Utang merupakan salah satu masalah ekonomi yang tak bisa lepas dari kehidupan umat manusia. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk berutang, baik pada lembaga pembiayaan atau perorangan. Di antaranya sebut saja karena butuh modal untuk usaha, biaya kesehatan, atau ada kebutuhan lain yang sifatnya mendadak.

Dalam kesempatan ini, kami akan mengulas beberapa hal yang membuat seseorang sulit lepas dari jeratan utang. Perlu diketahui, utang dalam kasus ini bukan karena alasan mendesak seperti yang disebutkan di atas, melainkan karena faktor individu yang tidak pandai dalam mengelola keuangannya.

Penggunaan kartu kredit saat berbelanja merupakan penyebab paling umum seseorang jadi berutang. Meski dinilai bisa jadi solusi untuk membeli sesuatu di saat keuangan telah menipis, pemanfaatan kartu kredit tetap saja bikin kamu jadi punya utang. Sebagian orang mungkin merasa terbantu dengan hadirnya fasilitas tersebut. Namun, jika kamu tak ingin punya utang, usahakan gunakan uang tunai saat melakukan pembelanjaan.

Baru-baru ini, seorang miliarder berkebangsaan Amerika Serikat, Mark Cuban, membuat pernyataan yang bikin heboh. Pria 60 tahun tersebut mengklaim bahwa pemakaian kartu kredit bisa menghalangi kekayaan.

“Bila kamu memakai kartu kredit, kamu tidak ingin jadi kaya,” ujar Cuban seperti dilansir CNBC.

Langsung saja, berikut beberapa faktor lain yang juga bikin kamu sulit lepas dari utang.

Tak punya dana cadangan

Untuk menghindari utang, sisihkanlah sebagian penghasilan untuk dana cadangan. Misal: jika ada keperluan mendadak di tengah bulan, seperti kendaraan atau ponsel tiba-tiba rusak, kamu bisa pergunakan dana tersebut tanpa harus meminjam uang pada orang lain atau menggunakan kartu kredit.

Kerap menunda pelunasan kartu kredit

Jika kamu terpaksa memakai kartu kredit, cobalah untuk bijak dalam menggunakannya. Sebagian pengguna kartu kredit biasanya malas membayar angsuran ketika dirinya memegang uang atau saat menerima gaji. Mereka berpikiran bisa melakukan pembayaran di bulan selanjutnya. Padahal, menunda pembayaran berpotensi besar membuat utang makin membengkak. Solusi terbaik, lunasi angsuran kredit ketika jatuh tempo tiba. Keteraturan membayar angsuran pada dasarnya akan membuat kamu semakin cepat lepas dari jeratan utang.

Bayar tagihan kredit secara minimum

“Utang saya nggak habis-habis ya”. Kalimat seperti itu kerap dilontarkan oleh pengguna kartu kredit yang memilih pelunasan secara minimum payment. Konsekuensinya, jangka waktu utang akan lebih lama pada lembaga yang menerbitkan kartu kredit tersebut. Dalam prosesnya, pengguna kartu kredit yang memilih skema itu biasanya akan merasa bahwa utangnya seperti tidak kunjung usai. Langkah terbaik, pilihlah pelunasan dengan tenor pendek.

Gaya hidup berlebihan

Jangan pernah berharap bisa lepas dari utang jika pengeluaranmu tiap bulan lebih besar dari pendapatan yang diperoleh. Agar jauh dari utang, manfaatkanlah gaji yang kamu terima untuk kebutuhan yang memang benar-benar penting.

Dalam hal ini, kamu juga harus pintar menahan diri dalam lingkungan pergaulan. Misalnya, jika ada teman yang mengajak hangout di tempat mahal ketika sedang paceklik, beranikanlah diri untuk menolak ajakan tersebut. Jangan sampai karena merasa tidak enak, kamu langsung memutuskan untuk berutang pada teman atau menggunakan kartu kredit yang dimiliki. Intinya, sesuaikan gaya hidup dengan pendapatan.

Tidak punya partner yang bisa mengontrol pengeluaran

Jika kamu tipikal orang yang doyan berbelanja, penting bagi kamu untuk memiliki partner yang bisa mengontrol perilaku tersebut. Partner di sini bisa siapa saja, seperti orang tua, kakak, sahabat, atau kekasih. Jika kamu tidak memiliki kerabat yang bisa mencegah kebiasaan burukmu tersebut, siap-siap saja untuk hidup selalu dihantui utang.

Setelah membaca artikel di atas, kami berharap agar kamu bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan. Daripada menggunakan kartu kredit, ada baiknya sisihkan sebagian penghasilan yang kamu punya untuk berinvestasi. Mengembangkan dana di sektor P2P Lending, seperti di Danain, bisa jadi pilihan tepat.

Baca juga: Catat, Ini Segudang Keuntungan Nabung di Danain Ketimbang di P2P Lending Lain!

Tak main-main, melakukan pendanaan di platform Danain bisa memberikan imbal hasil mencapai 120% per tahun, minimal 8% per tahun. Selain itu, gagal bayar juga tidak jadi bagian dari risiko pendana. Jika ternyata pihak peminjam tidak melunasi pinjamannya dalam jangka waktu empat bulan (tenor maksimal), mitra Danain yakni PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan.