Blog

Apa yang Terjadi Jika Negara Bangkrut? Simak Fakta Mengerikannya di Bawah ini!

danain-Apa yang terjadi jika negara bangkrut?-gambar ilustrasi jalan raya

Apa yang terjadi jika negara bangkrut?

Kebangkrutan yang dialami Sri Lanka jadi perbincangan hangat di berbagai penjuru dunia. Sebenarnya, apa yang terjadi jika negara bangkrut?

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menyatakan bahwa Sri Lanka telah menjadi negara bangkrut dan penderitaan tersebut dikatakannya akan bertahan setidaknya hingga tahun depan.

Dilansir Channel News Asia, Sri Lanka diketahui sudah mengalami inflasi selama berbulan-bulan dan pemadaman listrik yang berkepanjangan setelah pemerintah kehabisan mata uang asing, sehingga tak bisa mengimpor barang-barang vital. Wickremesinghe pun mengklaim bahwa negaranya akan mengalami resesi yang dalam tahun ini, bahkan hingga kekurangan bahan makanan, obat-obatan, serta bahan bakar.

Sulitnya kondisi Sri Lanka saat ini membuat penduduk di negara tersebut marah, menuntut presiden untuk mundur, hingga melakukan aksi protes yang berujung pada penguasaan kediaman mewah milik presiden.

Baca juga: Cara Mengatasi Deflasi yang Menimpa Suatu Negara

Lantas, apa yang terjadi jika negara bangkrut? Berikut uraian lengkapnya, seperti disampaikan oleh Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira!

Menurut Bhima, kebangkrutan adalah kondisi di mana suatu negara tak mampu lagi membayar bunga utang dan tidak ada kreditur yang mau memberikan pinjaman baru. “Contohnya Sri Lanka, sudah tidak bisa lagi bayar kewajiban utangnya, sehingga minta di-bailout (disuntik dana bantuan) oleh IMF. Itu berarti secara teknikal dianggap bangkrut atau gagal bayar default,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Kebangkrutan yang dialami Sri Lanka, lanjut Bhima, membawa efek buruk, baik bagi negara secara kelembagaan maupun bagi masyarakat yang ada di dalamnya. Ia pun menyebut, setidaknya ada 5 dampak yang akan terjadi jika suatu negara dinyatakan bangkrut.

Berikut poin-poinnya:

Terjadi panic buying

Saat sebuah negara bangkrut, hal pertama yang akan terjadi adalah panic buying. Kata Bhima, krisis pangan membuat masyarakat melakukan panic buying dan penimbunan, yang pada akhirnya menyebabkan kelangkaan di berbagai tempat.

Uang tak lagi bernilai

Kekuatan mata uang akan terpengaruh saat sebuah negara mengalami kebangkrutan. Mata uang tak lagi punya nilai, sehingga masyarakat dan pelaku usaha akan hilang kepercayaan terhadap kekuatan mata uang tersebut.

Baca juga: Mengapa Mata Pencaharian Sebagian Besar Negara Asia Tenggara dalam Bidang Pertanian? Ini Dia Alasannya!

Bhima menuturkan, jika hal itu terjadi, maka proses barter atau pertukaran barang akan berlangsung untuk menggantikan transaksi mata uang. Akan muncul juga transaksi di pasar gelap dan di perbatasan negara lain.

Ketidakstabilan politik

Dampak berikutnya adalah ketidakstabilan politik di dalam negeri. Efek lanjutannya, akan terjadi banyak konflik di seluruh lapisan pemerintahan.

Tidak lagi dipercaya kreditur

Bhima menambahkan, negara yang bangkrut akan kesulitan mendapatkan kepercayaan dari pihak kreditur. “Kepercayaan kreditur hilang, membuat suku bunga naik signifikan (kini suku bunga Sri Lanka 15 persen), sehingga mempersulit pelaku usaha dan pemerintah mendapatkan pendanaan baru,” pungkasnya.

Gelombang eksodus

Yang kelima, kebangkrutan sebuah negara akan menyebabkan gelombang eksodus atau melarikan diri ke wilayah negara lain demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dijelaskan Bhima, eksodus punya dampak permanen bagi masa depan ekonomi, sebab talenta atau SDM di negara tersebut akan hilang dan tak bisa membangun kembali perekonomiannya.

Pertanyaan selanjutnya, bisakah negara bangkrut kembali bangkit?

Kendati sulit, Bhima menjelaskan bahwa negara yang bangkrut bisa kembali pulih, namun butuh waktu lama. Dalam proses menuju kebangkitan ini, negara akan kehilangan kekuatan dan tidak memiliki daya tawar.

Alhasil, negara harus tunduk pada pihak eksternal yang akan membantunya. “Akan tunduk pada resep dari IMF. Ujungnya mulai dari menjual aset BUMN atau menggadaikan konsesi izin usaha dan kekayaan SDA kepada asing,” tutupnya.

Baca juga: Pernah Sangat Kaya, Begini Kondisi Negara Nauru Dulu dan Sekarang!

Itulah ulasan lengkap tentang apa yang terjadi jika negara bangkrut. Semoga negara kita tidak mengalaminya, ya!

Leave a Reply