“Sudah lebih dari 40 tahun sejak saya lulus SMA, banyak hal telah berubah sejak saat itu. Saya jadi lebih tua, lebih bijak, lebih kaya, dan jauh lebih sukses.”

Ya, itulah sepenggal kalimat yang diucapkan oleh Grant Cardone, seorang CEO dari tujuh perusahaan swasta besar dengan nilai bisnis yang mencapai jutaan dolar.

Setelah sukses seperti sekarang, Cardone mengaku bahwa ada banyak kesalahan yang telah ia perbuat semasa muda dulu. Meski begitu, selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan, sekalipun saat ini dirinya telah berusia 60 tahun lebih. Dan untuk melakukan itu, penting untuk mengakui kegagalan di masa lalu dan belajar untuk memperbaikinya.

Saat berusia 20-an, kata Cardone, ada begitu banyak kesalahan yang telah diperbuat terkait uang serta waktu. Dengan sedikit uang yang diperoleh, ia malah menyia-nyiakannya untuk hal tak berguna dan tak menguntungkan sama sekali.

Lantas, apa saja penyesalan Cardone saat berusia 20-an dulu? Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir CNBC!

Kecanduan obat dan alkohol

Jika bisa kembali ke masa lalu, Cardone ingin berkata pada dirinya sendiri, “Pendidikan tidak berhenti setelah kuliah.”

Usai lulus SMA, lanjut Cardone, dirinya terobsesi dengan semua hal yang salah. Ia menghabiskan uangnya untuk obat-obatan dan alkohol, hingga akhirnya kecanduan. Padalah, seharusnya, ia menggunakan uang itu untuk hal-hal yang dapat membantunya mengembangkan keterampilan baru, menambah pengetahuan, dan menjalin koneksi yang kuat.

 Baca juga: Terungkap, ini Penyesalan Terbesar Warren Buffett dalam Hidupnya!

“Di dunia nyata, ijazah sekolah menengah kamu tak berguna dan gelar sarjanamu tak akan membantu apabila kamu tak punya keterampilan yang tepat untuk mengikuti pasar. Jadi, pada akhirnya, berinvestasi pada diri sendiri lah yang akan membuatmu lebih berharga dan mampu meningkatkan potensi penghasilan. Itulah alasan kesuksesan saya hari ini,” jelas Cardone.

Sering berlibur saat baru merintis bisnis

Kevin O’Leary pernah berkata, mengambil cuti tahunan untuk berlibur adalah ide yang buruk. Cardone setuju dengan hal itu. Diakui Cardone, saat pertama kali merintis bisnis, ia mengambil begitu banyak cuti untuk berpergian dan itu membuatnya hampir tergelincir. Ia menghabiskan banyak uang untuk beli tiket pesawat, hotel, hingga makanan.

Menurutnya, banyak generasi milenial yang saat ini berada dalam posisi seperti itu. Mereka punya keinginan untuk berpergian karena mereka tak memiliki tujuan dalam bekerja. Mereka percaya bahwa berlibur akan membantu mereka menemukan ‘sesuatu’ yang hilang dalam karier. 

Baca juga: Ini Dia, 5 Penyesalan Terbesar paling Umum yang Dialami oleh Miliarder!

“Saya tak mengatakan bahwa kamu tak boleh mengambil cuti. Tapi perlu diketahui, saya bisa berkeliling dunia saat ini karena saya akhirnya memutuskan untuk bekerja keras. Jika masih muda, terobsesilah dengan tujuan kamu. Dengan begitu, kamu bisa menemukan waktu yang tepat untuk berlibur,” pungkasnya.

Kebanyakan tidur

Saat masih muda, gampang sekali untuk bermalas-malasan dan tidak merasa bersalah karena hal itu. Tapi ingat, orang kaya dan sukses memang tidur nyenyak di malam hari, namun mereka tak pernah tidur secara berlebihan.

Salah satu penyesalan terbesar Cardone adalah tidak memanfaatkan sebagian besar waktu dalam sehari. Ia membiarkan dirinya merasa puas ketika seharusnya ia memetakan tujuan dan mencari cara untuk mencapainya. Dikatakan Cardone, seandainya saja ia menyadari potensi itu di usia 20-an, ia mungkin akan mendapatkan jutaan dolar jauh lebih cepat.

Baca juga: Hati-hati, 7 Hal ini bisa jadi Penghalang Menuju Sukses!

“Biarkan orang lain di usia 20-an tidur berlebihan. Kamu harus bangun saat fajar. Kecepatan adalah kekuatan. Saat kamu masih muda, kesabaran bukanlah kebajikan. Pasar saat ini telah berubah dengan kecepatan cahaya, jadi kamu harus gesit untuk bisa maju,” tegas dia.

Terlalu nyaman dengan pekerjaan

Cardone menyia-nyiakan setengah dari usia 20-annya untuk mengerjakan pekerjaan dengan gaji rendah yang tidak menantangnya untuk tumbuh dan mengembangkan keterampilan yang berharga. Dalam posisi ini, ia tak mengatakan bahwa pekerjaan bergaji rendah itu buruk. Namun, yang perlu dicatat, merasa puas dan tanpa dorongan apapun pada dasarnya tak akan membuat hidupmu jadi sukses.

Cardone bercerita bahwa dulu ia bekerja di McDonald’s dengan upah 7 dolar AS setiap jamnya. Bagi dirinya, itu hanyalah cara untuk menghasilkan uang. Akan tetapi, bagi orang yang bekerja di sebelahnya, itu adalah cara untuk mempelajari bisnis, sehingga suatu hari nanti bisa membuka 100 waralaba.

“Dalam hal ini, kamu harus selalu bertanya pada diri sendiri: Bagaimana saya bisa mendapatkan lebih banyak uang?” tutup Cardone.

 

Ya, itulah sederet penyesalan Cardone di masa muda. Sebagai orang bijak, jadikanlah kisah itu sebagai pelajaran agar bisa lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan!