Jakarta, 18 Maret 2019. Pertumbuhan bisnis Danain di kuartal I 2019 cukup menggembirakan. Berdasarkan data, jumlah lender alias pendana di platform Danain per Maret 2019 mencapai lebih dari 8.200 orang. Peningkatan tersebut tak lepas dari beberapa upaya yang selama ini telah dilakukan, mulai dari sosialisasi di berbagai tempat, kolaborasi dengan sejumlah financial advisor, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Adapun di tahun 2019 ini yang cukup menonjol adalah tren banyaknya pendana yang mulai mereferensikan Danain kepada teman atau saudaranya. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah pendana yang bergabung melalui program ajak teman di platform Danain.

Co-founder & CEO Danain Budiardjo Rustanto menuturkan, Danain yang beroperasi sejak Juli 2018, telah berhasil menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari Rp 90 miliar pada 2018 lalu dan diproyeksikan akan menyalurkan sekitar Rp 150-160 miliar hingga akhir Maret 2019. “Jika dihitung dari Januari hingga Maret 2019, kami menyalurkan pinjaman sekitar Rp 60-70 miliar. Banyak pendana baru yang bergabung di tahun ini  berasal dari referensi teman atau saudaranya yang telah menjadi pendana di Danain, lalu menceritakan pengalaman positifnya dalam mengembangkan dananya di Danain. Hal ini sangat menggembirakan dan tentu kami sangat berterima kasih atas word of mouth dari para pendana ini,” ujar Budiardjo .

Untuk tahun 2019 sendiri, lanjut Budiardjo, Danain menargetkan akan menyalurkan pinjaman sebesar lebih dari Rp 300 miliar. Danain optimis bisa mencapai target tersebut, sebab selain mengandalkan pendana perorangan, Danain juga menggarap potensi pendanaan dari pendana institusional.

Di sisi lain, tingkat overdue atau keterlambatan pembayaran di platform Danain hingga kini tetap berada di angka 0 persen. Target hingga akhir tahun juga demikian. Diungkapkan Budiardjo, ”Di Danain, telat satu hari saja tidak ada. Karena memang model bisnis kami ini peer to peer lending beragunan dan kami bekerjasama dengan mitra yang kompeten, sehingga sampai saat ini tingkat overdue masih 0 persen dan akan terus kita jaga ke depannya.”

Terkait pengembangan bisnis, pria yang akrab disapa Budi ini menjelaskan bahwa targetnya masih sesuai rencana awal, yakni akan meluncurkan dua produk baru yang juga berbasis agunan. Ia mengatakan, hal itu masih dalam proses dan dijadwalkan baru akan dirilis pada semester 2 nanti.

Selain itu, Danain juga berencana akan merilis sebuah fitur baru pada Mei mendatang. Fitur tersebut, kata Budi, akan memudahkan pihak peminjam untuk mengajukan pinjaman. “Meski bisa mengajukan pinjaman melalui platform Danain, pihak peminjam tetap diminta datang ke kantor mitra pergadaian untuk menyerahkan agunan sekaligus melakukan penaksiran jaminannya.”

Disinggung masalah pengaduan konsumen, Budi menerangkan bahwa hingga kini tak ada keluhan yang berarti dari user Danain. Menurutnya, aduan yang paling sering diterima oleh customer relation officer Danain adalah mengenai pendana yang melakukan salah transfer ke virtual account (VA).

“Danain selalu memprioritaskan pelayanan konsumen. Customer relation officer  kami selalu proaktif untuk menyelesaikan jika ada masalah. Tak hanya itu, Danain juga sudah punya prosedur yang lengkap untuk menangani masalah-masalah seperti itu dan sejauh ini bisa ditangani dengan baik, sehingga sejauh ini tidak ada eskalasi masalah,” terang Budi.

Terkait mobile apps Danain yang kerap ditanyakan user, Budi mengatakan jika target rilisnya sedikit tertunda, sebab di saat yang bersamaan Danain juga tengah menjalani proses sertifikasi ISO 27001. “Tapi diharapkan pada pertengahan April nanti aplikasi ini sudah bisa dinikmati oleh pengguna,” ungkapnya.

Sementara itu, Danain juga tengah meningkatkan statusnya dari terdaftar ke berizin pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah ISO 27001. Kata Budi,“Saat ini sedang proses dan hampir final. Tidak ada kendala, sebab dari awal menjalankan bisnis, Danain telah menerapkan sistem manajemen keamanan informasi yang mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang diatur dalam ISO 27001 tersebut.”

***