Selama ini, kita tentu sering mendengar istilah investasi jangka panjang dan jangka pendek. Pertanyaannya, mana yang lebih baik dari kedua jenis investasi tersebut?

Jika ditanya lebih baik mana, setiap investor tentu punya jawaban yang berbeda, tergantung tujuannya berinvestasi. Bagi investor yang tujuan investasinya untuk membeli gadget atau kendaraan baru (misal), investasi jangka pendek tentu lebih baik menurutnya. Namun, bagi investor yang ingin memenuhi kebutuhan hari tua ketika pensiun, investasi jangka panjang tentulah merupakan pilihan tepat.

Berikut perbandingan antara investasi jangka panjang dan jangka pendek:

Investasi jangka panjang

Sesuai namanya, investasi jangka panjang merupakan investasi yang periode waktunya lama. Biasanya lebih dari satu tahun, bahkan hingga puluhan tahun. Investasi ini memungkinkan investor untuk terus memperoleh pemasukan dalam jangka panjang, dengan keuntungan yang cenderung konsisten.

Seperti yang sudah disampaikan di atas, investasi jangka panjang sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang pula. Meski dana investasi tertahan lebih lama, namun potensi keuntungan juga jauh lebih tinggi berkat adanya compounding effect.

Setidaknya, ada beberapa jenis investasi jangka panjang yang populer. Di antaranya adalah investasi emas, properti (tanah dan bangunan), saham, atau reksa dana. Risikonya pun bervariasi, tergantung instrumen investasi apa yang dijalankan.

Baca juga: Investasi itu Banyak Macamnya, ini 7 Jenis Investasi Paling Populer di Indonesia!

Bagi investor jangka panjang, ada beberapa hal yang kerap jadi pertimbangan dalam memilih investasi jangka panjang. Biasanya mereka ingin memaksimalkan compounding effect guna meningkatkan valuasi dana yang dimiliki dari waktu ke waktu. Selain itu, mereka juga ingin memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti dana untuk pensiun, biaya pendidikan anak, atau biaya pernikahan.

Di sisi lain, risiko investasi jangka pendek cukup besar. Itu karena tingkat fluktuasinya yang cukup tinggi. Alasan lain investor memilih investasi jangka panjang, itu karena mereka ingin meminimalisir risiko tersebut.

Investasi jangka pendek

Sementara investasi jangka pendek adalah investasi yang jangka waktu maksimalnya satu tahun, bahkan bisa kurang. Dalam investasi ini, keuntungan yang diperoleh memang tergolong cepat, namun risikonya cenderung besar.

Investasi jangka pendek juga rentan terhadap inflasi, sebab valuasinya mungkin saja tidak mampu menyaingi laju inflasi tahunan yang terjadi. Tak hanya itu, keuntungan investasi ini juga tak begitu signifikan karena compounding effect tidak dirasakan. Beberapa investasi jangka pendek yang bisa dipilih meliputi: deposito, forex trading, atau reksa dana pasar uang.

Ada sejumlah alasan seorang investor memilih investasi jangka pendek. Satu di antaranya adalah mereka ingin mempercepat perputaran uangnya. Dengan begitu, mereka bisa dengan mudah menginvestasikan kembali dana yang dimiliki ke instrumen investasi lain.

Sementara itu, investasi jangka pendek juga kerap dipilih oleh investor pemula yang baru masuk dunia kerja. Biasanya, pendapatan mereka masih belum terlalu memadai untuk berinvestasi secara rutin tiap bulan. Alasan yang kerap mengemuka, masih banyak kebutuhan jangka pendek yang harus dipenuhi, sehingga investasi jangka panjang masih belum terpikirkan.

Tentukan tujuan investasi

Jika saat ini Anda dihadapkan pada dua pilihan investasi (jangka panjang atau pendek), hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tujuan berinvestasi. Apakah untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang atau jangka pendek? Dengan begitu, Anda bisa tahu investasi apa yang memang cocok untuk dijalankan.

Secara keseluruhan, masing-masing investasi memang punya kelemahan dan kekurangannya tersendiri. Namun, jika harus menjawab pertanyaan “Lebih baik mana?”, jawaban paling bijak adalah mengombinasikan kedua investasi tersebut.

Misalnya, Anda berencana membeli ponsel atau kendaraan baru, pilihlah investasi jangka pendek yang memang menguntungkan. Di saat bersamaan, miliki juga minimal satu investasi yang bisa memenuhi kebutuhan jangka panjang Anda. Pilih instrumen investasi yang sesuai kemampuan.

Sebaliknya, jika Anda cenderung ingin berinvestasi jangka panjang, miliki juga investasi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya kekinian. Dengan cara tersebut, kebutuhan jangka panjang dan pendek Anda pun bisa terpenuhi.

Menjalankan dua jenis investasi sekaligus memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, Anda tak perlu khawatir dengan hal itu. Pasalnya, saat ini, sudah ada instrumen investasi modern yang bisa mengakomodir kedua kebutuhan Anda tersebut, baik jangka panjang atau pendek.

Adalah Peer to Peer (P2P) Lending, penyelenggara layanan keuangan yang mempertemukan pendana dan peminjam dalam platform berbasis teknologi. Anda bisa memilih platform Danain yang memang memfokuskan diri mencari lender alias pendana dalam skema bisnisnya.

Ingin tahu lebih jelas tentang Danain? Baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!

Platform Danain memungkinkan Anda untuk menjalankan investasi jangka panjang dan jangka pendek. Perlu diketahui, tenor pendanaan di Danain tergolong singkat, maksimal empat bulan (sesuai aturan perusahaan pergadaian). Meski begitu, pihak peminjam dana tetap bisa mengembalikan pinjamannya dalam hitungan hari. Artinya, Anda sebagai pendana sudah bisa menikmati keuntungan dalam hitungan hari pula. Skema ini tentu cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi jangka pendek.

Lantas, bagaimana jika ingin berinvestasi jangka panjang?

Danain memiliki fitur auto lending yang bisa dimanfaatkan untuk investasi jangka panjang. Dengan fitur tersebut, dana yang Anda miliki akan ‘bekerja’ secara otomatis. Anda hanya perlu menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif Danain, setelah peminjam melunasi pinjamannya.

Dana yang Anda punya juga akan makin berkembang dengan adanya compounding effect, ‘bunga berbunga’ atau ‘bunga bergulung’. Penjelasan sederhananya, bunga yang diperoleh dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga bunga yang dihasilkan akan menghasilkan bunga lagi. Begitu seterusnya hingga dana berkembang secara maksimal. Baca juga: Compounding Effect, ‘Keajaiban Dunia Kedelapan’ yang bisa Bikin Orang jadi Kaya Raya!

Bagaimana, siap berinvestasi di Danain?