Industri financial technology (fintech), terutama peer to peer (P2P) lending, terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal itu bisa dilihat dari makin menjamurnya penyelenggara fintech, serta makin banyaknya masyarakat yang bertransaksi di sektor fintech lending itu sendiri.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyelenggara fintech terdaftar dan berizin per Desember 2018 berjumlah 78 perusahaan. Sementara hingga Oktober 2018 lalu, industri fintech telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 15,99 triliun. Jumlah tersebut naik 524,60% dibanding akhir Desember 2017 sebesar Rp 2,56 triliun. Dikatakan Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot sebagaimana dilansir Kontan, pinjaman itu telah disalurkan kepada 2,8 juta peminjam, di mana dana tersebut dikumpulkan dari 5,6 juta lender alias pendana.

Lantas, apa yang membuat banyak orang saat ini menjadikan P2P Lending sebagai pilihan investasi?

Selain karena kemudahan dan kecepatan dalam prosesnya, faktor imbal hasil yang menjanjikan juga jadi alasan kenapa banyak orang memilih berinvestasi di sektor P2P Lending.

Secara garis besar, investasi di sektor P2P Lending memang sangat fleksibel. Investor bisa berinvestasi kapan pun dan di mana pun hanya menggunakan gadget yang dimiliki. Menariknya, sebagian besar platform P2P Lending yang ada saat ini sudah sangat user friendly, sehingga berbagai kalangan bisa dengan mudah menggunakannya.

Dari segi keuntungan, imbal hasil yang ditawarkan oleh P2P Lending memang seringkali lebih besar daripada deposito atau reksa dana. Tak hanya itu, para investor juga akan dimudahkan dalam proses diversifikasi investasi, sehingga kesempatan untuk meraup keuntungan akan jadi lebih besar. Yang tak kalah penting, para investor di P2P Lending juga sangat dimudahkan dalam melakukan analisis, sebab saat ini sudah banyak informasi di internet yang bisa dijadikan sebagai acuan.

Meski industri fintech lending mengalami pertumbuhan yang signifikan, namun ada satu kekhawatiran yang kerap membayangi para investor. Adalah kenaikan non performing loan (NPL) alias kredit macet ke depannya. Banyak juga investor yang khawatir dananya hilang, sebab tidak ada jaminan dalam skema kerja yang dijalankan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, platform Danain hadir sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, dan menguntungkan. Danain merupakan P2P Lending pertama di Indonesia yang menggunakan emas atau logam mulia sebagai jaminan.

Dalam skema kerjanya, Danain mengharuskan pihak peminjam menyerahkan emas atau logam mulia kepada PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra. Gagal bayar tidak jadi bagian dari risiko investor. Apabila dalam prosesnya pihak peminjam tidak bisa mengembalikan pinjaman atau terlambat membayar, PT MAS akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada investor tanpa potongan.

Baca juga: Catat, 5 Resolusi Keuangan 2019 ini Bikin Kehidupan Finansial Anda Semakin Sehat!

Metode yang diterapkan Danain tersebut terbukti berhasil dalam menjaga NPL tetap berada di angka 0 persen. Akhir tahun lalu, Danain mencatatkan prestasi yang memuaskan, di mana sejak rilis bulan Juli 2018, Danain telah berhasil menyalurkan pinjaman lebih dari 80 miliar rupiah, dengan NPL 0 persen.

Hingga kini, jumlah lender alias pendana di Danain sudah mendekati angka 5000. Tingkat kepuasan lender pun cukup tinggi. Keluhan bisa dibilang hampir tidak ada. Ke depan, Danain berencana menambah jumlah mitra pergadaian agar pendanaan yang tersedia semakin banyak. Jika tahun lalu total pendanaan per hari sekitar tiga miliar rupiah, tahun ini diproyeksikan akan meningkat jadi 8-9 miliar rupiah per hari.

Lalu, apa kata mereka yang sudah berinvestasi di platform Danain?

“Kesannya bagus, belum ada kendala selama saya pakai sih dan bikin ketagihan buat cepet danain dana yang udah dilunasi,” ujar I Made Putra Yasa.

Dikatakan Kukuh Eko Hismafandy,”Saya merasa aman berinvestasi di Danain, karena ada agunannya. Bahkan pengembalian bisa 1 hari. Sangat menyenangkan perputarannya sungguh cepat. Variasi nominal sangat beragam, sehingga investor menengah ke bawah seperti saya mampu berinvestasi secara rutin setiap beberapa hari sekali dengan nominal di bawah 500rb. Semoga Danain semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi Indonesia.”

Sementara menurut Rizul Fikar,”Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Sudah sekian banyak jenis MLM, Money Game, dan agen insurance, namun semua banyak kandas di tengah jalan. Dengan Danain sepertinya saya yakin dan percaya financial saya lebih baik, sukses Danain.”