Setiap generasi tentu  memiliki masalah keuangannya masing-masing. Akan tetapi, ada satu fakta menyedihkan yang baru saja terungkap ke permukaan. Ternyata, kaum milenial diklaim lebih banyak berjuang secara finansial ketimbang generasi lain, setidaknya sejak masa Great Depression.

Memang tak dipungkiri jika dunia selalu berubah dengan segala perkembangannya. Harga kebutuhan semakin mahal, begitu pun dengan biaya pendidikan dan peluang mencari kerja yang semakin sulit.

Meski demikian, bukan berarti generasi milenial tak memiliki kesempatan untuk menjadi kaya. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk meraih sukses, apabila mereka punya komitmen yang kuat untuk membuat keputusan finansial yang lebih cerdas.

Lantas, apa yang harus dilakukan generasi milenial agar peluang meraih kekayaan terbuka lebar? Hindarilah 5 kesalahan berikut semaksimal mungkin!

Gunakan kartu kredit untuk hal konsumtif

Generasi milenial menghabiskan setidaknya 478 dolar AS per bulan untuk pengeluaran yang sebenarnya tidak penting, seperti makan di luar, hiburan, beli barang mewah, hingga liburan. Angka tersebut lebih banyak dari yang dihabiskan generasi baby boomer sebesar 359 dolar AS setiap bulan. Demikian menurut laporan Modern Wealth 2019 di Schwab.

Nah, jika ingin meraih kekayaan, terapkanlah aturan bahwa hanya akan menggunakan kartu kredit untuk pembelian besar yang sejatinya bisa menghasilkan lebih banyak uang. Di antaranya untuk membayar biaya pendidikan atau sewa tempat untuk menjalankan bisnis. Hindari memakai kartu kredit untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, seperti beli sepatu atau motor baru.

Baca juga: Media Sosial Bikin Kaum Milenial Makin Boros, Benarkah? Cek Faktanya di Sini!

Bandingkan kekayaan dengan orang lain

Perlu kamu pahami, kondisi keuangan orang lain, baik atau buruk, tak akan pernah bisa membayar tagihan kamu, mendanai pensiun kamu, atau memberi ketenangan bagi pikiran kamu. Karena itu, hindarilah membandingkan kekayaan dengan orang lain.

Faktanya, hampir dua pertiga generasi milenial hidup dari gaji ke gaji. Mungkin kamu bukan termasuk dalam kategori itu. Akan tetapi, hanya karena mereka lebih buruk, bukan berarti kamu lebih baik.

Membandingkan nilai atau kekayaan dengan orang lain adalah jebakan mental. Karenanya, berhentilah mencemaskan seberapa kaya teman atau orang di sekitar kamu.

Solusi terbaik, tetaplah fokus pada tujuan keuangan dan jangan pernah membuang waktu untuk hal seperti itu. Mulailah cari tahu apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan banyak uang.

Terpengaruh media sosial

Melihat unggahan di media sosial, kemudian tergoda membelanjakan uang untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan adalah kesalahan besar. Perlu diingat, orang-orang yang kamu lihat di media sosial dengan makan malam mewah, mobil keren, pesta, atau liburan di tempat seru, pada dasarnya tak selalu kaya.

Mungkin saja mereka hanya orang yang mencoba membuat orang lain terkesan dengan memamerkan barang mewah yang dibeli menggunakan kartu kredit orang tua.

Poin pentingnya, gaya hidup di media sosial bukanlah cara hidup. Kecuali jika kamu memang seorang influencer yang menghasilkan uang dengan sarana tersebut. Demikian dilansir CNBC.

Baca juga: Hati-hati, 5 Masalah Finansial ini Kerap Menghantui Generasi Milenial!

Terus berada di zona yang nyaman

Kenyamanan merupakan lawan dari kekayaan.

Perlu kamu tahu, kelas menengah selalu mencari kenyamanan. Mereka cenderung puas dengan penghasilan yang pas-pasan, libur tiap akhir pekan, asuransi kesehatan, dan sebuah rumah.

Sebaliknya, orang kaya mencari lebih dari sekadar kenyamanan. Alih-alih nyaman dengan keadaan, mereka berusaha keras untuk mendapatkan banyak uang. Mereka menganggap, hal itulah yang akan memberi lebih banyak kebebasan dan keamanan daripada yang pernah mereka butuhkan. Sementara itu, banyak generasi milenial yang hanya puas dengan kondisi keuangan yang telah mereka capai.

Jika kamu mencari kenyamanan, kamu mungkin tak akan pernah mencapai kebebasan finansial. Kenyamanan hanya akan membawa kamu pada kehidupan kelas menengah, sedangkan kebebasan akan memberi kamu kehidupan yang kaya. Jadi, pilihlah dengan bijak!

Tak menghasilkan cukup uang

Kesalahan terbesar kaum milenial adalah tak bekerja keras untuk tingkatkan penghasilan mereka. Dalam hal ini, generasi milenial disarankan untuk terus mengejar pendapatan yang lebih tinggi dan tidak mudah puas dengan status quo.

Kamu harus selalu menabung dan menginvestasikan uang yang dimiliki, tapi di saat bersamaan, penting juga untuk mendapatkan lebih banyak uang. Perlu kamu ingat, pengembalian yang kamu hasilkan dari investasi hanya akan meningkat apabila penghasilan kamu juga ikut meningkat.

 

Ya, itulah sederet kesalahan yang bisa menghambat peluang kamu untuk meraih kekayaan. Karena itu, penting bagi kamu untuk sebisa mungkin menghindarinya.

Di sisi lain, penting juga bagi kamu untuk segera memasukkan investasi dalam kegiatan pengelolaan keuangan. Selain mampu melawan inflasi yang terus menggerus nilai mata uang, investasi juga mampu mengantarkanmu pada kebebasan finansial.

Masih bingung memilih instrumen investasi? Jatuhkan saja pilihan pada Danain yang merupakan platform Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan di Indonesia. Keunggulannya, baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!