Jakarta, 31 Desember 2018. Platform Danain menorehkan prestasi yang memuaskan hingga akhir tahun ini. Sejak dirilis bulan Juli 2018 lalu, Danain telah berhasil menyalurkan pinjaman lebih dari 80 miliar rupiah dengan non performing loan (NPL) tetap berada di angka 0 persen.

Co-founder & CEO Danain Budiardjo Rustanto menjelaskan, target Danain tahun ini sedikit meleset dari prediksi awal. Dari yang sudah diproyeksikan, pencapaian Danain hingga akhir tahun ini sudah terealisasi lebih dari 80 persen. “Target awalnya sekitar 100 miliar, tapi ternyata hanya tercapai lebih dari 80 miliar. Untuk tahap awal, kami cukup puas dengan hasil tersebut. Namun, kami tidak berpuas diri. Kami akan terus berinovasi untuk jadi lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya,” ujar Budiardjo.

Terkait NPL yang tetap berada di angka 0 persen, Budiardjo menuturkan bahwa itu merupakan konsekuensi dari adanya agunan dalam skema kerja Danain. Pinjaman beragunan jauh lebih aman ketimbang tanpa agunan. Hal seperti itu sangat lazim di industri pinjam meminjam. Menurutnya, hal tersebut juga terjadi di industri pergadaian, di mana angka NPL memang senantiasa kecil berkat adanya jaminan.

Budiardjo menambahkan, jumlah lender alias pendana di platform Danain hingga saat ini sudah mendekati angka 5000. Mayoritas lender merupakan karyawan, mulai dari swasta, BUMN, hingga pegawai negeri, dengan rentang usia antara 25-34 tahun. Sejauh ini, Danain tidak pernah menerima keluhan dari para lender. Sebaliknya, mereka justru menyampaikan apresiasi, baik dengan menghubungi Danain secara langsung maupun menulis ulasan positif tentang Danain di halaman Google.

“Tingkat kepuasan lender cukup tinggi. Keluhan bisa dibilang hampir tidak ada. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh customer service Danain, sebagian besar lender biasanya hanya menanyakan informasi perihal pendanaan atau terkait apps Danain yang rencananya baru akan dirilis pada pertengahan Februari tahun depan,” jelas Budiardjo.

Pria yang akrab disapa Budi ini juga optimis jika Danain akan makin berkembang di tahun depan. Diungkapkannya, Danain berencana menambah jumlah mitra pergadaian agar pendanaan yang tersedia semakin banyak. Jika saat ini total pendanaan per hari sekitar tiga miliar rupiah, tahun depan diproyeksikan akan meningkat jadi 8-9 miliar rupiah per hari, seiring bertambahnya jumlah mitra.

Danain juga berencana akan melahirkan dua produk baru yang diyakini akan mendapat respons positif dari masyarakat. “Kedua produk tersebut sama-sama memiliki jaminan, dan hingga kini sama sekali belum ada di pasaran. Jika terealisasi, lagi-lagi kami akan jadi yang pertama setelah melahirkan Danain yang merupakan platform Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan emas di Indonesia,” terang Budi.

Mengingat perkembangan fintech lending yang makin menggeliat ke depannya, Budi berpesan agar masyarakat lebih waspada ketika ingin bertransaksi dengan P2P Lending. “Setidaknya, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan. Pertama, masuk ke website OJK dan cek nama platform-nya. Kedua, analisis jejak digital platform yang dipilih melalui situs berita atau ulasan lain, termasuk cari tahu track record pemimpin perusahaan atau penyelenggara P2P Lending tersebut,” pungkasnya.