Blog

Catat, ini Trik Jitu untuk Memilih Investasi yang Paling Aman!

Gambar koin_DanaIN_investasi yang aman

Apakah kamu salah seorang yang ingin mulai berinvestasi? Jika ya, realisasikan keinginan positif kamu tersebut sesegera mungkin! Berinvestasi akan memberikanmu keuntungan berkali-kali lipat ketimbang menabung.

Namun, sebelum menerapkannya, penting bagi kamu untuk memilih instrumen investasi yang paling aman guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari. Sebab seperti yang kita tahu, setiap investasi pasti memiliki risiko yang bervariasi, mulai dari risiko gagal bayar, risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko inflasi, dan lain sebagainya.

Sebagai investor, cobalah pelajari dengan seksama jenis-jenis investasi yang ada saat ini. Lakukan analisa sebaik mungkin untuk meminimalisir risiko yang kapan saja bisa terjadi.

Berikut kami jabarkan jenis-jenis investasi yang populer di Indonesia berikut keunggulan dan kelemahannya:

Saham

Dengan risiko tinggi, investasi jenis ini membutuhkan keahlian analisa dan pengalaman yang mumpuni dalam menjalankannya. Bunga yang diberikan pun bersifat fluktuatif. Kelemahan lainnya, tidak ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Deposito

Deposito punya risiko yang tergolong kecil dan dijamin oleh LPS hingga Rp 2 miliar. Meski begitu, bunga yang diberikan deposito terbilang rendah, berkisar 4-5% per tahun. Ada pula biaya administrasi dan potongan pajak sebesar 20%.

Reksa dana

Keunggulan reksa dana meliputi, keuntungan yang tinggi (bisa mencapai 20%), diversifikasi risiko karena uang disebar ke berbagai instrumen, dikelola manajer investasi profesional, jumlah minimum investasi rendah, dan pengambilan dana yang fleksibel. Kelemahannya, terdapat biaya investasi yang berimbas pada return yang diterima, imbal hasil fluktuatif, kehilangan kontrol dalam keputusan investasi, dan kemungkinan wanprestasi manajer investasi.

Emas

Tahan terhadap inflasi, harga cenderung naik dari tahun ke tahun, mudah untuk diuangkan kembali, serta bebas pajak. Itulah keunggulan investasi emas. Sementara kelemahannya, risiko hilang cukup tinggi, terlebih jika emas berbentuk perhiasan yang dipakai sehari-hari. Tak hanya itu, investasi emas juga tidak cocok untuk jangka pendek.

Baca juga: Ancaman Resesi, Investasi Emas Lebih Cuan!

Properti

Risikonya tergolong rendah, namun keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi. Investasi properti cenderung diminati oleh pemilik modal besar, karena dapat dilihat secara fisik dan bisa dijadikan sebagai agunan. Kelemahannya, biaya perawatan properti dan biaya transaksi terbilang mahal, serta rawan jika terjadi bencana alam.

 

Nah, dari pemaparan di atas, manakah instrumen investasi yang paling aman? Jawabannya ada di tangan kamu masing-masing. Faktor keamanan jadi suatu hal yang relatif, tergantung seberapa besar toleransimu terhadap risiko yang ada.

Dalam dunia investasi, setidaknya ada 3 tipe investor jika dilihat dari segi risiko. Pertama, investor yang berani ambil risiko kehilangan seluruh uangnya untuk dapat hasil yang lebih besar. Kedua, investor yang punya pengetahuan cukup terhadap investasi, tapi toleransinya hanya sebatas kehilangan sebagian kecil dana. Dan yang ketiga, investor yang sama sekali tidak ingin kehilangan uangnya.

Baca juga: Strategi Cerdas agar Investasi Berjalan Lancar

Intinya, tak ada instrumen investasi yang aman 100 persen, selalu ada risiko yang membayanginya. Sebagai investor, kamu hanya perlu menyesuaikan tingkat toleransi terhadap risiko yang ada. Pilihlah instrumen investasi yang risikonya sesuai dengan tingkat toleransimu!

Melakukan pendanaan sebagai alternatif investasi

Di era modern seperti saat ini, berinvestasi bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan penghasilan. Ada cara lain yang lebih inovatif dan juga menguntungkan, yakni dengan melakukan pendanaan di platform P2P Lending.

Dalam hal ini, kamu bisa memilih platform Danain yang merupakan P2P Lending karya anak bangsa. Tak perlu modal besar, sebab nominal pendanaan di Danain sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Di Danain, kamu juga tak perlu khawatir kehilangan dana. Pasalnya, setiap pendanaan di sini selalu beragunan emas dan terbukti, TKB 90 atau tingkat keberhasilan dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu 90 hari di Danain masih bertengger di angka 100%, yang artinya tak ada pendanaan yang bermasalah hingga saat ini.

Ini tentu jadi kabar baik bagi kamu yang ingin meningkatkan penghasilan dengan risiko yang tergolong minim!

Lalu, apakah Danain benar-benar aman dan bisa diandalkan di tengah kinerja industri P2P Lending dalam negeri yang tengah menurun akibat pandemi ini? Simak jawabannya di sini: Terungkap, Inilah Kondisi Nyata Industri P2P Lending di Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19!

Leave a Reply