Setiap orang tentu memiliki karakteristik yang berbeda-beda satu sama lain. Begitu pun dengan investor. Ada banyak tipe investor di dunia investasi. Tentu saja, hal tersebut tergantung pada orientasi investasi, kondisi ekonomi, tingkat pemahaman, dan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Berikut kami beberkan sederet tipe investor yang ada di dunia investasi.

Secara umum, investor terbagi dalam dua tipe, yakni:

Investor pasif

Dijelaskan sebagai strategi investasi yang menargetkan keuntungan besar dalam jangka panjang, namun dengan menekan biaya beli dan jual. Investor pasif cenderung membangun kekayaan secara perlahan dari waktu ke waktu.

Umumnya, investor pasif sering membatasi jumlah dana yang diinvestasikan. Mereka juga kerap menerapkan strategi “beli dan tahan”. Dalam investasi saham, misalnya: Investor pasif cenderung akan menahan godaan untuk bereaksi terhadap perkembangan di pasar saham.

Investor aktif

Ini kebalikannya. Investor aktif selalu melakukan kegiatan investasi secara terus-menerus. Mereka senantiasa melakukan pemantauan aktivitas dan performa investasi secara berkelanjutan, sehingga bisa memanfaatkan kondisi dan situasi yang mungkin saja menguntungkan.

Investor aktif turun tangan langsung dalam menangani aktivitas investasinya, meskipun kadang kala juga melibatkan bantuan orang lain yang berperan sebagai manajer investasi.

Baca juga: Hati-hati, Investor Pemula Sering Lakukan 5 Kesalahan Ini, Jangan Ulangi!

Contoh dalam investasi saham: Investor saham aktif umumnya punya kemampuan untuk membaca data dan peluang, sehingga dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.

Sementara berdasarkan profil risiko, investor terbagi dalam beberapa tipe, seperti:

Investor konservatif

Investor konservatif biasanya investor pemula. Investor tipe ini umumnya tak berani menghadapi risiko kerugian atau ketidakpastian. Mereka cenderung memilih instrumen yang sangat aman dengan konsekuensi return yang rendah.

Intinya, investor tipe ini sangat mengutamakan keamanan dalam berinvestasi ketimbang potensi keuntungan besar namun berisiko. Biasanya, investor tipe ini masih menggunakan perbankan sebagai sarana investasi, baik itu tabungan atau deposito.

Investor moderat

Ketimbang konservatif, investor tipe ini lebih berani untuk mengambil risiko, meskipun tidak terlalu signifikan. Tipe ini akan mempertimbangkan secara hati-hati jenis investasi yang dipilih serta membatasi jumlah dana yang akan diinvestasikan dalam instrumen yang berisiko.

Investor tipe moderat juga sering disebut investor yang netral terhadap risiko. Mereka masih bisa menerima risiko dalam batas tertentu. Mereka sadar bahwa perlu ada risiko dalam investasi untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.

Baca juga: 3 Cara Paling Masuk Akal untuk Dapatkan Modal Investasi bagi Investor Pemula

Investor agresif

Investor tipe ini paham betul bahwa return tinggi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Umumnya, investor agresif punya keberanian dalam mengambil keputusan investasi yang berisiko tinggi.

Investor dengan tipe agresif sudah sangat jarang menginvestasikan dananya ke lembaga perbankan. Biasanya, mereka telah membagi dananya ke beberapa instrumen, seperti reksa dana, saham, dan lain sebagainya.

Jadi, tipe investor yang manakah diri Anda?

 

Oh ya, jika Anda ingin berinvestasi dengan aman, mudah, sekaligus menguntungkan, berinvestasilah di platform Danain yang merupakan Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan emas di Indonesia. Selain aman karena ada jaminan, investasi di Danain juga memberikan imbal hasil yang menjanjikan, minimal 8% maksimal 120% per tahun. Selengkapnya, baca: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!