya yang boleh dikeluarkan setiap harinya. Misal: Anda menetapkan Rp 50 ribu untuk pengeluaran setiap hari. Konsistenlah untuk menggunakan uang tersebut dan hindari membawa uang tunai lebih dari itu. Yang terpenting, jangan pernah tergoda untuk melanggarnya.

Gunakan dana darurat

Apabila anggaran libur Lebaran Anda melampaui batas, tak ada salahnya untuk menggunakan dana darurat yang Anda miliki. Namun ingat, segera kembalikan dana tersebut setelah gajian berikutnya. Dana darurat harus tetap ada untuk mengantisipasi pengeluaran yang sifatnya mendadak.

Baca juga: Gunakan Uang THR untuk Investasi, Kenapa Tidak? Ini Manfaatnya!

Jual barang tak terpakai

Usai Lebaran, cobalah cek kembali barang-barang di rumah yang sudah tak terpakai lagi. Sekiranya masih layak, tak ada salahnya untuk menjual barang-barang tersebut secara online guna menghasilkan pendapatan tambahan. Selain jadi pemasukan, langkah tersebut juga bisa mengurangi penumpukan barang yang sudah tak terpakai lagi di dalam rumah.

Secara keseluruhan, menjalani hidup dengan dana yang terbatas memang tidak mudah. Akan tetapi, ingatlah tujuan Anda melakukan ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk memulihkan kembali kondisi finansial.

Lewatilah masa ini dengan disiplin dan lakukanlah pengecekan secara rutin terhadap keuangan. Jika kondisi finansial sudah mulai stabil, usahakan menyisihkan uang untuk dana investasi sesegera mungkin. Ingat, investasi merupakan cara tepat untuk meraih kebebasan finansial di masa yang akan datang.

Jika Anda ingin berinvestasi dengan aman, mudah, dan menguntungkan, Anda bisa investasi di platform Danain yang merupakan Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan emas di Indonesia. Selain minim risiko, imbal hasil yang ditawarkan juga menjanjikan, minimal 8% maksimal 120% per tahun. Selengkapnya, baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!