Bulan Ramadan seharusnya bisa dimanfaatkan oleh seseorang untuk menghemat pengeluaran. Akan tetapi, pada kenyataannya, banyak orang yang malah makin boros selama menjalani bulan suci tersebut.

Terkait hal itu, penting bagi Anda untuk mengantisipasi sejumlah hal yang sejatinya bisa bikin pengeluaran jadi membengkak. Langkah tersebut perlu dilakukan agar kondisi keuangan tetap stabil hingga bulan puasa berakhir.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengulas cara cerdas mengamankan keuangan selama bulan suci Ramadan. Tujuannya cuma satu, yakni agar kantong Anda tak mudah jebol.

Berikut jurus jitu amankan keuangan saat bulan puasa:

Hindari terlalu sering buka puasa bersama di luar

Ajakan untuk berbuka puasa bersama (bukber) tentu sudah banyak beredar di aplikasi pertukaran pesan di ponsel Anda, bahkan sebelum bulan puasa berlangsung. Ajakan itu pun bervariasi, ada yang dari teman sekolah, kantor, hingga komunitas.

Secara prinsip, bukber memang momen yang tepat untuk bersilaturahim. Akan tetapi, Anda tetap harus selektif dalam mengikuti acara tersebut. Jangan sampai semua acara Anda ikuti, padahal isi kantong sudah tidak menunjang.

Akan lebih baik jika Anda perbanyak buka puasa di rumah bersama keluarga. Selain bisa berhemat, cara tersebut juga ampuh untuk mempererat hubungan antar keluarga.

Baca juga: Mumpung Masih Awal Bulan, ini 5 Langkah Cerdas untuk Stabilkan Kondisi Keuangan!

Buat camilan berbuka sendiri

Perubahan yang signifikan saat bulan puasa umumnya terjadi pada pola konsumsi. Jika dipikir-pikir, pengeluaran Anda saat bulan Ramadan seharusnya lebih irit ketimbang bulan lainnya, sebab jumlah makan Anda akan berkurang dari yang tadinya tiga kali sehari menjadi dua kali sehari.

Tapi, faktanya, pengeluaran seringkali meroket akibat belanja camilan untuk berbuka yang kadang kala tak terkontrol. Bahkan, tak jarang orang melakukan pembelian camilan melebihi biaya untuk makan malam pada hari biasa.

Untuk mencegah jebolnya kantong akibat hal tersebut, cobalah untuk tak membeli camilan berbuka secara berlebihan. Jika memungkinkan, buatlah camilan sendiri di rumah, hitung-hitung sembari menunggu waktu berbuka. Ingat, makanan yang dibuat sendiri tentu akan lebih higienis ketimbang yang dibeli di luar.

Tahan keinginan belanja

Hakikat puasa adalah menahan hasrat untuk makan dan minum. Tapi, ada baiknya juga jika Anda menahan hawa nafsu untuk berbelanja. Kendati banyak godaan diskon yang menarik, Anda harus bisa menahan diri untuk tidak boros saat bulan Ramadan.

Sebaiknya penuhi dulu semua kebutuhan Anda selama bulan puasa ini. Jika memang ada sisa dan masih mencukupi, barulah gunakan uang tersebut untuk berbelanja. Tapi, ingat, tetaplah utamakan kebutuhan daripada keinginan.

Baca juga: Hati-hati, ini 5 Tanda Kondisi Keuangan Anda Tidak Sehat, Segera Perbaiki!

Jangan beli bahan makanan berlebihan

Karena satu dan lain hal, banyak orang yang memutuskan untuk menyetok bahan makanan secara berlebihan selama bulan puasa. Perlu dipahami, langkah tersebut mungkin akan sangat efektif bagi Anda yang sudah berkeluarga dan memang rutin memasak di rumah.

Tapi, jika Anda sebenarnya jarang makan di rumah dan cenderung malas memasak, ada baiknya hindari keputusan tersebut untuk menghindari pemborosan. Bayangkan, apa jadinya jika bahan makanan yang sudah dibeli kedaluwarsa karena tak kunjung dimasak! Mubazir, bukan?

Manfaatkan THR sebaik mungkin

Saat bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok biasanya akan naik. Selain itu, sejumlah keperluan, seperti untuk membeli baju hingga kue lebaran juga sejatinya akan membuat pengeluaran jadi membengkak.

Untuk menyiasatinya, manfaatkanlah Tunjangan hari Raya (THR) yang diberikan oleh perusahaan. Hindarilah berutang untuk memenuhi keperluan-keperluan tadi. Poin pentingnya, ‘bergayalah’ sesuai kemampuan finansial.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan finansial selama bulan puasa. Dengan menekan sejumlah pengeluaran, Anda bisa mengalokasikan dana yang ada untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti untuk dana darurat.