Apakah Anda pasangan yang baru saja membina bahtera rumah tangga? Jika ya, artikel ini sangat penting untuk dipahami dan dijalankan, sebab bisa memengaruhi kelangsungan hidup Anda dan pasangan ke depannya.

Fakta di lapangan menyebutkan, banyak pasangan muda yang hubungannya kurang harmonis akibat masalah keuangan. Meski begitu, banyak pula yang akhirnya bisa mengatasi masalah tersebut dan kembali hidup rukun.

Berdasarkan studi yang dilakukan Forum for Family and Consumer Issues, sekitar 39% pasangan diketahui bertengkar karena masalah keuangan. Karena itu, akan sangat baik jika segala hal yang menyangkut keuangan dibicarakan sejak awal pernikahan. Demikian dilansir Finansialku.com.

Berikut trik jitu perencanaan keuangan bagi pasangan muda agar bisa hidup sejahtera:

Buat rekening bank bersama

Membuat rekening bank bersama merupakan langkah cerdas setelah melangsungkan pernikahan. Diungkapkan Michael Fitzgerald, Public Accountant bersertifikat di Houston, Texas, memiliki rekening bank bersama akan mempermudah Anda dan pasangan dalam mengontrol pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya.

Susun anggaran dan rencana belanja bulanan

Setelah berumah tangga, cobalah untuk rutin menyusun anggaran dan rencana belanja bulanan Anda bersama pasangan. Mulailah dengan membuat daftar kebutuhan bulanan, seperti belanja kebutuhan pokok, listrik, air, bensin, internet, cicilan (jika ada), dan lain-lain.

Jika anggaran ini sudah dibuat, akan lebih baik lagi jika Anda dan pasangan menetapkan pengeluaran paling maksimal setiap bulan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendadak. Tetapkanlah semacam pembatas angka maksimal dana yang bisa digunakan tiap bulannya. Hal ini penting untuk mencegah keborosan.

Catat pengeluaran tiap bulan

Kebiasaan ini kerap dianggap sepele dan dilewatkan oleh pasangan muda. Padahal, mencatat pengeluaran tiap bulan bisa membantu Anda dan pasangan untuk menghitung sekaligus memonitor segala bentuk pengeluaran. Dengan adanya catatan tersebut, Anda pun bisa mengetahui pengeluaran apa saja yang sebenarnya tidak perlu, sehingga bisa memangkasnya di bulan berikutnya.

Sisihkan penghasilan untuk dana darurat

Mengalokasikan dana cadangan untuk kebutuhan darurat merupakan hukum wajib dalam setiap strategi manajemen, tak terkecuali dalam perencanaan keuangan rumah tangga. Sebagai pasangan muda, cobalah rutin sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan tiap bulan untuk dana darurat. Dana tersebut akan sangat berguna ketika ada hal-hal tak terduga terjadi, seperti kendaraan, ponsel, atau keran air di rumah tiba-tiba rusak dan butuh biaya untuk memperbaikinya.

Hindari utang konsumtif

Menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang diinginkan memang menyenangkan. Namun, ketika sudah berkeluarga, perilaku seperti itu sudah harus mulai direm. Janganlah mudah tergoda mengambil utang untuk membeli hal-hal yang sifatnya konsumtif setelah menikah. Misalnya memakai kartu kredit untuk hangout di tempat mewah atau membeli gadget keluaran terbaru. Hal seperti itu perlu diterapkan agar kondisi keuangan selalu sehat.

Investasi

Perencanaan keuangan bukan hanya sekedar mengelola keluar-masuknya uang setiap bulan, melainkan juga harus memikirkan rencana keuangan untuk jangka panjang. Dalam hal ini, pasangan muda sudah harus mulai memikirkan investasi untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Baca juga: Hati-hati, 5 Mitos ini Bikin Anda Enggan untuk Investasi, Jangan Percaya!

Kepala Sekolah Affinity Private Catherine Robson mengungkapkan, pasangan muda harus bisa saling melengkapi satu sama lain. Dikutip dari Liputan6.com, suami perlu meyakinkan istri agar tak ragu mengeluarkan uang untuk investasi, sedangkan istri harus memastikan bahwa investasi yang dipilih akan membuahkan hasil.

Saat ini, ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih oleh pasangan muda. Tapi, sebelum memutuskan berinvestasi, tentukanlah terlebih dahulu tujuan Anda menjalankan investasi tersebut. Langkah itu akan mempermudah Anda menentukan instrumen investasi yang akan dipilih, jangka panjang atau jangka pendek. Baca: Investasi Jangka Panjang atau Jangka Pendek, Mana yang Lebih Baik?

Komunikasi yang baik dan berkomitmen

Menikah adalah menyatukan dua insan yang berbeda cara pandang. Artinya, akan selalu ada perbedaan antara Anda dan pasangan dalam berbagai hal, termasuk dalam mengelola keuangan.

Sebenarnya, perbedaan adalah hal yang lumrah dan tak perlu dipermasalahkan, selama masing-masing Anda saling terbuka satu sama lain. Karena itu, cobalah jalin komunikasi yang baik dengan pasangan saat melakukan perencanaan keuangan.

Yang tak kalah penting, cobalah berkomitmen dengan pasangan untuk menjalankan agenda yang sudah direncanakan. Sebaik apapun rencana yang telah dipersiapkan, akan sia-sia jika tak dijalankan dengan baik. Dengan saling berkomitmen, perencanaan keuangan akan lebih mudah terealisasi dan ke depannya hidup Anda berdua pun akan lebih sejahtera.