Pandemi covid-19 telah memukul perekonomian sejumlah negara, bahkan hingga mengalami resesi. Setidaknya, sudah ada beberapa negara yang secara resmi mengumumkan telah masuk ke jurang resesi. Di antaranya sebut saja Singapura, Korea Selatan, Jerman, Jepang, Perancis, Hong Kong, Amerika Serikat, dan yang terbaru adalah Uni Eropa.

Sekadar informasi, resesi adalah penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan dalam beberapa bulan. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif dalam dua kuartal atau lebih secara berturut-turut.

Dampak resesi yang paling mudah dirasa adalah menurunnya jumlah lapangan kerja yang tercipta. Akibatnya, akan ada ledakan pengangguran dan bertambahnya orang miskin.

Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi ancaman resesi?

Berikut 7 hal yang perlu kamu persiapkan menurut Co-Founder Finance Twin, Camilo Maldonado, sebagaimana dilansir Forbes:

Miliki asuransi yang memadai

Jika kamu memiliki pasangan, anak, atau anggota keluarga lain yang mengandalkan penghasilanmu saat ini atau di masa depan, kamu perlu memastikan mereka tak akan menderita jika terjadi resesi. Caranya, milikilah asuransi jiwa atau kesehatan yang cakupannya cukup baik. Hal itu akan sangat membantu dalam menghadapi masa krisis.

Tingkatkan dana darurat

Jika kamu khawatir dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, langkah terbaik yang harus diambil adalah meningkatkan jumlah dana darurat. Idealnya, kamu harus punya dana darurat dengan nominal setara biaya hidup selama 3 sampai 6 bulan.

Kamu tentu tak mau kan, jika saat resesi terjadi, kamu tak punya biaya untuk makan, beli obat-obatan, atau membayar sewa rumah? Karena itulah, penting bagi kamu untuk memiliki dana tersebut.

“Tanpa rumah, segala sesuatunya akan berantakan. Punya dana darurat adalah langkah tepat untuk menangkal utang,” ujar Profesor Princeton, Matthew Desmond, dalam bukunya “Evicted.”

 Baca juga: Indonesia Terancam Resesi, ini yang Perlu Kamu Lakukan untuk Menghadapinya!

Hemat pengeluaran

Jika selama ini kamu membayar mahal untuk layanan telepon, akses internet, atau TV, cobalah untuk segara mengevaluasinya. Kamu perlu menghemat pengeluaran untuk menghadapi resesi. Kamu bisa memulainya dengan mencari layanan yang lebih murah atau menutup sementara sejumlah layanan yang tak terlalu dibutuhkan.

Tambah penghasilan

Jika kamu benar-benar khawatir dengan kondisi ekonomi yang tak menentu di masa depan, kamu perlu usaha ekstra untuk melindungi diri dan keluarga. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menambah penghasilan sebagai langkah antisipasi. Meski demikian, jangan pernah kesampingkan pekerjaan utama kamu saat ini.

Mau tambah penghasilan dengan cara mudah? Baca ini: Tambah Income di Tengah Pandemi Covid-19, ini Sederet Caranya!

Lunasi utang berbunga tinggi

Jika kamu punya utang, segera lunasi yang memiliki bunga tinggi. Dengan hilangnya tagihan besar di awal bulan, kondisi keuangan akan menjadi lebih baik, meski di waktu yang sama resesi tengah terjadi.

Sebagai gambaran: Misalnya kamu punya tagihan kartu kredit. Jika kamu hanya membayar jumlah minimum, maka tagihan kamu akan semakin membengkak. Bayangkan bila di saat bersamaan, kamu tiba-tiba di PHK dari tempat kerja dan melihat tagihan besar seperti itu. Beban kamu tentu akan makin bertambah. Karena itu, segera lunasi utang yang dimiliki sebelum resesi benar-benar terjadi.

Terus investasi

Saat pasar saham jatuh dan semua orang panik, minat untuk investasi tentu akan berkurang. Tapi, dalam kondisi seperti ini, kamu disarankan untuk tetap berinvestasi secara konsisten. Pilih instrumen investasi yang risikonya terbilang rendah. Jika hal itu kamu lakukan, percayalah, kesuksesan bisa kamu raih ketika ekonomi telah kembali pulih. 

Baca juga: Siaran Pers: Di Tengah Pandemi Covid-19, Danain Dapat Kepercayaan dari Bank Sahabat Sampoerna

Jaga skor kredit

Dalam situasi resesi, ada kalanya kita mengandalkan bank untuk memperoleh suntikan dana. Nah, saat pinjaman bank jadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup, tapi ternyata kamu tak mendapat fasilitas tersebut karena rekam jejak yang buruk, itu tentu akan menyakitkan.

Jadi, mumpung resesi belum terjadi, cobalah untuk tetap menjaga kualitas skor kredit kamu di industri perbankan. Jangan sampai bank punya penilaian buruk terhadap kamu, yang pada akhirnya membuat kondisi ekonomimu makin terpuruk.

 

Secara keseluruhan, terlepas dari apakah kamu khawatir atau tidak dengan resesi, yang jelas 7 tips ini bisa membantu kamu untuk membangun pondasi keuangan yang kuat di tengah kondisi ekonomi seperti apapun. Jadi, tak ada alasan untuk tak memulainya sesegera mungkin.