Jakarta, 8 Mei 2020. Performa kinerja platform Danain di kuartal 1 tahun 2020 (Q1 2020) meningkat signifikan dibanding periode yang sama di tahun 2019 (Q1 2019). Jika Q1 tahun lalu pendanaan yang disalurkan oleh Danain sebesar Rp 64 miliar, periode yang sama tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 153 miliar.

Menurut Co-founder & CEO Danain Budiardjo Rustanto, peningkatan kinerja ini merupakan bukti semakin yakinnya para pendana dengan keamanan pengembangan dana di platform Danain. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, lanjut dia, sebagian besar pendana yang telah bergabung dengan Danain lebih dari enam bulan diketahui melakukan penambahan jumlah pendanaannya di platform ini.

“Penambahan jumlah pendanaan ini adalah bukti jika para pendana semakin percaya dengan platform kami, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung. Dari survei internal yang kami lakukan, ditemukan fakta bahwa banyak pendana yang telah mengalihkan investasinya di sejumlah instrumen ke pengembangan dana di platform Danain,” ujar pria yang akrab disapa Budi ini.

Budi menambahkan, setiap pendanaan yang dilakukan di Danain senantiasa beragunan emas, di mana emas tersebut disimpan dengan aman di perusahaan pergadaian swasta yang menjadi mitra. Dengan tren harga emas yang terus naik, tak heran jika pendanaan yang disalurkan memiliki tingkat collateral coverage yang sangat sehat, sehingga kecil kemungkinan apabila peminjam tidak melakukan pelunasan pinjamannya.

Hingga saat ini, ungkap Budi, TKB 90 yang menjadi indikator tingkat keberhasilan pengembalian pendanaan di Danain masih bertengger di angka 100%. Artinya,  sampai sekarang, tidak ada pendanaan yang bermasalah di platform P2P Lending karya anak bangsa ini.

“Kami bersyukur hingga saat ini tidak ada satupun pendana kami yang mengalami tertundanya pelunasan pinjaman yang disalurkan ke peminjam melalui platform Danain,” terang Budi.

Sementara itu, Budi mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah pesimistis dengan kondisi pandemi yang tengah bergulir. Ia yakin bahwa model bisnis P2P Lending tahan terhadap goncangan, sebab semua transaksi telah didesain berbabis teknologi.

“Jadi, meskipun semua pimpinan dan karyawan Danain telah work from home sejak pertengahan Maret lalu, operasional bisnis kami tetap berjalan dengan normal. Hal ini karena kami memiliki Standard Operating Procedure Business Continuity Management yang mengharuskan kami tetap bisa beroperasi di situasi darurat seperti apapun,” pungkas Budi.

Di sisi lain, Danain tetap mengeksekusi semua strategi bisnis yang telah ditetapkan pada awal tahun lalu, meski harus berjibaku dengan kondisi ekonomi seperti sekarang. Kendati begitu, segala bentuk aktivitas, seperti event atau kegiatan literasi keuangan sejenisnya otomatis dibatalkan.

Sebagai kompensasi, Danain memperkuat strategi digital marketing dan komunikasi yang lebih intensif dengan pendana atau calon pendana – salah satunya dengan memberikan program pendanaan yang atraktif. Sedangkan terkait sistem dan teknologi, Danain juga mengklaim bahwa pihaknya tengah melakukan banyak pengembangan, baik di aplikasi mobile atau website yang akan tampil baru dalam waktu dekat ini.

Budi berharap agar pandemi ini segera berakhir, sehingga perekonomian bisa kembali pulih. “Mari kita dukung langkah-langkah pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan mengikuti protokol-protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Semoga keadaan menjadi lebih baik sesegera mungkin,” ungkapnya.

Terkait meningkatnya pendanaan yang disalurkan oleh Danain di tengah pandemi Covid-19, perencana keuangan Melvin Mumpuni ST.,MBA.,CFP.,QWP mengutarakan pendapatnya. Menurut dia, sebagian orang yang berinvestasi di saham atau reksa dana bisa jadi telah beralih ke alternatif simpanan yang return-nya lebih stabil atau yang tak terlalu terdampak dengan Covid-19. Selain itu, ada pula pensiunan, deposan, atau pekerja profesi yang memiliki dana cukup besar memilih memindahkan dananya tersebut ke P2P Lending, yang mana hasil investasinya bersifat cash flow alias bisa dijadikan sumber penghasilan tambahan ketika kondisi seperti saat ini.

“Danain merupakan P2P Lending yang unik, karena satu-satunya P2P Lending di Indonesia yang menggunakan agunan emas. Seperti yang kita tahu, pinjaman beragunan emas adalah jenis pinjaman yang aman dan bisnis modelnya sudah ada dari zaman dahulu,” tutup Melvin, yang juga merupakan founder dari aplikasi perencanaan keuangan terbesar di Indonesia, Finansialku.com.

***