Kevin O’Leary, seorang pengusaha, politisi, penulis, sekaligus tokoh televisi berkebangsaan Kanada, belum lama ini mengungkapkan fakta menarik tentang keuangan. Menurut dia, ada kesalahan besar yang kerap dilakukan oleh banyak orang terkait uang.

Orang-orang sering menghabiskan terlalu banyak uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Contoh kecilnya sebut saja untuk beli secangkir kopi seharga 2,50 dolar AS. Itu adalah pemborosan. Ketimbang menghabiskan uang untuk hal itu, O’Leary lebih menyarankan agar menggunakannya untuk berinvestasi.

Kesalahan lain yang juga dibeberkan oleh O’Leary adalah banyak orang yang saat ini tidak menyisihkan uangnya setidaknya 100 dolar AS per minggu untuk dana pensiun. Padahal, O’Leary sangat percaya dengan rencana yang tepat bahwa semua orang bisa melakukan penghematan.

“Jika kamu punya pekerjaan dan kamu dibayar 30.000 dolar AS, 40.000 dolar AS, 50.000 dolar AS, atau bahkan kurang dari itu, jangan pernah menghabiskannya untuk sesuatu yang tidak kamu butuhkan. Sebaliknya, gunakan untuk berinvestasi,” ujar O’Leary, sebagaimana dilansir CNBC.

Baca juga: 5 Kesalahan Terbesar saat Work from Home, Wajib Dihindari!

O’Leary pun menceritakan hal penting yang telah dipelajari dan apa saja yang benar-benar membantunya dalam mempertahankan pertumbuhan investasi miliknya. Kata dia, “Setiap kali saya mengambil sesuatu yang akan dibeli, saya berkata pada diri sendiri, ‘Apakah saya benar-benar membutuhkan ini?’ Karena jika saya tak membelinya, uang itu akan diinvestasikan dan menghasilkan uang lagi setiap tahunnya, bahkan ketika saya tidur.”

Bagi yang ingin memulai investasi, O’Leary menyarankan untuk menggunakan aplikasi investasi yang banyak tersedia di dunia maya. “Ada banyak aplikasi di luar sana yang bisa membantu kamu untuk berinvestasi dengan benar menggunakan ponsel,” jelasnya.

O’Leary juga memperkirakan, jika kamu menginvestasikan 100 dolar AS per minggu secara konsisten, kamu harus memiliki sekitar 1,2 juta dolar AS pada saat pensiun di usia 60-an. Akan tetapi, lanjut dia, jumlah yang kamu miliki di usia 60-an tentu saja tergantung pada kapan kamu mulai berinvestasi.

Baca juga: Hati-hati, ini 5 Kesalahan Finansial yang Kerap Dilakukan oleh Karyawan Baru, Wajib Hindari!

Misal: Jika kamu mendapatkan pengembalian 9% dari investasi yang kamu jalankan, maka diperlukan waktu 35 tahun untuk bisa mencapai sekitar 1,17 juta dolar AS. Begitu pula jika kamu mendapat tingkat pengembalian yang lebih rendah, sebut saja 6% per tahun. Dengan menginvestasikan 100 dolar AS per minggu, maka butuh waktu sekitar 46 tahun untuk bisa mencapai 1,21 juta dolar AS. O’Leary mengingatkan, angka-angka ini tidak memperhitungkan variabel yang dapat memengaruhi kekayaan selama beberapa dekade.

 “Saya tertarik dengan literasi keuangan ini. Kami mengajar semua orang di sekolah menengah, tapi kami tidak mengajarkan mereka cara berinvestasi. Itulah kesalahan besar banyak orang. Mereka tidak berinvestasi untuk masa depan,” pungkas O’Leary.

 

Ya, itulah penjelasan O’Leary tentang kesalahan terbesar banyak orang terkait uang yang belum lama ini terungkap ke permukaan. Dalam hati, kamu mungkin berpendapat: ‘Itu kan penjelasan ahli luar negeri, dan tentu saja disesuaikan dengan kondisi serta tingkat penghasilan di sana. Bagaimana dengan di Indonesia?’

Secara garis besar, poin penting yang ingin disampaikan O’Leary dalam penjelasannya adalah menyarankan kamu untuk menghindari perilaku boros dan ke depankan berinvestasi. Jika di Indonesia, kamu mungkin bisa menerjemahkannya dengan cara berhemat, kemudian melakukan pengembangan dana secara konsisten. Tujuan utamanya tetap sama, yakni untuk masa pensiun dan meraih kebebasan finansial.

Dalam hal ini, kamu bisa memilih platform Danain yang merupakan P2P Lending beragunan emas. Selain aman karena ada jaminan, mengembangakan dana di Danain juga mudah dan menguntungkan. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa lihat di sini: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!