Pandemi Covid-19 yang melanda dunia berdampak buruk terhadap perekonomian. Jutaan pekerja terpaksa dirumahkan tanpa mendapatkan upah, bahkan ada pula yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK.

Diungkapkan perencana keuangan bersertifikat Brian Walsh, ketika bisnis mengalami penurunan dan tak memiliki pendapatan, pengusaha mungkin terpaksa membuat keputusan sulit untuk mengurangi pengeluaran agar bisa bertahan hidup. Sayangnya, kata Walsh, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengistirahatkan atau merumahkan para pekerja.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih jika pekerja yang terdampak telah berkeluarga. Kehidupan mereka tentu akan terganggu, sebab tak lagi memiliki penghasilan.

Nah, untuk memastikan bahwa kamu dan pasangan akan siap secara finansial jika salah satu dari kamu kehilangan pekerjaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Menurut ahli, berikut empat langkah yang bisa diterapkan agar keuangan keluarga tetap stabil di tengah pandemi Covid-19:

Diskusikan dengan pasangan

Jika kamu atau pasangan merasa khawatir akan kehilangan pekerjaan di tengah pandemi, hal pertama yang harus dilakukan adalah duduk berdua dan mendiskusikannya bersama. Disarankan pakar keuangan dari Ameriprise Financial, Marcy Keckler, carilah waktu yang tepat untuk membicarakan keuangan kamu berdua. Komunikasi adalah kunci penting bagi pasangan untuk mencapai keharmonisan keuangan.

Diskusi ini harus fokus pada apa saja yang kamu berdua butuhkan. Misal: Berapa banyak uang yang dimiliki dalam tabungan? atau Apakah salah satu dari kamu harus mencari pekerjaan sampingan hingga kondisi ekonomi kembali pulih?

Baca juga: Tips Hemat di Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

Jika kamu bingung harus mulai dari mana, pakar keuangan dari Jersey Shore Financial Advisors, Thomas J. Duffy, mengungkapkan bahwa kamu bisa terlebih dulu mempelajari dasar-dasarnya dengan melontarkan sejumlah pertanyaan pada diri sendiri, seperti:

– Bagaimana perasaan kamu tentang keuangan sehubungan dengan peristiwa yang terjadi saat ini?

– Apa kamu pikir kita harus mengambil sebuah tindakan khusus sekarang?

– Bantuan apa yang harus kita cari sehubungan dengan keuangan saat ini?

– Apakah kamu khawatir dengan pekerjaan?

– Adakah bagian dari keuangan yang harus diperiksa lebih rinci?

Dijelaskan Keckler, jika percakapan tersebut pada akhirnya menyebabkan stres, hal itu harus tetap dilanjutkan. Sebab, pasangan mungkin saja bisa menavigasi tantangan lebih baik jika mereka sinkron dan sepenuhnya sadar dengan gambaran keuangan yang terjadi.

“Namun, jika kamu dan pasangan masih merasa sulit untuk berdiskusi terkait hal ini, tak ada salahnya untuk melibatkan penasihat keuangan sebagai fasilitator,” ungkap Keckler.

Tinjau akun bersama

Tips keuangan untuk keluarga di tengah pandemi Covid-19 selanjutnya adalah dengan meninjau akun bersama. Dikatakan pakar keuangan dari Ten Talents Financial Planning, Kaleb Paddock, kamu dan pasangan harus mulai meninjau pengeluaran tetap dan memahami kurangnya penghasilan jika salah satu dari kamu diberhentikan dari pekerjaan.

Dalam hal ini, ada empat area utama yang harus jadi fokus perhatian. Berikut sederet poinnya, sebagaimana dijelaskan perencana keuangan dari Fort Pitt Capital Group, Katharine Perry:

Tingkat utang: Periksa semua utang yang kamu dan pasangan miliki. Jika salah satu dari kamu kehilangan pekerjaan karena pandemi, pastikan utang tersebut masih bisa dibayarkan. Pihak yang masih bekerja mungkin harus membantu menutupi tagihan tersebut hingga pasangan mereka menemukan pekerjaan baru.

Arus kas bulanan: Cari tahu berapa banyak uang yang masuk dan keluar setiap bulan. Tanyakan pada diri sendiri: Berapa banyak yang kita bawa? Dari mana uangnya berasal? Jika arus kas terganggu, bagaimana dampaknya terhadap anggaran bulanan kita?

Tabungan: Tinjau berapa banyak jumlah tabungan yang dimiliki. Tentukan pula berapa lama jumlah itu akan bertahan jika kamu menggunakannya untuk menutupi pengeluaran, hingga salah satu dari kamu menemukan pekerjaan baru.

Program pensiun atau investasi lain: Periksa akun investasi kamu, termasuk program pensiun. Hentikan sementara kontribusi ke akun tersebut jika diperlukan.

 

“Meluangkan waktu untuk memeriksa akun secara terperinci akan memudahkan kamu meninjau kebutuhan dan kewajiban kas, guna memastikan kamu siap menghadapi ketidakpastian pendapatan,” terang perencana keuangan dari SoFi, Lauren Anastasio.

Baca juga: Langkah Cerdas Stabilkan Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

Atur dana darurat

Segera sisihkan uang kamu untuk dana darurat. Jika kamu sudah memilikinya, salurkan lebih banyak ke akun tersebut jika memungkinkan.

“Sangat penting untuk punya dana darurat jika virus corona terus berdampak pada perekonomian, mengganggu pekerjaan, atau berdampak pada kesehatan banyak orang. Jika kamu belum punya dana darurat, segera sisihkan untuk mempersiapkan segala situasi yang tak terduga,” pungkas Keckler.

Para ahli umumnya menyarankan untuk menghemat biaya hidup antara tiga hingga enam bulan ke depan. Tapi, jika kamu baru memulainya, kontribusikan yang kamu bisa semaksimal mungkin.

Diutarakan Anastasio,”Menjadi proaktif dan menyisihkan uang adalah hal terbaik yang bisa dilakukan di masa krisis seperti ini. Jika ada pembelian besar yang tidak perlu, sebaiknya tunda hingga ekonomi kembali pulih.”

Tetap tenang

Selama wabah corona berlangsung, cobalah untuk tetap tenang. Ketakutan adalah hal nyata dan kita hidup melalui masa-masa yang aneh. Bekerjasamalah dengan pasangan untuk saling menjaga. Jangan biarkan rasa takut mendorong keputusan investasi dan uang kamu. Demikian kata penasihat keuangan dari O’Keeffe Financial Partners, Kristin O’Keeffe Merrick.

Penting untuk peka terhadap perasaan pasangan, sambil juga mencoba untuk mempertahankan pola pikir jernih yang didasarkan pada logika. Dalam hal ini, cobalah identifikasi dari mana kecemasan itu berasal dan segera atasi.

Baca juga: Berapa Jumlah Dana Darurat yang Perlu Dimiliki saat Pandemi Covid-19?

Jika pasangan kamu khawatir dengan investasi jangka panjang, seperti rekening pensiun, ingatkan dia bahwa pasar akan kembali seperti semula. Jika kecemasan berasal akibat kekurangan uang, lakukan yang terbaik untuk menyusun strategi mengurangi pengeluaran.

“Ingat, memiliki rencana terkadang bisa membuatmu merasa lebih tenang,” tutup Merrick, sebagaimana dilansir CNBC.

 

Bagaimana, siap menerapkan tips keuangan untuk keluarga di tengah pandemi Covid-19 di atas?