Pandemi Covid-19 yang terus meluas membuat perusahaan mengambil kebijakan Work from Home alias bekerja dari rumah bagi para karyawannya. Tujuannya sangat jelas, yakni untuk mencegah penyebaran virus corona yang makin masif.

Meski demikian, bagi sejumlah karyawan, kebijakan ini tak hanya jadi sebuah pengalaman baru, tapi juga jadi sesuatu yang menakutkan. Pro dan kontra pun bermunculan.

Positifnya, kerja dari rumah punya fleksibilitas yang sangat tinggi, sebab pekerja tak perlu menempuh perjalanan yang melelahkan untuk pergi dan pulang kantor. Sedangkan negatifnya, dibutuhkan latihan dan banyak kesadaran diri untuk disiplin dan fokus dalam bekerja.

Terkait hal itu, VP of Innovation di Massive Alliance, Tom Popomaronis, berbagi pengalamannya tentang fenomena bekerja dari rumah. Sekadar informasi, ia telah menjalankan pola tersebut sejak 10 tahun lalu, tepatnya saat ia membangun start-up untuk pertama kalinya.

Menurut Tom, ada beberapa kesalahan besar yang kerap dilakukan oleh karyawan saat bekerja dari rumah. Hal tersebut berakibat pada tidak efektifnya pekerjaan yang dilakukan.

Berikut 5 kesalahan terbesar saat Work from Home yang wajib dihindari oleh karyawan, sebagaimana dilansir CNBC:

Kerja pakai piyama

Orang-orang produktif tidak bangun dan langsung bekerja ketika mereka masih mengenakan piyama. Mereka tetap persiapkan diri layaknya pergi ke kantor. Intinya, pakailah busana yang pantas untuk bekerja.

Perlu kamu tahu, piyama bukanlah pakaian profesional, sehingga ia tak akan menempatkan pikiran kamu dalam ‘mode kerja’. Menurut sebuah studi dari Northwestern University, semua karyawan (apapun profesinya) akan melakukan tugas dengan baik saat mereka memakai pakaian yang memiliki ‘makna simbolis’.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Stres karena Work from Home

Tak hanya itu, mengenakan pakaian rapi saat kerja dari rumah juga akan membuat kamu tak perlu buru-buru untuk ganti busana ketika harus video conference dadakan.

Kerja dari tempat tidur atau sofa

Tak ada salahnya untuk mempertimbangkan punya ruang kerja khusus saat bekerja dari rumah. Pasalnya, tak semua orang bisa produktif saat bekerja dari tempat tidur atau sofa.

“Kuncinya adalah membuat suasana kerja layaknya di kantor. Tak perlu kamar pribadi, tapi disarankan untuk jauh dari tempat tidur atau sofa. Pertimbangkan pula untuk membeli kursi atau meja kerja agar semakin nyaman,” ujar Tom.

Selain itu, pencahayaan juga berpengaruh terhadap suasana kerja. Riset menemukan bahwa lampu dengan warna sejuk bisa bikin kamu jadi lebih produktif. Jika memungkinkan, pindahkan pula meja kerja ke dekat jendela agar kamu mendapat lebih banyak sinar matahari. Kata peneliti, cara tersebut sangat ampuh untuk mengurangi depresi serta bisa meningkatkan suasana hati, energi, dan kewaspadaan.

Baca juga: 4 Tips agar tetap Produktif selama Work from Home

Hilang komunikasi

Kesalahan lain yang perlu dihindari saat bekerja dari rumah adalah hilang komunikasi. Perlu kamu tahu, orang-orang sukses selalu menjalin komunikasi yang baik sekalipun sedang bekerja dari jarak jauh.

Dalam hal ini, kamu tak perlu terus menerus memeriksa email dan membalasnya, kecuali memang mendesak. Setidaknya, selalu jalin komunikasi dengan rekan kerja melalui pesan teks, telepon, atau email. Keluar dari zona nyaman, diskusikan tujuan kamu selama seminggu ke depan.

Lakukan hal tersebut sebagai sebuah kebiasaan, bukan pertemuan formal. Langkah ini bisa membuat hubungan kamu jadi lebih baik dengan rekan kerja.

Abaikan kesehatan

Saat kamu tak berada di kantor, biasanya aktivitas fisik jadi lebih sedikit. Tak ada aktivitas jalan ke ruang rapat, pergi untuk makan siang, atau jalan menuju kamar mandi.

“Seringkali saya mengalami sakit punggung dan kaki yang kaku akibat duduk selama lima jam tanpa menyadarinya. Saya terlalu fokus dalam bekerja, bahkan sampai lupa makan siang,” ujar Tom. 

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan saat Wabah Covid-19, Berhenti Menabung!

Kebiasaan itu tentu punya dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan, jika kamu termasuk orang yang rutin olahraga, duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko kematian dini. Demikian menurut studi yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine.

Karena itu, tetaplah berolahraga meski sedang bekerja dari rumah. Ada banyak aplikasi olahraga yang bisa kamu unduh untuk memastikan aktivitas fisik kamu berjalan lancar.

Tak membuat struktur dan batasan

Saat bekerja di rumah, sangat mudah untuk kamu terdistraksi dengan hal-hal yang bersifat pribadi. Karena itu, penting bagi kamu untuk membuat struktur dan jadwal yang konsisten guna mencegah gangguan itu terjadi.

Cara termudah adalah dengan membuat daftar tugas yang harus dikerjakan. Daftar tersebut harus disusun secara spesifik, terukur, dan bisa dicapai.

Meski begitu, membuat struktur juga berarti harus menetapkan sebuah batasan. Misal, jika kamu punya bayi yang baru lahir. Dalam kondisi ini, kamu harus jelaskan pada pasangan atau orang yang tinggal serumah tentang jadwal kerja kamu. Jangan sungkan untuk minta mereka tak mengganggu saat kamu sedang bekerja. Hindari pula kecenderungan untuk membuka media sosial saat mengerjakan tugas.

 

Secara keseluruhan, diungkapkan Tom, bekerja dari rumah telah membuatnya bertumbuh dalam banyak hal. Ia mengaku bahwa keterampilan komunikasinya meningkat secara signifikan dan terjadi pula peningkatan pada kesadaran diri dan kecerdasan emosionalnya.