Kisah hidup Todd Brooks begitu inspiratif. Ia merupakan pemilik Brooks Gourmet Burgers & Dogs, sebuah restoran penghasil jutaan dolar dengan peringkat resto burger nomor 2 di Amerika versi TripAdvisor.

Meski saat ini Brooks telah menjelma jadi seorang pengusaha yang sukses , namun ada kisah menarik yang terungkap ke permukaan. Usut punya usut, Brooks ternyata putus sekolah saat berusia 16 tahun.

“Saat 16 tahun, saya putus sekolah. Saya adalah seorang pemuda punk yang selalu berpikir bahwa saya tahu segalanya tentang dunia,” ungkap Brooks yang saat ini berusia 47 tahun kepada CNBC Make It.

Lantas, apa yang membuatnya bisa sukses seperti sekarang?

Diungkapkannya, itu karena ia berani mengambil risiko dalam hidup!

Brooks tumbuh dan besar di Kansas City, Missouri. Ia bekerja sebagai pencuci piring di sebuah restoran untuk menghidupi dirinya sendiri. Sejalan dengan itu, ia mulai menyukai bisnis restoran dan akhirnya pindah ke restoran steak terkenal bernama Hereford House. Di sana, ia bekerja di bagian dapur selama 15 tahun.

“Di sana sudah seperti rumah saya dan saya berencana untuk pensiun di restoran tersebut,” jelasnya.

Titik balik kehidupan Brooks

Pada 2008, Hereford House mengalami kebakaran. Sang pemiliki yang merupakan teman dekat Brooks harus dipenjara karena kasus penipuan dan dalang dari kebakaran di restorannya sendiri. Brooks, yang saat itu berusia 38 tahun harus mengambil sebuah keputusan yang krusial.

“Saya harus memutuskan apakah akan bekerja untuk orang lain atau mengambil kesempatan dan melakukan sesuatu untuk diri sendiri. Saat itu, saya punya istri dan dua anak yang harus dipikirkan. Setelah dipikir matang, saya memutuskan untuk tak bekerja dengan orang lain,” terang Brooks.

Brooks memutuskan untuk membuka restoran sendiri di wilayah Naples, Florida. Tempat tersebut selalu ia kunjungi setahun sekali dan ia memang selalu bermimpi untuk pindah ke sana. Kata Brooks,”Kami hanya punya satu kesempatan untuk ini.”

Pada akhir 2009, Brooks pergi ke Naples untuk mencari tempat tinggal yang seusai kondisi keuangannya. Selama berbulan-bulan, ia juga mencari restoran yang ingin dijual di daerah tersebut.

Ia kembali mengambil risiko dengan menjual mobil dan semua miliknya untuk membeli sebuah restoran dan memulai kehidupan baru. Total yang berhasil dikumpulkan saat itu sekitar 180.000 dolar AS.

Baca juga: Jadi Miliarder Kenamaan, ini 5 Fakta Menarik Warren Buffett yang Perlu Kamu Tahu!

Meski telah berusaha, namun nasib baik tak berpihak pada diri Brooks. Ternyata, dokumen restoran tersebut palsu dan angka pendapatannya juga dibuat-buat.

“Semuanya berjalan sangat buruk. Bahkan, kontrak sewanya pun ternyata palsu,” ujarnya.

Brooks sangat terguncang akibat kejadian tersebut. Meski demikian, ia tetap optimis untuk tetap merealisasikan rencananya membuka restoran sendiri. Butuh waktu dua bulan untuk mendapatkan uangnya kembali. Pada 2010, Brooks berhasil memindahkan keluarganya ke Florida dan berharap bisa menemukan restoran lain untuk dibeli.

Suatu ketika, Brooks pergi ke sebuah kedai untuk minum bir. Di sana, ia bercerita tentang pengalaman pahit yang ia alami kepada pemilik kedai. Bak gayung bersambut, sang pemilik pun mengatakan bahwa ia berencana untuk menjual kedai tersebut.

Setelah dua minggu memikirkannya, Brooks memutuskan untuk membeli kedai bernama Lindburgers tersebut. “Kondisi kedai sangat menjijikkan, tapi itu merupakan langkah awal. Kedai ini sudah dikenal banyak orang selama beberapa dekade. Saya pikir, saya pasti bisa membersihkannya,” ungkapnya.

Punya restoran burger sendiri

Brooks mulai merapikan restorannya dan mengganti semua perabotan dapur dengan yang baru. Akan tetapi, ia tetap mempertahankan nuansa Lindburgers yang memiliki tema penerbangan.

Lindburgers berada di Fifth Avenue, sebuah wilayah yang dipenuhi dengan restoran mewah. Meski begitu, Brooks ingin menjadikan tempatnya lebih umum, sehingga siapapun yang datang tak harus berpakaian formal. Restoran itu pun resmi berdiri dengan nama Burgers & Dogs pada Maret 2010.

Tiga tahun beroperasi, restoran milik Brooks tidak menghasilkan keuntungan. “Setiap bulan rasanya ingin menyerah. Saya dan istri terus bekerja 60 jam dalam seminggu. Kami juga merawat anak-anak di rumah sewaan yang begitu kecil,” pungkasnya.

Baca juga: Inspiratif, Kisah Sopir Truk yang Kini jadi Miliarder!

Brooks benar-benar mengalami masa sulit ketika itu. Dia sempat meminjam uang di bank dan keluarga, bahkan melamar kerja di suatu perusahaan demi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, ia memutuskan untuk kembali fokus pada bisnis burgernya dan berusaha untuk bangkit.

“Beberapa kali saya mengatakan kepada istri bahwa sebaiknya restoran ini dijual saja. Saya benar-benar berpikir jika usaha ini tak akan berhasil. Tapi, saat bersamaan, saya juga harus memikirkan nasib anak-anak. Saya dan istri berjuang sangat keras di tahun ketiga,” terang Brooks.

Masa kebangkitan

Jika awalnya Brooks hanya fokus pada bekerja, di tahun ketiganya, ia mulai bercengkrama dengan para pelanggan dan orang-orang sekitarnya. Hal itu ternyata membawa dampak positif bagi bisnisnya. Terlebih ia juga terus meningkatkan mutu dagingnya selama beroperasi. Sejak itu, restorannya pun mulai meraup keuntungan.

Brooks selalu menyapa dengan ramah siapapun yang datang ke restorannya. Ia juga menanggapi ulasan di media sosial sekaligus menjawab telepon dan semua surat yang masuk dengan sangat baik.

Tidak pernah terpikir oleh Brooks bahwa rahasia untuk membuat sukses sebuah restoran adalah dengan menyajikan burger yang enak, desain resto yang nyaman, serta keramahan kepada setiap pelanggan.

“Pada 2013, resto kami masuk dalam 10 restoran lokal terbaik versi TripAdvisor. Setahun kemudian, peringkatnya naik ke nomor 1 secara lokal dan menempati peringkat 6 se-Amerika. Kami sangat tidak menyangka. Meski sempat tertipu, namun pada akhirnya bisnis kami meningkat tiga kali lipat,” ujar Brooks.

Penghasilan Brooks meningkat tajam, dari tahun 2014 yang mencapai 320.000 dolar AS menjadi 1,3 juta dolar AS pada tahun 2015. Koki juga bertambah, dari yang tadinya cuma satu menjadi tiga.

“Ini merupakan kali pertama sejak waktu yang lama kami menaruh uang di bank. Rasanya benar-benar nikmat,” terang Brooks.

Saat ini, tiga restoran telah dimiliki Brooks. Dan untuk pertama kalinya juga ia merasa tak perlu lagi bekerja keras karena telah memiliki cukup karyawan. Dikatakannya,”Saya masih bekerja 40 jam dalam seminggu, tapi sekarang saya berada di depan restoran dan istri saya berada di rumah bersama anak-anak. Sekarang keadaannya jauh lebih baik.”

Brooks tengah menunggu pembukaan restoran keempatnya di wilayah Tampa Bay. “Tujuan saya adalah memulai waralaba Brooks Burgers. Saya ingin tumbuh menjadi sesuatu yang besar,” tutupnya.

 

Ya, itulah kisah hidup miliarder Todd Brooks yang menginspirasi. Pertanyaannya, apakah kita harus menjalankan bisnis seperti yang dilakukan Brooks untuk meraih kesuksesan?

Tentu saja, tidak! Kamu tetap bisa meraih sukses dengan cara lain yang juga cerdas, yakni dengan melakukan pengembangan dana di platform Danain. Selengkapnya, baca: Jadi Kaya Raya melalui P2P Lending, Memang Bisa? Cek Jawabannya di Sini!