Penelitian menunjukkan, berbicara tentang uang dengan pasangan bisa meningkatkan kepuasan dalam hubungan. Sayangnya, masih banyak pasangan yang tak melakukan hal tersebut.

Menurut perencana keuangan di South Bay Financial Partners, Tara Unverzagt, pasangan biasanya tak berbicara tentang uang karena mereka malu atau takut. Membicarakan uang juga dinilai akan melibatkan emosi masing-masing pihak.

“Ketika dua orang bersama, akan berakhir dengan dua kisah, nilai, dan pengalaman keuangan yang berbeda,” ujar Unverzagt.

Sebuah studi terbaru menjelaskan, orang yang sudah menikah memiliki jumlah percakapan paling sedikit tentang uang daripada jenis pasangan yang lain, seperti halnya yang masih berpacaran.

“Kami pikir, pasangan yang sudah menikah akan berbicara lebih banyak tentang uang karena sudah tak tabu dan memang punya tujuan bersama. Tapi, kami terkejut setelah tahu betapa sedikitnya pasangan yang membicarakan topik tersebut,” jelas Megan McCoy, seorang terapis pernikahan sekaligus penulis penelitian.

Pada prinsipnya, hambatan pasti akan selalu ada. Tapi, hal itu tentu bisa diatasi, sehingga bisa meningkatkan kebahagian dalam hubungan yang terjalin. Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan agar pembicaraan tentang uang dengan pasangan bisa berjalan dengan lancar:

Tentukan persyaratan

McCoy mengatakan, uang bukan hanya sekadar uang. Ini terhubung dengan sebuah ide atau perasaan yang sering dibangun sejak awal kehidupan.

“Kita sering tak menyadari bahwa orang lain melihat uang secara berbeda dari kita. Ada yang melihatnya sebagai keselamatan dan perlindungan. Ada yang menganggap sebagai sesuatu yang perlu dibagikan. Ada pula yang menilai sebagai sesuatu yang bisa dipakai untuk hal-hal yang menyenangkan,” terangnya.

Baca juga: Agar Terhindar dari Masalah, ini 5 Tips Cerdas Atur Keuangan Bersama Pasangan!

Berbicara dengan pasangan tentang apa arti uang adalah tempat yang baik untuk memulai. Dari sana, fokuslah pada tujuan keuangan bersama dan kesampingkan hal-hal sepele. Kata McCoy, ”Jangan terjebak pada berapa banyak uang yang dihabiskan untuk bersepeda atau makan. Bicaralah, apa yang akan dilakukan untuk pensiun, kapan akan melunasi pinjaman, dan berapa banyak uang yang diperlukan untuk biaya pendidikan anak.”

Ingat, orang-orang dapat dipermalukan tentang kebiasaan mereka atau kurangnya pengetahuan tentang uang. Jadi, penting untuk tidak menilai.

Nilai bicara

Natalie and Dan Slagle adalah pasangan suami istri yang sama-sama berprofesi sebagai perencana keuangan bersertifikat. Meski demikian, hal itu tak membuat percakapan mereka tentang uang jadi lebih mudah.

“Kami mendapati diri kami berdebat tentang keputusan apa yang harus diambil dengan uang kami. Kami menyadari bahwa kami sedang berjuang, sebab kami tak memiliki percakapan yang mendalam tentang filosofi kami dengan uang dan bagaimana kami dibesarkan dengan itu,” ungkap mereka.

Begitu mereka mulai berbicara tentang apa yang mereka hargai dan pengalaman tentang uang, mereka baru mulai menemukan titik temu.

Baca juga: Penting, 6 Masalah Finansial ini Harus Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah!

“Kami sama-sama memiliki nilai yang kuat dalam hal kesehatan. Jadi, menghabiskan uang untuk keanggotaan gym, sepatu hiking, atau mendaftar sebuah perlombaan tak perlu meyakinkan satu sama lain. Pasalnya, itu sesuai dengan nilai-nilai yang kami pegang. Akan tetapi, jika saya (misalnya) secara tiba-tiba keluar dan menghabiskan 100 dolar AS untuk membeli pakaian baru, Dan mungkin akan mempertanyan hal itu,” lanjut Natalie.

Secara garis besar, percakapan seperti ini telah membuat hubungan mereka jadi lebih kuat. Demikian dilansir CNN.

Hadapi rasa takut

Banyak pasangan yang menghindari pembicaraan tentang uang karena timbul rasa takut. “Mereka takut kehilangan otonomi, kehilangan kendali, atau terlepas dari konsumsi dan status atau kesenangan yang menyertai,” kata penasihat keuangan di Future You Wealth, Ryan Sterling.

Agar pasangan merasa lebih aman berbicara tentang uang, Sterling mengatakan bahwa mereka harus terlebih dulu masuk ke tim yang sama. Untuk menerapkan itu, pasangan bisa mulai dengan menulis daftar keinginan individu yang ingin dicapai. Misalnya, ingin mengurus keluarga, ingin menghilangkan utang, atau mencapai kemandirian finansial. Kemudian, mereka juga harus membandingkan kedua daftar dan melihat item mana yang cocok dan yang tidak.

“Proses ini untuk semua pasangan yang memiliki kekayaan bersih positif dan mereka yang punya utang kartu kredit. Kami menempatkan semuanya di luar sana dan kami bekerja menuju serangkaian tujuan yang disepakati, yang selaras dengan keinginan dan nilai yang sebenarnya,” pungkas Sterling.

Di sisi lain, keputusan uang setelah itu tak selalu tentang menjadi baik atau buruk, benar atau salah. Sebaliknya, ini lebih kepada, ”Apakah pembelian ini membuat kita lebih dekat dengan tujuan atau tidak?”

Baca juga: Tips Keuangan untuk Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

Diungkapkan Colin Moynahan, bicara uang dengan pasangan tidak seperti yang diperkirakan banyak orang. Ada situasi di mana satu orang menyembunyikan beberapa masalah keuangan serius dari yang lain – tapi lebih baik untuk tahu dari sekarang.

“Kebanyakan orang telah membangun masalah di kepala mereka sendiri, yang sebenarnya tak seburuk yang mereka kira. Begitu mereka berdiskusi terbuka dan menyusun sebuah rencana, mereka akan merasa jauh lebih baik tentang masa depan,” tutup Moynahan.

Bagaimana, sudah siap bicarakan uang dengan pasangan kamu?