Penasihat keuangan umumnya menyarankan kita untuk menyisihkan dana darurat secara teratur. Biasanya, jumlah yang dianjurkan setara biaya hidup, tiga hingga enam bulan ke depan. Dana tersebut sangat berguna ketika kita berada di situasi yang mendesak, seperti tiba-tiba kehilangan pekerjaan, sakit, hingga harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan rumah atau kendaraan.

Pertanyaannya, apakah anjuran ini masih berlaku di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam ekonomi global, bahkan diprediksi akan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan?

Perencana keuangan bersertifikat Carrie Schwab-Pomerantz dan Kelly Crane memberikan tips terkait besaran dana darurat yang perlu dimiliki selama ketidakpastian ekonomi akibat virus tersebut. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir CNBC.

Semakin tak stabil pekerjaan kamu, maka makin banyak pula dana darurat yang harus dimiliki

Jika usia kamu masih jauh dari pensiun dan kamu punya pekerjaan tetap, memiliki dana darurat setara biaya hidup tiga hingga enam bulan ke depan merupakan keputusan tepat. Simpanlah dana darurat di rekening tabungan, sehingga mudah untuk diakses. Demikian kata Schwab-Pomerantz.

Baca juga: 5 Tips Ampuh untuk Mengontrol Emotional Spending

“Dengan memiliki dana darurat setara biaya hidup tiga hingga enam bulan di rekening tabungan, kamu telah mencapai keseimbangan yang baik antara memiliki cukup uang untuk memproteksi diri di situasi sulit, namun tidak mengorbankan potensi pertumbuhan yang diperoleh dari menginvestasikan uang tersebut,” ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Pomerantz, jika penghasilan kamu berfluktuasi dan tergantung pada komisi, upah lembur, atau faktor eksternal lainnya, akan lebih ideal jika kamu memiliki dana darurat setara biaya hidup enam bulan atau lebih.

Apapun pekerjaan kamu, memiliki dana darurat setara biaya hidup minimal tiga bulan sangat penting dalam situasi seperti saat ini. Bayangkan kemungkinan terburuk yang mungkin saja bisa terjadi, apakah itu kehilangan sebagian penghasilan atau malah seluruhnya!

“Lamanya disrupsi ini masih tidak diketahui. Virus ini bisa berdampak pada kita selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Makin tidak stabil penghasilan kamu dan makin sulit untuk mendapatkan pekerjaan lain di industri kamu saat ini, maka makin besar pula dana darurat yang perlu dimiliki,” jelas Crane.

Jumlah dana darurat perlu makin banyak jika dekat dengan masa pensiun

Makin tua usia kamu, maka makin besar pula jumlah dana darurat yang perlu dimiliki. Jika beberapa tahun ke depan kamu masuk masa pensiun, idealnya kamu harus memiliki dana darurat setara biaya hidup selama satu tahun.

“Tapi, bagi mereka yang sudah pensiun, dana darurat yang harus dimiliki adalah setara biaya hidup selama dua tahun,” terang Pomerantz.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan saat Wabah Covid-19, Berhenti Menabung!

Ditambahkannya, ini adalah aturan praktis yang perlu diterapkan dalam kondisi baik atau buruk. Kata Pomerantz,”Sifat pasar saham naik dan turun. Kamu tak pernah tahu persis kapan ini akan terjadi. Karena itu, ini adalah tentang bagaimana mempersiapkan diri dari segala bentuk kemungkinan.”

Lantas, berapa jumlah dana darurat yang pas bagi setiap orang?

Jawabannya, tergantung pada tingkat kenyamanan masing-masing individu!

Tak ada angka yang sama terkait jumlah dana darurat. Ini sangat tergantung pada kondisi masing-masing orang, seperti usia, pekerjaan, rencana pensiun, hingga toleransi terhadap risiko.

 Baca juga: Apakah Platform Danain Terdampak Wabah Virus Corona?

Dalam kondisi ini, kamu perlu bertanya pada diri sendiri: Berapa jumlah uang yang dibutuhkan agar bisa merasa nyaman?

“Tingkat kenyamanan terkait dana darurat sangat penting secara emosional, terlebih dalam kondisi seperti sekarang. Jika kamu merasa nilainya kurang cukup, berusahalah untuk meningkatkannya sampai kamu merasa nyaman,” tutup Crane.