Tak dipungkiri, hingga kini, emas masih jadi primadona bagi sebagian orang yang ingin berinvestasi. Logam mulia dan emas perhiasan merupakan dua jenis emas paling populer yang digunakan sebagai sarana investasi.

Emas juga diklaim merupakan investasi paling tua dalam sejarah umat manusia. Sebelum orang mengenal saham, obligasi, atau reksa dana, emas telah lebih dulu dikenal sebagai sebuah instrumen investasi yang menguntungkan. Bahkan, emas juga sejak lama telah dijadikan tolak ukur untuk menilai kekayaan seseorang.

Layaknya investasi pada umumnya, emas juga punya kelebihan sekaligus kelemahan. Ada beberapa fakta yang perlu Anda tahu terkait hal itu. Berikut penjelasannya:

Keunggulan investasi emas

Harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Selain tahan terhadap inflasi, emas juga tak gentar dengan krisis ekonomi yang dialami suatu negara. Keunggulan selanjutnya, emas punya sifat mudah dicairkan. Jika saham, reksa dana, atau deposito baru bisa diambil dalam jangka waktu tertentu, emas tak demikian. Pemilik bisa dengan mudah menukarkannya ke dalam bentuk uang dalam waktu relatif singkat. Berkat harganya yang stabil bahkan cenderung naik tersebut, emas sangat cocok untuk diversifikasi investasi.

Kelemahan investasi emas

Emas tak bisa disimpan di sembarang tempat, apalagi jika jumlahnya cukup banyak. Karena itu, butuh tempat penyimpanan yang aman untuk menghindari risiko pencurian. Umumnya, investor emas rela mengeluarkan uang untuk sewa safe deposit box di lembaga perbankan.

Emas juga rentan hilang jika bentuknya perhiasan dan digunakan saat beraktivitas sehari-hari. Di sisi lain, investasi emas juga tidak akan menghasilkan pendapatan pasif, sebab emas hanya akan memberikan keuntungan ketika Anda melakukan penjualan.

Sementara itu, ada pula fakta lain tentang emas yang seringkali dilupakan. Kendati punya harga cenderung naik dari waktu ke waktu, namun nyatanya harga emas juga bisa anjlok dalam hitungan hari. Bayangkan, jika tiba-tiba Anda butuh uang dan harus menjual emas yang dimiliki! Tapi, di saat bersamaan, ternyata harga emas sedang turun. Hal itu tentu saja akan membuat Anda mengalami kerugian.

Pada prinsipnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga emas bisa naik dan turun. Di antaranya sebut saja karena perubahan kurs rupiah, suku bunga, jumlah penawaran dan permintaan, laju inflasi yang tak terkendali, serta bisa juga karena kondisi ekonomi dan politik yang sedang terjadi di dunia.

Baca juga: Jangan Tunda Lagi, ini 5 Alasan Harus Investasi Sejak Masih Muda!

Meski demikian, kenaikan harga emas bisa dibilang merupakan sebuah kepastian. Tingkat inflasi lah yang melatarbelakangi hal tersebut. Jadi, emas memang ditujukan untuk investasi jangka panjang. Dalam hal ini, jenis emas yang disarankan untuk investasi adalah emas batangan yang punya nilai lebih stabil.

Harga emas hari ini

Sekadar informasi, logam mulia atau emas batangan milik PT Antam Tbk ditransaksikan seharga Rp 674.000 per gram pada hari ini (25/2). Harga tersebut berbeda dengan harga perdagangan akhir pekan lalu yang berada di angka Rp 673.000 per gramnya. Sedangkan untuk harga buyback berada di angka stagnan, yakni Rp 599.000 per gram. Demikian dilansir Tribun Bisnis.

Ya, itulah sederet fakta tentang investasi emas (konvensional) yang perlu Anda ketahui. Lantas, adakah investasi sejenis yang lebih inovatif dan tak kalah menguntungkan?

Di era modern seperti sekarang ini, perkembangan tekonologi telah memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia. Inovasi-inovasi berbasis teknologi muncul, tak terkecuali dalam bidang investasi yang saat ini sudah merambah ke ranah online.

Jika dulu orang berinvestasi emas dengan cara yang konvensional, dalam arti membeli kemudian menyimpannya dan dijual ketika harga naik, saat ini, investasi emas bisa dilakukan dengan cara yang lebih mudah, namun tetap aman dan menguntungkan.

Caranya? Anda bisa berinvestasi di platform Danain!

Danain merupakan penyelenggara Peer to Peer (P2P) Lending pertama beragunan emas di Indonesia. Pihak pendana dan peminjam akan dipertemukan dalam sebuah platform berbasis teknologi. Karena posisi Anda berinvestasi, Anda akan bertindak sebagai pihak pendana.

Skema kerja di platform Danain sangat sederhana. Pihak peminjam akan datang ke gerai PT Mas Agung Sejahtera (PT MAS) selaku mitra Danain untuk mengajukan pinjaman sekaligus menyerahkan agunan berupa emas. PT MAS kemudian akan mengunggah gambar emas sekaligus data peminjam di platform Danain. Sebagai pendana, Anda bisa memilih emas yang ingin didanai sesuai keinginan di platform Danain.

Baca juga: Ini Dia, Sejarah Terbentuknya Platform Danain di Kancah P2P Lending Indonesia!

Perbedaan signifikan antara investasi emas konvensional dan di platform Danain terletak pada fisik emas yang diinvestasikan. Jika pada investasi emas konvensional Anda memegang dan menyimpan sendiri emas tersebut, di Danain tak demikian. Emas akan disimpan oleh PT MAS hingga pihak peminjam melunasi pinjamannya.

Dengan skema tersebut, Anda tak perlu lagi takut risiko kehilangan emas karena pencurian atau hal lainnya. Anda juga tak perlu susah-payah mengeluarkan biaya untuk penyimpanan emas di safe deposit box. Satu hal yang pasti, Anda akan memperoleh pendapatan pasif dengan berinvestasi di Danain.

Bagaimana jika ternyata pihak peminjam terlambat bayar atau bahkan tak mampu membayar pinjamannya?

Perlu dipahami, gagal bayar atau keterlambatan bayar tidak jadi bagian dari risiko pendana. PT MAS akan tetap mengembalikan pokok dan bunga kepada pendana tanpa potongan setelah jatuh tempo tiba, yakni maksimal empat bulan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan jika pihak peminjam mengembalikan pinjamannya dalam waktu lebih cepat, dalam hitungan Minggu bahkan hari.

Imbal hasil yang diberikan Danain sangat menjanjikan. Pendana bisa memperoleh keuntungan minimal 8% per tahun, maksimal 120% per tahun. Angka tersebut jelas lebih besar daripada keuntungan yang diberikan deposito atau reksa dana. Bahkan, angka itu juga bisa melawan laju inflasi yang terjadi setiap tahun di Indonesia.

Keuntungan berinvestasi di Danain lainnya, Anda hanya perlu gadget dan jaringan internet untuk bisa melakukan investasi. Dengan demikian, Anda bisa berinvestasi kapan pun dan di mana pun sesuai keinginan.

Jika Anda terlampau sibuk sehingga tak punya waktu untuk memilih emas yang ingin didanai, Danain menyediakan fitur auto lending yang bisa Anda manfaatkan. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, sistem Danain akan secara otomatis melakukan pendanaan ke dalam daftar yang tersedia, tentunya dengan nominal yang telah disesuaikan. Di sini, Anda hanya perlu menunggu imbal hasil masuk ke dalam rekening aktif Danain, setelah peminjam melunasi pinjamannya.

Dana yang Anda miliki juga akan makin berkembang dengan adanya compounding effect atau bunga berbunga. Penjelasan sederhananya, Anda mendapat bunga dari investasi yang telah dilakukan. Bunga tersebut kemudian diinvestasikan kembali, sehingga menghasilkan bunga baru. Begitu seterusnya hingga dana Anda berkembang maksimal. Ingin tahu compounding effect lebih lengkap, baca: Compounding Effect, ‘Keajaiban Dunia Kedelapan’ yang bisa Bikin Orang jadi Kaya Raya!

Siap berinvestasi emas di Danain?