Kemajuan teknologi telah mengubah kehidupan manusia, dari yang dulunya tradisional menjadi modern. Fenomena tersebut juga berlaku pada cara seseorang dalam melakukan investasi. Jika dulu investasi dilakukan dengan cara yang konvensional, saat ini, investasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja hanya dengan gadget yang dimiliki. Istilah sederhananya adalah investasi online.

Bicara investasi online, masih banyak orang yang sering salah kaprah dengan aktivitas keuangan tersebut. Banyak orang yang menyamakan antara investasi online dengan online trading. Padahal, keduanya sangat berbeda satu sama lain.

Jika diartikan, investasi online merupakan sebuah kegiatan ekonomi atau biasa disebut penanaman modal dengan  harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Sementara online trading merupakan aktivitas memperjualbelikan instrumen investasi secara online dalam jangka waktu yang relatif singkat. Contohnya seperti trading saham, forex, atau komoditi.

Perbedaan mendasar keduanya terletak dalam hal jangka waktu. Investasi berfokus pada jangka panjang, sedangkan trading jangka pendek. Secara keseluruhan, perbedaan tersebut berpengaruh pada strategi, prinsip, serta tindakan yang akan dilakukan.

Berikut kami jabarkan jenis-jenis investasi online yang populer di Indonesia:

Investasi online reksa dana

Investasi online pertama yang populer di Indonesia adalah reksa dana. Reksa dana adalah wadah atau pola pengelolaan dana yang dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi tersebut akan menanamkan dana yang telah dikumpulkan ke dalam berbagai portofolio investasi, seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Agen penjual reksa dana hanya berfungsi sebagai perantara antara investor dengan Manajer Investasi yang mengeluarkan produk reksa dana dan bank kustodian tempat produk reksa dana akan disimpan. Jadi, dana yang telah disetor akan dijamin oleh bank tersebut. Saat ini, sudah banyak Manajer Investasi yang melakukan penjualan reksa dana secara online. Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi juga bervariasi. Anda bisa memulainya dengan nominal ratusan ribu.

Investasi online saham

Saham merupakan surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas sebuah perusahaan. Surat tersebut bisa Anda jual atau beli sewaktu-waktu, tergantung kebutuhan atau perubahan harga yang terjadi.

Jika dulu transaksi saham hanya bisa dilakukan lewat pialang atau broker, saat ini, Anda bisa melakukannya dengan gadget yang dimiliki, sehingga tak perlu lagi bertatap muka. Di sisi lain, Anda juga tak perlu lagi menyimpan surat fisik yang menyatakan sebagai pemilik saham, sebab bukti kepemilikan sudah tersimpan dalam bentuk digital. Otomatis jadi lebih praktis.

Investasi online deposito

Investasi yang juga bisa Anda lakukan secara online adalah deposito. Jika dulu Anda harus datang ke bank untuk mengisi formulir dan memasukkan dana, saat ini, investasi deposito bisa Anda lakukan kapan saja dan di mana saja dengan memanfaatkan layanan e-banking. Deposito online merupakan solusi tepat bagi Anda yang malas untuk mengantre di bank.

Saat ini, sudah ada beberapa bank yang menyediakan layanan deposito secara online. Meski demikian, Anda tetap harus menaati sejumlah syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak penerbit. Satu hal yang pasti, keuntungan deposito tentu tidak setinggi yang diberikan oleh instrumen investasi lain.

Investasi online obligasi

Obligasi juga sudah masuk ke ranah online. Sebelum pemerintah meluncurkan sistem pembelian obligasi berbasis online, transaksi obligasi dilakukan secara offline menggunakan sistem Over the Counter (OTC). Adanya obligasi online ini tentu saja akan sangat membantu para investor, terutama dalam hal transparansi harga. Investor bisa mengetahui harga obligasi yang dibeli tanpa harus menunggu keesokan harinya, seperti yang terjadi dalam transaksi konvensional.

Keberadaan obligasi online membuat masyarakat jadi lebih mudah dalam melakukan transaski tanpa harus melalui proses yang sangat panjang, sebab hanya memerlukan gadget. Dengan terobosan ini, pemerintah ingin mengubah masyarakat dari yang tadinya saving society menjadi investment society.

Investasi online P2P Lending

Investasi online yang saat ini makin diminati oleh masyarakat adalah Peer to Peer (P2P) Lending, pinjam meminjam uang antarperseorangan. Dalam hal ini, penyelenggara P2P Lending akan mempertemukan orang yang butuh pinjaman dengan orang yang memberi pinjaman dalam platform berbasis teknologi inovatif. Karena posisi Anda berinvestasi, Anda akan berperan sebagai pihak yang memberi pinjaman.

Saat ini, sudah banyak platform P2P Lending yang tersedia di dunia maya. Namun, jika tujuan Anda ingin berinvestasi, sebaiknya pilih platform yang benar-benar memfokuskan diri mencari lender alias pendana dalam skema bisnisnya, seperti Danain.

Sebagai informasi, Danain merupakan platform P2P Lending pertama beragunan emas di Indonesia. Pihak peminjam diharuskan menyerahkan agunan emas kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra Danain. Jika dalam 4 bulan (tenor maksimal) peminjam terlambat bayar atau tidak bisa mengembalikan pinjamannya, PT MAS akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan juga pihak peminjam melakukan pengembalian lebih capat, dalam hitungan Minggu bahkan hari.

Baca juga: Kenapa Saat Ini Banyak Orang Menjadikan P2P Lending sebagai Pilihan Investasi?

Imbal hasil yang ditawarkan Danain sangat menarik, minimal 8% per tahun, maksimal 120% per tahun. Jumlah tersebut lebih besar daripada keuntungan yang diberikan reksa dana atau deposito. Danain juga menyediakan fitur auto lending yang dapat memudahkan investor dalam melakukan pendanaan. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, pendana hanya perlu menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif Danain, setelah pihak peminjam mengembalikan pinjamannya. Sementara itu, nominal pendanaan di Danain sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Yang tak kalah penting, dana yang Anda miliki juga akan makin berkembang dengan adanya compounding effect atau ‘bunga berbunga’. Penjelasan sederhananya: Bunga yang didapat dari hasil investasi akan diinvestasikan kembali, sehingga akan menghasilkan bunga baru. Begitu seterusnya hingga investasi berkembang maksimal.

Itulah 5 jenis investasi online paling populer di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi di salah satu instrumen di atas, ada baiknya untuk terlebih dulu menentukan tujuan investasi dengan membaca artikel berikut: Investasi Jangka Panjang atau Jangka Pendek, Mana yang Lebih Baik?

Selain itu, lakukan juga analisis dengan mengecek legalitas platform yang dipilih. Pastikan perusahaan yang Anda pilih telah terdaftar dan diawasi oleh lembaga resmi pemerintah, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).