Jakarta, 20 September 2019. Platform P2P Lending Danain mengadakan acara bergengsi bertemakan “Employee Financial Wellness with Fintech” di REDTOP Hotel, Jakarta, Jumat (20/9). Acara yang digelar untuk memajukan kesejahteraan perusahaan dan karyawan ini dihadiri CEO Finansialku.com Melvin Mumpuni selaku pembicara, perwakilan dari OJK dan AFPI, serta para tamu yang terdiri dari pemilik perusahaan, direktur perusahaan, pimpinan HRD perusahaan, serta pengurus koperasi karyawan.

Dalam kesempatan tersebut, Danain juga memperkenalkan produk terbarunya yang merupakan pinjaman ringan khusus untuk karyawan bernama Danain Kasbon. Produk ini hadir untuk ‘melawan’ fintech ilegal yang makin marak sekaligus sebagai solusi bagi karyawan yang membutuhkan dana darurat.

CEO & Co-founder Danain Budiardjo Rustanto mengatakan, fenomena fintech ilegal dan rentenir di Indonesia sudah seperti gunung es, terlihat kecil namun di bawah sebenarnya sangat besar, tidak terekspos padahal jumlahnya banyak. Menurutnya, ini merupakan tren negatif yang harus segera diselesaikan, sebab penyelenggara fintech ilegal memanfaatkan teknologi bukan untuk membantu masyarakat, tapi malah menyengsarakan.

“Fenomena seperti itu tentu sangat memprihatinkan. Sebagai pelaku di industri fintech, kita merasa tak cukup hanya mengimbau orang untuk tak bertransaksi di fintech ilegal. Kita juga perlu memberikan solusi atas permasalahan tersebut, mengingat bagaimanapun masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang produktif, namun terkadang butuh uang untuk keadaan darurat. Karena itulah kami menghadirkan Danain Kasbon sebagai solusi,” ujar Budiardjo.

Agar karyawan bisa memanfaatkan fasilitas Danain Kasbon, lanjut Budiardjo, perusahaan terlebih dulu harus bekerjasama dengan Danain untuk melakukan integrasi sistem. Setelahnya, barulah karyawan bisa mengajukan pinjaman melalui Danain Kasbon sesuai plafon yang ditentukan HRD perusahaan.

Pria yang akrab disapa Budi ini menambahkan, program Danain Kasbon punya manfaat besar bagi kelangsungan perusahaan. “Kita percaya bahwa aset terpenting dalam perusahaan adalah karyawan, bukan mesin. Jika finansial karyawan sehat dan tak terganggu dengan utang, maka produktivitasnya akan meningkat, perusahaan pun akan merasakan manfaatnya,” terangnya.

Danain Kasbon menerapkan bunga yang sangat rendah, yakni 0,05% per hari. Biaya admin juga relatif kecil. Pinjaman di bawah Rp 1 juta akan dikenakan biaya admin Rp 5 ribu dan pinjaman di atas Rp 1 juta akan dikenakan Rp 10 ribu antar sesama Bank.

Proses pencairan pinjaman maksimal dua hari, meski tak menutup kemungkinan juga bisa cair dalam waktu dua detik. Di sisi lain, tidak ada sistem penagihan yang meresahkan, sebab pelunasan pinjaman dilakukan dengan sistem pemotongan gaji tanpa memberi beban kerja tambahan bagi HRD.

Budi juga mengungkapkan bahwa Danain Kasbon bisa jadi solusi bagi karyawan yang sudah terjerat pinjaman online ilegal atau pinjaman lain yang berbunga tinggi. Dengan Danain Kasbon, lanjutnya, karyawan bisa melakukan restrukturisasi secara bertahap.

“Manfaat lainnya, Danain Kasbon mampu mengantarkan karyawan untuk mencapai financial wellness. Dengan kondisi keuangan yang sehat, karyawan diharapkan bisa melakukan pengelolaan finansial yang baik dan melakukan pengembangan dana, salah satunya di platform Danain Emas,” pungkas Budi.

Hingga saat ini, kata Budi, sudah ada beberapa institusi dan perorangan yang tertarik menjadi lender untuk Danain Kasbon. Meski demikian, ia pun mendorong pihak perusahaan untuk menjadi lender bagi karyawannya sendiri. Dengan begitu, perusahaan juga akan mendapatkan bunga dari pendanaan yang dilakukan.

Terkait data karyawan dan kerahasiaan gaji, Budi memastikan bahwa hal itu tak akan bocor. Diungkapkannya, sistem Danain tidak mengambil data gaji, sehingga data tersebut akan tetap aman di server Human Resource Information System (HRIS).

“Kehadiran Danain Kasbon diharapkan bisa jadi solusi yang paripurna bagi perusahaan dalam rangka menjaga kesehatan finansial para karyawannya. Dengan adanya produk ini, semoga tak ada lagi karyawan yang terjerat pinjaman online ilegal,” tutup Budi.

***