Pandemi covid-19 telah memukul perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia. Sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), yang di dalamnya terdapat Fintech Peer to Peer (P2P) Lending, tak ayal jadi salah satu bidang yang ikut terdampak.

Berikut kami jabarkan kondisi nyata industri P2P Lending di Indonesia di tengah pandemi covid-19 yang hingga kini masih berlangsung:

Menurut data OJK per Juli 2020, TKB90 di industri P2P Lending mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika di bulan Desember 2019 berada di angka 96,3%, per Juli 2020 angkanya turun jadi 92,0%. TKB 90 adalah tingkat keberhasilan dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu 90 hari.

Bagaimana dengan platform Danain? TKB90 di Danain masih bertengger di angka 100%. Artinya, tak ada pendanaan yang bermasalah hingga saat ini. Kondisi ini tentu sangat menggembirakan bagi Danain, sekaligus jadi pembuktian bahwa model bisnis Danain memang unik dan bisa dipercaya.

Baca juga: Sering jadi Pertanyaan, Ternyata Inilah Cara Menghitung Rata-rata Tertimbang di Platform Danain!

Fakta lainnya, jumlah Pendanaan Aktif di industri P2P Lending juga mengalami penurunan. Jika di Desember 2019 angkanya Rp 13,157 triliun, per Juli 2020 turun menjadi Rp 11,934 triliun.

Sementara di Danain justru sebaliknya, malah meningkat. Jika Desember 2019 pendanaan aktif di Danain sebesar Rp 65 miliar, maka pada Juli 2020 berada di angka Rp 151 miliar. Ini terjadi karena meningkatnya kepercayaan pendana, baik pendana individu maupun pendana institusi, kepada Danain.

Baca juga: Ayo, Maksimalkan Pendanaan Anda di Danain dengan Fitur Pendanaan Otomatis!

Adapun jumlah Lender Aktif di industri P2P Lending justru mengalami peningkatan. Pada Desember 2019, ada sekitar 605.935 Lender Aktif di industri ini. Sementara itu, di bulan Juli 2020, jumlahnya terus meningkat jadi 663.865. Secara matematika, jumlah kenaikannya sekitar 10%.

Pun demikian dengan Danain yang juga mengalami peningkatan signifikan dalam hal jumlah Lender Aktif. Berdasarkan data, jumlah Lender Aktif di Danain ada 1450 pada Desember 2019. Namun, pada Juli 2020, jumlahnya meroket jadi 2285 lender aktif. Jika dihitung, kenaikannya berkisar di angka 58%. Ini artinya, pertumbuhan Danain sebagai platform P2P Lending sudah berada di atas rata-rata industri.

Baca juga: Bulan Inklusi Keuangan, Yuk Lakukan Pendanaan di Platform Danain!

Sejalan dengan itu, total disbursement atau penyaluran pinjaman di industri P2P Lending juga mengalami peningkatan sebesar 44%. Di bulan Desember 2019, total disbursement di indsutri ini berada di angka Rp 81.498 triliun. Sedangakan di bulan Juli 2020, jumlahnya meningkat jadi Rp 116.970 triliun.

Peningkatan di Danain pun sangat signifikan, yakni sebesar 99%. Rinciannya: Pada Desember 2019, Danain telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 360 miliar sejak pertama kali beroperasi pertengahan tahun 2018. Dan di Juli 2020, jumlahnya meningkat jadi Rp 718 miliar sejak berdiri tahun 2018.

Secara keseluruhan, kinerja Danain sebagai penyelenggara P2P Lending yang terdaftar dan berizin OJK bisa dibilang kian moncer di tengah pandemi covid-19. Jadi, tak ada alasan lagi untuk ragu melakukan pengembangan dana di platform ini. Ke depan, Danain terus berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal kepada semua pihak yang terlibat.